Gara-gara budget per divisi, hal simple seperti ngeprint bisa jadi masalah!
Mungkin karena mahalnya harga toner printer laser (apalagi toner colour, 1 printer ada 4 toner).. di company kami pemakaian laser printer sangat dibatasi. Printer A buat 1 divisi saja, printer B buat divisi lain, dst. Masalahnya.. printer di divisi saya udah rusak karena load ngeprint-nya tinggi (maklum design graphic, ngeprint full colour terus, banyak pula), hasil print warnanya gak rata ada yang pudar dibagian ujung. Susahnya kalo harus ngeprint yg ‘perfect’ buat presentasi ke big boss, masa warnanya belang2, bisa langsung ditolak designnya. Mau ngeprint di printer divisi lain yg masih perfect kualitas warnanya, eh.. GAK BISA karena akses sharingnya DITUTUP oleh admin IT.
Untungnya.. masih ada satu temen sedivisi yg komputernya LUPA ditutup akses sharingnya… jadi saya bisa ngumpet2 (kayak main petak umpet) ngeprint di laser printer divisi lain.. itupun kalo kepepet buanget & bener2 penting..kerjaan kantor loh, boro2 ngeprint buat pribadi… soalnya kalo ketahuan management bisa gawat.
Ada yg bisa bantu solusi? Bisa nggak ya printer diinstall tanpa perlu masuk ke application atau control panel? (karena bagian itu di-lock oleh IT tanpa kompromi).. Kehabisan ide nih buat menyiasatinya…Please help!!
- Andriani Wiria -
June 1st, 2008 at 8:58 am
saudara Andriani,
Solusi dari saya, sederhana sebenernya, namun membutuhkan peruabahan cara bekerja. yang saya pikirkan adalah paperless working, artinya, anda akan mempresentasi dalam bentuk digital. semua digital!
tidak perlu repot2 untuk nge-print jika memang anggaran terbatas, print hanya untuk sesuatu yang benar2 penting. sehingga kualitas printer tetap terjaga.
untuk kalangan internal, dalam hal ini kepada boss anda, utarakan ide anda, saya yakin ini bisa menghemat anggaran perusahaan anda, lalu karena anda yang mengusulkan, nama anda menjadi terlihat baik di mata bos, karena peduli dengan keuangan perusahaan.
kembali ke topik, intinya adalah paperless working/office.
idealnya memang membutuhkan investasi beberapa devices, tapi menggunakan laptop dan viewer saja sudah cukup.
semoga membantu,
salam,
Mohamad Rizal
June 2nd, 2008 at 9:09 am
Penggunaan printer untuk masing-masing divisi di sebuah perusahaan sudah lumrah dan seharusnya tidak menjadi soal yang menghambat kinerja organisasi. Saran saya sebaiknya di dalam rapat anggaran coba diangkat topik penggunaan printer secara khusus. Dengan menggunakan kinerja masa lalu dan yang akan datang maka akan dapat diperkirakan berapa kebutuhan toner / tinta printer baru maasing-masing printer. Kebutuhan toner untuk divisi Marketing pasti berbeda dengan kebutuhan toner divisi Produksi. Dengan demikian maka setiap tinta / toner printer yang sudah habis akan bisa segera diganti karena memang sudah dianggarkan sebelumnya. Jadi akan ada tugas tambahan dari bagian Gudang untuk menyimpan stok toner agar semua divisi bisa berjalan dengan baik. Di kantor saya juga demikian, ada 1 komputer buat rame2 bahkan lintas divisi, namun tidak pernah kehabisan tinta printer karena sudah diprediksi kapan habis, kapan akan diganti. Semoga membantu.