Bisnis Indonesia Online » Sosok
Sosok - Detail
Selasa, 18/03/2008 11:44 WIB
Muhammad Lutfi:
Jadi pemimpin muda dunia
oleh : Neneng Herbawati
Firdaus Wadjdi, ayah Muhammad Lutfi, memimpikan anaknya menjadi insinyur dan pegawai negeri. Sang ayah menyatakan kepada anaknya, begitu selesai sekolah, "kata ayah, yang penting adalah bekerja di Bappenas atau di Bank Indonesia. Kamu nggak hebat kalau nggak jadi abdi negara," ungkap Lutfi sambil mengenang pesan ayahnya.
Dalam perjalanannya, Lutfi dipercaya menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Mei 2005 dan meninggalkan bisnisnya secara total di Mahaka Group. Ketika diwawancarai oleh Bisnis saat baru dilantik menjadi Kepala BKPM, Lutfi mengatakan, "Saya tertantang untuk menjadi CEO-nya sales marketing Indonesia, untuk menarik investor supaya mau menanamkan modalnya di Tanah Air."
Banyak media di luar negeri, sebut saja salah satunya Business Times yang sempat menjulukinya sebagai pejabat yang piawai berjualan peluang investasi di Indonesia. Julukan itu diberikan media tersebut setelah mendengarkan Lutfi berbicara dalam forum bisnis di Taiwan pada 2006.
Pada pekan lalu, World Economic Forum (WEF) menobatkan Lutfi sebagai sebagai salah satu Young Global Leaders 2008. Pria kelahiran 16 Agustus 1969 itu terpilih dari 5.000 kandidat yang diseleksi oleh satu komisi di WEF, yang berbasis di Jenewa, Swiss.
Komisi pemilihan terdiri atas 31 pemimpin media internasional ternama, a.l. Thomas H. Glocer (CEO Reuters, Inggris), Arthur Sulzberger (Chairman & Publisher The New York Times, AS), Robert Thomson (Publisher Dow Jones Company & The Wall Street Journal AS), dan Hisashi Hieda (Cahirman & CEO Fuji Television Network, Jepang). Komisi itu diketuai oleh Ratu Rania Al Abdullah dari Jordan.
Lutfi termasuk salah satu dari 245 Young Global Leaders 2008 yang terdiri atas para eksekutif, figur publik, swasta, dan kalangan intelektual. Selain dia, wakil Indonesia yang terpilih adalah Thomas Trikasih Lembong dari Quvat Management Pte Ltd.
Young Global Leaders 2008 dari negara lain yang dinobatkan, termasuk Raja Bhutan Jigme Khesar Namgyal Wangchuck, Menteri Luar Negeri dan HAM Prancis Rama Yade, Steffi Graf, Menteri Ekonomi dan Produksi Argentina Martin Lousteau, Ratu Maroko Lalla Salma, dan Menteri Keuangan Swedia Anders Borg.
Penerima gelar pemimpin muda paling berpengaruh (Young Global Leaders) 2008 lainnya a.l. Larry Page dan Serge Brin (Co-Founders Google, AS), Managing Director Meril Linch Co Inc., Patrick Ramsay, Rashid al-Maktoum (Emirates), dan Wali Kota Yokohama Hiroshi Nakada.
Sejak dibentuk, komisi penobatan Young Global Leaders pada 2004, WEF setiap tahunnya menobatkan sekitar 200-300 orang pemimpin muda di seluruh dunia, rata-rata berusia 40 tahun, karena keberhasilan mereka dalam profesi, komitmen terhadap masyarakat, dan kemampuan untuk turut membentuk masa depan dunia.
Tahun ini Young Global Leaders mencakup 121 pemimpin di bidang usaha, pemerintahan, akademik, media, dan masyarakat yang berasal dari 65 negara.
Mulai dihargai
Lutfi mengatakan penobatan itu menunjukkan bahwa upaya pemerintah untuk lebih berperan menjawab tantangan ekonomi domestik dalam kerangka global sudah mulai dihargai dan diperhatikan.
"Penghargaan itu sangat membanggakan karena saya dapatkan sebagai petugas negara. Saya terkejut, seperti dapat penghargaan nonakademis waktu sekolah dulu. Tidak berharap, tahu-tahu dapat."
Salah satu poin yang diunggulkan oleh komisi penilai di WEF dari pria jebolan Pepperdine University of California, AS dan Purdua University, Indiana, AS, ini a.l. berhasil mengegolkan UU Penanaman Modal pada tahun lalu, dan mempromosikan peluang investasi di Indonesia, di berbagai forum internasional termasuk WEF.
BKPM pada tahun lalu berhasil mencatatkan investasi tertinggi dalam 10 tahun terakhir, yaitu melampui Rp130 triliun dibandingkan dengan 2006 yang hanya Rp74,48 triliun. Bahkan hasil FDI Confindence Index 2007 yang dipublikasikan A.T. Kearney Study di Washington akhir tahun lalu memasukkan Indonesia dalam Index's Top 25 sebagai destinasi yang atraktif, tepatnya di posisi 21. Padahal pada 2005 Indonesia belum masuk dalam Index's Top 25-nya A.T. Kearney. (neneng.herbawati@bisnis.co.id)
bisnis.com
Sosok »
Maria Nainggolan
Ditopang bahasa gaulOleh: Noerma Komalasari
Ella Haryanto
Tak ingin ada batas dengan mediaOleh: Noerma Komalasari
Ana Mustamin
Pertahankan merek tetap seksiOleh: Noerma Komalasari
Maya Henrietta Camelia
Digerakkan oleh hatiOleh: Hilda Sabri Sulistyo
Ebiet G. Ade
Teguh bermusik dengan kesederhanaanOleh: Th. D. Wulandari
Elies Lestari Setiawan
Tanpa embel-embel politikOleh: Noerma Komalasari
Elizabeth Maria
Bermodal kepercayaanOleh: Hilda Sabri Sulistyo
Yeane Keet
Menaklukkan tantanganOleh: Reni Efita Hendry
Ika Winardi
Inspirasi ibuOleh: Suli H. Murwani
Komentar
#1 - Selamat Bos!!!
Selamat dan Sukses Atas Penghargaan yang diraih Mantan Ketua saya di HIPMI - semoga kader2 HIPMI yang lain termotivasi untuk lebih maju dan dapat berkompetisi tidak hanya di tingkat Nasional akan tetapi di tingkat international juga dapat berprestasi...Selamat Bos!!!
Saiful H - Jakarta @ 24/05/2008 - 14:50 WIB dari 124.81.196.117 (124.81.196.117)