Bisnis Indonesia Online » Sosok
Sosok - Detail
Rabu, 19/03/2008 15:47 WIB
Jeani Kantono:
Suka melayani
oleh : Th. D. Wulandari
Tiga hari bersama gadis kelahiran Jakarta 15 Juli 1983 mempersiapkan pembukaan restorannya, cukup untuk menarik sebuah kesimpulan bahwa dia adalah calon pelaku bisnis restoran yang mumpuni.
Dia adalah Jeani Kantono, penerus jaringan bisnis restoran, hotel, dan resor Saphire yang beroperasi di Yogyakarta dan Bali.
Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Djoni Kantono dan Lani Kantono ini mengaku sangat tertarik dengan bisnis yang sudah dijalankan sang ayah selama puluhan tahun.
Hal itu ditunjukkan dengan keseriusannya mendalami pendidikan tentang kewirausahaan terutama bidang jasa di University of Southern California Amerika, jurusan Marketing Enterpreneurship.
Tidak ada yang memaksa Jeani memilih menempuh pendidikan di bidang kewirausahaan ini, tetapi tuntunan sang ayah yang membuat putri semata wayangnya ini memutuskan untuk mengikuti jejak ayahnya menjadi wirausahawan.
Apalagi saat ini lahan bisnis sudah ada, yang tinggal hanya ilmu untuk mempertahankan bisnis ini tetap berjalan. Dengan bertumpu pada usaha sang ayah yang notabene seorang pelaku bisnis wirausaha, pendidikan yang mengarah pada ilmu kewirausahawan ini pula yang menjadi pilihan Jeani.
Namun, lambat laun gadis yang fasih ber-bahasa Inggris ini lebih mengonsentrasikan minatnya pada bisnis di bidang jasa pelayanan dan restoran.
"Kakak saya cowok, dia orang teknik jadi suka dengan hal-hal yang berbau teknik, sedangkan saya pilih bisnis yang bidang-nya lebih ke pelayanan," ujar perempuan berkulit putih dan berambut panjang ini.
Sejak lulus pendidikan kewirausaha-an, praktis ilmunya harus diterapkan. Kebetulan sang ayah menjajal kemampuan Jeani dengan memberinya tanggung jawab untuk mengelola salah satu divisi Internet marketing di Ramada Resort Tanjong Benoa Nusa Dua Bali. Dia juga diberi tanggung jawab tambahan dengan bergabung pada divisi bussiness development.
Selama proses itulah Jeani mengaku justru mendapat banyak belajar wirausaha. Apalagi orang-orang yang bekerja dalam satu divisi atau pihak lain yang berhubungan juga memberi banyak pelajaran berharga dalam berbisnis. "Ayah saya ajarin cuman dikit-dikit, kebanyakan ayah saya lepas saya bekerja, sehingga dari situ justru saya lebih banyak belajar praktiknya," ujar Jeani.
Dengan berbekal teori yang didapat dari bangku kuliah, ditambah dengan pengalaman bekerja di bisnis milik sang ayah, membuat pilihan berkariernya seakan sudah lengkap.
Dan kini perempuan yang sehari-harinya tengah disibukkan dengan persiapan pembukaan restoran Thailand di Jakarta ini mengaku sangat antusias dengan tanggung jawabnya yang baru ini.
Menikmati pekerjaan
Kunci sukses perempuan tinggi semampai ini tetap menikmati pekerjaannya adalah karena dia sangat menyukai bidang pekerjaan yang dia jalani saat ini. "Saya hobi makan, dan saya suka melakukan hal-hal yang intinya melayani. Misalnya menata sesuatu, membuat rapi sesuatu. Menata restoran salah satunya," ujarnya sembari tersenyum.
Oleh karena itu selama proses mempersiapkan res-toran Thailand yang akan berdiri di Jakarta April 2008, Jeani sangat menikmatinya, mulai dari menata konsep restoran, memilih pernak-pernik restoran, hingga harus berkali-kali mencicip menu masakan yang berbeda.
Bahkan ketika harus bolak-balik Jakarta-Bangkok atau ke negara-negara tetangga lain hanya untuk mencari pernak pernik dan peralatan restoran lain, juga dilakukannya sendiri.
Bukan hanya itu, untuk berdiskusi tentang bisnis baru yang akan dijalani bersama sang ayah atau anggota keluarga lainnya, bisa membuat perempuan yang kerap mengenakan sepatu hak tinggi ini bisa bertahan hingga pagi hari.
"Hidup itu terlalu pendek, jadi harus diisi dengan sesuatu yang passionate," ujarnya dengan mimik serius.
Ke depan, sebagai penerus bisnis kelompok Saphire, Jeani mengaku semakin serius mendalami bisnis ini. Salah satunya dengan semakin serius pula Jeani mempersiapkan berdirinya restoran yang akan diberi nama Blue Erawan.
Apalagi saat pilihan berkariernya sudah jatuh pada keinginan untuk meneruskan bisnis sang ayah yang berkaitan dengan jasa dan pelayanan. Namun, saat ditanya secara lebih serius apa posisi jabatan dan pekerjannya, dengan canda kecil Jeani memberi jawaban yang membuat siapa saja ingin tertawa.
"Apa yah..saya ini seksi sibuk, semua saya urusin. Bukan pemilik perusahaan juga, tulis ajah APM Anak Pemilik Perusahaan," ujarnya sembari tertawa panjang. (wulandari@bisnis.co.id)
bisnis.com
Sosok »
Yuvlinda Susanta
Cinta museumOleh: Th. D. Wulandari
R. Novianti Hardi
Menjadi pribadi seimbangOleh: Noerma Komalasari
A. Kasandra Putranto
Bermental herderOleh: Reni Efita Hendry
Niken Rachmad
Nothing to looseOleh: Noerma Komalasari
Refida Herastuti
Work hard, play hardOleh: Noerma Komalasari
Maria Nainggolan
Ditopang bahasa gaulOleh: Noerma Komalasari
Ella Haryanto
Tak ingin ada batas dengan mediaOleh: Noerma Komalasari
Ana Mustamin
Pertahankan merek tetap seksiOleh: Noerma Komalasari
Maya Henrietta Camelia
Digerakkan oleh hatiOleh: Hilda Sabri Sulistyo
Komentar
#1 - peluang bisnis
ajari dong cara berbisnis dengan modal dikit,tp bisa menghasilkan banyak dan kontinyu
Aziz - semarag @ 13/05/2008 - 14:28 WIB dari 125.163.211.166 (166.subnet125-163-211.speedy.telkom.net.id)