Bisnis Indonesia Online » Sosok
Sosok - Detail
Jumat, 28/03/2008 12:31 WIB
Ella Meigita:
Sinergi tiga peran
oleh : Th. D. Wulandari
Banyak hal menarik untuk ditelusuri dari sosok Ella Meigita, Account Manager PT Xsis Mitra Utama, salah satu perusahaan penyedia jasa layanan manajemen teknologi informasi.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Pariwisata Trisakti, perempuan berkulit putih ini memilih jalur karier di luar industri perhotelan. Pasalnya, bekerja di industri perhotelan menurutnya membutuhkan tenaga ekstra, dan jenjang karier tidak secepat jika bekerja di bidang industri lain.
Apalagi saat masih duduk di bangku kuliah, selama tiga bulan Ella menjajal bekerja magang di Hard Rock Hotel Bali. Hasilnya, Ella merasa tenaganya tidak cukup kuat untuk bekerja shift hingga larut malam.
Belum lagi jenjang karier seorang lulusan akademi perhotelan yang menurutnya dimulai dari posisi bawah. Hal itu yang membuat dia tidak sabar ingin segera membangun karier lebih cepat dari yang lain.
Akhirnya dengan hati mantap, peluang karier di bidang apa pun dipilihnya, termasuk saat mendapat tawaran bekerja sebagai sekretaris, bidang pekerjaan yang tidak dia ketahui sebelumnya.
Begitu lulus kuliah pada 2004, pilihan Ella jatuh pada PT Aneka Asia Buana, perusahaan kontraktor. Posisinya saat itu sebagai sekretaris direksi. "Sejak awal lulus kuliah saya tidak berniat untuk bekerja di industri perhotelan, meski suatu saat nanti saya berkeinginan akan kembali bekerja di industri ini," ujar perempuan berkaca mata ini.
Setahun bekerja sebagai sekretaris, Ella memutuskan untuk mengakhiri masa lajang. Dari hasil pernikahannya pada 11 Desember 2005, Ella dikaruniai seorang putri bernama Aurelia.
Keputusan untuk menikah kala itu juga bukan tanpa alasan. Anak sulung dari tiga bersaudara ini ingin belajar lebih dewasa. Dengan menikah, Ella berharap bisa lebih dewasa dalam menjalani hidup.
Benar saja, tidak lama setelah menikah Ella, tepatnya setelah tiga tahun bekerja sebagai sekretaris, Ella mendapat tawaran pekerjaan yang lebih menantang di PT Xsis Mitra Utama dengan posisi awal di bagian sales & marketing.
Awal bekerja sebagai sales & marketing menurut Ella tidak mudah, karena sebelumnya dia belum pernah terjun di dunia pemasaran. Namun, berkat dukungan kawan sekerja dan atasan, Ella selalu bisa memenuhi target penjualan.
Hingga beberapa bulan kemudian, Ella mendapat tawaran lebih menantang dengan menempati posisi sebagai account manager di perusahaan tersebut.
Tugas itu bukan pekerjaan mudah, karena dunia marketing baru setahun belakangan dijalaninya. Namun, sejauh ini dia mengakui pekerjaannya baik-baik saja. "Kalau untuk urusan menjual barang mungkin saya bisa, tetapi kalau urusan yang lebih teknis saya serahkan ke bagian teknisi khusus," ujarnya sembari tertawa.
Kini, mahasiswa Magister Management Komunikasi Universitas Trisakti ini tengah menikmati peran sbagai karyawan, ibu, sekaligus mahasiswa. Ketiganya bersinergi untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Tidak heran, suatu saat Ella masih memimpikan jenjang karier yang lebih baik, atau setidaknya berkarier di jalur bisnis yang sangat dikenalnya dari hasil empat tahun menempuh pendidikan di jurusan perhotelan.
Perlu pegangan
Dengan berbekal pendidikan dan pengalaman bekerja, Ella yakin semua impian itu akan bisa terwujud asalkan dijalani serius. "Setidaknya saya punya pegangan pada masa depan untuk keluarga saya, terutama anak saya. Sebagai perempuan, jangan sampai tidak ada pegangan pekerjaan," ujar perempuan yang kerap menjadi sales promotion girl sejak duduk di bangku sekolah.
Di sela-sela kesibukan, Ella memiliki hobi yang bisa melepaskan segala stres dan ketegangan, yaitu menari balet. Sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, ibu satu anak ini melatih diri dengan tarian balet di Sekolah Balet Aderayani.
Ella menganggap balet bisa menjadi media hiburan dirinya yang kerap stres akibat pekerjaan dan kesibukan lain. Dengan menari dan mendengarkan musik, seakan semua persoalan bisa diatasi.
"Pokoknya, kalau lagi tegang saya putar musik dan menari, langsung stres hilang, dari pada stres dibawa belanja," ujar perempuan bertubuh langsing ini sembari tertawa lepas.
Meskipun demikian, Ella tidak lupa meluangkan waktu untuk sang buah hati. Minggu dipilihnya sebagai hari khusus anak semata wayangnya itu untuk bercengkerama.
Namun, jangan ditanya saat hari kerja mulai tiba. Terhitung sejak Senin hingga Jumat, kesibukan Ella mulai dari bekerja hingga kuliah saling berkejar-kejaran.
Termasuk saat Bisnis menghubungi Ella sebelum wawancara, perempuan yang mengendarai mobil sendiri setiap hari ini tengah terjebak macet menuju kantornya yang berada di bilangan Gatot Subroto, Jakarta.
"Saya belum sampai kantor, macet dua jam lebih, padahal ini udah lewat jalur three in one. Loh..bagaimana sehari-hari kita tidak dibuat stres?" ujarnya. (wulandari@bisnis.co.id)
bisnis.com
Sosok »
Sri Mulyani Indrawati
Masuk deretan perempuan paling berpengaruh di duniaOleh: Sutan Eries Adin
Lanny Hendra
Ingin punya kedai kopiOleh: Noerma Komalasari
Yuvlinda Susanta
Cinta museumOleh: Th. D. Wulandari
R. Novianti Hardi
Menjadi pribadi seimbangOleh: Noerma Komalasari
A. Kasandra Putranto
Bermental herderOleh: Reni Efita Hendry
Niken Rachmad
Nothing to looseOleh: Noerma Komalasari
Refida Herastuti
Work hard, play hardOleh: Noerma Komalasari
Maria Nainggolan
Ditopang bahasa gaulOleh: Noerma Komalasari
Ella Haryanto
Tak ingin ada batas dengan mediaOleh: Noerma Komalasari