Bisnis Indonesia Online » Sosok




Sosok - Detail

Jumat, 11/04/2008 14:33 WIB

Nuke Prabandari:
Belajar dari semua bisnis inti

oleh : Hilda Sabri Sulistyo

Tak sulit memulai percakapan yang asyik dengan Nuke Prabandari, Corporate PR Group AndrewTani & Co yang berpusat di Singapura. Singgung saja soal bagaimana perusahaan di Indonesia menempatkan dan memosisikan public relations department dalam struktur organisasinya, dijamin Nuke akan betah membahas masalah ini panjang lebar.

Soalnya belum banyak perusahaan yang memahami di mana sesungguhnya kedudukan personel dan divisi PR yang sesungguhnya dalam tubuh perusahaan.

Begitu juga masih banyak perusahaan yang menggabungkan divisi marketing (pemasaran) dengan public relations, sehingga lahirlah jabatan manager marketing communications, padahal keduanya dua hal yang berbeda.

"Pada 1998 dalam berbagai kegiatan kehumasan seperti seminar dan dialog, kami masih sering menemukan banyak perusahaan 'bingung' menempatkan posisi public relations [PR]. Bahkan, para CEO dalam perusahaan itu tidak paham arti dan fungsi PR yang sebenarnya. Untunglah sejak 2005 ke atas semakin banyak perusahaan yang paham, sehingga para praktisi PR dapat menjalankan profesinya lebih fokus," jelasnya

Perempuan yang memiliki moto hidup success is not a destination, but it is a journey itu menilai terjun ke dunia PR mengasyikkan dan banyak tantangan. Maklum, sampai sekarang masih banyak pula masyarakat, bahkan lembaga pendidikan, yang mencetak tenaga PR secara instan.

"Padahal untuk menjadi seorang praktisi public relations itu butuh ilmu pengetahuan yang banyak banyak sekali, bukan sekadar bisa berbahasa asing dan berkomunikasi dengan baik. Malah sebagai praktisi PR kita perlu memiliki sikap dasar dalam hal tata krama, table manner dan kepribadian yang justru jadi prasyarat awal sebelum melangkah lebih jauh," tutur Nuke.

Menimba ilmu

Seperti prinsip hidupnya bahwa kesuksesan bukanlah suatu tujuan melainkan suatu perjalanan, Nuke sadar betul dengan keterbatasannya, sehingga dia terus menimba ilmu dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan dengan komunitas kehumasan.

Dia aktif dalam organisasi seperti Asosiasi Pasca-Sarjana Komunikasi Universitas Indonesia, Himpunan Humas Hotel, Perhimpunan Hubungan Masyarakat Nasional, International Public Relations Associations, dan Perhimpunan Humas Republik Indonesia.

Meskipun tidak duduk dalam kepengurusan berbagai organisasi kehumasan itu, dia mengikuti dengan baik perkembangannya sehingga dapat terus mengaktualisasikan diri dan menjaga tali silaturahmi dengan para seniornya.

Agaknya, sikap hidup itulah yang menuntunnya untuk meniti karier dengan baik. Karena, sebagai pemula, Nuke tergolong baru tiga tahun menjadi seorang PR officers di sebuah bank asing dan perusahaan yang sudah go public. Dalam usia 23 tahun dia dipercaya menjadi public relations manager di sebuah hotel bintang tiga di Jakarta sampai akhirnya menduduki posisinya sekarang.

Istri dari Andani Tarihoran yang bekerja di sebuah bank swasta ini mengaku selalu fokus pada pekerjaan yang digelutinya. "Saya mewajibkan diri saya untuk mempelajari dunia PR dari segala core business, sehingga pengetahuan akan PR di segala aspek menjadi lebih mendalam."

Nuke mengatakan kesempatan untuk meniti karier adalah suatu tingkat kepercayaan dan aktualisasi diri yang biasa dilalui oleh setiap orang yang bekerja. Namun, bagi dirinya pencapaian dalam karier akan sangat berarti bila seseorangmampu menyeimbangkan tingkat aktualisasi dalam pekerjaan dengan kehidupan rumah tangga.

"Ini bukan masalah klise, tapi orangtua memang sejak kecil sudah menanamkan setinggi apa pun karier saya, bila tak seimbang dengan personal life yang sehat dan harmonis tetap saja saya artikan menjadi suatu kegagalan," ujarnya.

Tidak heran dalam menjaga hubungannya dengan suami, Nuke berusaha untuk menjadi istri dan teman kencan suaminya yang baik, sehingga waktu pertemuan yang sempit sekalipun dapat mereka nikmati berdua.

Dia mengakui dukungan keluarga sangat luar biasa dalam menunjang karier. Lahir dan dibesarkan dalam budaya Jawa yang kental, Nuke yang bungsu dari tiga bersaudara ini mengatakan peranan keluarga terutama ibu dan bapaknya sangat besar dalam membentuk kepribadiannya.

"Mereka semua yang membentuk diri saya menjadi pribadi yang tegas, optimistis, dan bertanggung jawab. Saya bersyukur memiliki keluarga yang berwawasan luas dan penuh tanggung jawab," tuturnya.

Penggemar musik, membaca, senam aerobik, dan tari ini dalam keseharian memang suka memiliki banyak teman. Jadi, tak heran jika jaringan kerja dan pertemanan yang dimilikinya begitu luas. Namun, puaskah dia dengan apa yang sudah diraihnya saat ini?

Menjawab pertanyaan ini matanya yang indah sempat terbelalak, tetapi kemudian tawanya yang renyah langsung merebak. "Bagi saya hidup akan lebih berarti bila diri kita dapat diterima, dicintai, dan dihargai oleh orang banyak. Dan merupakan kepuasan tersendiri apabila orang lain senang dengan keberadaan kita di lingkungan mereka, dan mampu membuat orang lain bahagia," ujarnya.

Wanita cantik yang ramah tetapi tegas ini mengaku belum bisa sempurna menjadi praktisi PR yang baik, tetapi setiap hari, setiap saat dia membuka diri untuk memperbaiki kekurangannya dan belajar memahami orang lain.

Oleh karena itu, untuk menyeimbangkan antara idealisme dan tuntutan profesi, Nuke mengisi waktu luangnya untuk mengajar. Kebetulan tawaran itu juga datang tanpa harus meninggalkan pekerjaan di perusahaan. Mengapa tidak? (hilda.sabri@bisnis.co.id)

bisnis.com

 

Sosok »

  • Bermodal nekad

    Eugenia Siahaan
    Bermodal nekad

    Oleh: Th. D. Wulandari

  • Siap diandalkan

    Astri Sungkono
    Siap diandalkan

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Ketika hidup harus memilih

    Nina Agustriana
    Ketika hidup harus memilih

    Oleh: Th.D. Wulandari

  • Ingin jadi sumber inspirasi

    Anita Christiyanti
    Ingin jadi sumber inspirasi

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Sesuai mimpi

    Els Ramadhinta
    Sesuai mimpi

    Oleh: Th. D. Wulandari

  • Hasrat terus mencintai

    Faridah Lim
    Hasrat terus mencintai

    Oleh: Noerma Komalasari

Komentar

#1 - bagai mana bila pak kiai dipertuhankan

aku pengen mengetahui bagai man seluk beluknya

baihaki - jember @ 03/05/2008 - 08:47 WIB dari 222.124.175.44 (222.124.175.44)

Beri Komentar