Bisnis Indonesia Online » Sosok




Sosok - Detail

Jumat, 02/05/2008 11:59 WIB

Maya Soviasari:
Berbekal tiga prinsip

oleh : Th. D. Wulandari

Brain, beauty, and behavior. Ketiga hal yang merepresentasikan sosok perempuan pintar, cantik, dan berperilaku baik ini tampaknya cocok disandang oleh seorang perempuan berparas ayu bernama Maya Soviasari.

Selain cantik dan berkulit bersih, Maya juga pintar. Tutur bahasanya halus sehingga waktu mengobrol yang tidak lama, cukup efektif mendapatkan informasi seputar perjalanan karier dan hidupnya.

Dengan bekal cantik, pintar dan berperilaku halus ini pula, perempuan yang akrab disapa Maya ini terpilih sebagai finalis Putri Indonesia 2003. Setelah kegiatan yang berkaitan dengan Putri Indonesia berakhir, kini Maya memiliki tanggung jawab sebagai Marketing Communication Manager Taman Sari Royal Heritage Spa.

"Ceritanya berawal pascapentas Putri Indonesia yang menurut saya cukup membantu membuka peluang karier hingga saat ini," ujar sarjana komunikasi Universitas Indonusa Esa Unggul ini.

Sedikit bercerita tentang pentas Putri Indonesia 2003, keikutsertaan Maya dalam ajang adu kecantikan ini dilatarbelakangi oleh desakan kawan dan dosen Kampus Emas itu.

Pasalnya, anak pertama pasangan Humaizi Gozali dan Eriningsih ini sejak masih duduk di bangku sekolah memiliki banyak pengalaman di ajang berbagai kompetisi bakat.

Perempuan kelahiran Serang 10 Mei 1983 ini pernah meraih Runner-Up I Nong Banten 2000. Selain itu, Maya juga pernah menjadi Paskibraka Banten 1998 yang mempertemukannya dengan sang suami, Roni Fahroni.

Selain itu, sejak duduk di bangku sekolah dasar, Maya juga memiliki prestasi sekolah yang luar biasa, termasuk jenjang pendidikan sekolah dasar yang dia tempuh hanya lima tahun.

Demikian juga dengan prestasi pendidikan di bangku kuliah yang membuat perempuan yang mengaku cuek dan tidak pernah bisa diam ini aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan.

Dari sederetan prestasi yang dimilikinya itulah, pihak kampus dan teman-temannya menganjurkan Maya mengikuti ajang kompetisi Putri Indonesia di bawah payung Yayasan Putri Indonesia pimpinan Mooryati Soedibyo.

Duta wisata

Alhasil, finalis Putri Indonesia 2003 ini memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan wisata Indonesia karena jabatan barunya sebagai duta wisata.

Setahun menjadi duta wisata membuat Maya memiliki banyak pengalaman untuk promosi dan public relation di bidang pariwisata. Setahun kemudian tawaran datang dari Kratingdaeng yang menjadikan Maya sebagai duta UC-1000.

Tiga bulan menjadi duta UC-1000, pihak Kratingdaeng meminta Maya mengikuti seleksi sebagai karyawan divisi Public Relation. Setahun lebih Maya menjadi public relation Coordinator di Kratingdaeng. Kemudian Maya kembali mendapat tawaran dari Mooryati Soedibyo untuk menjadi Marketing Communication Manager Taman Sari Royal Heritage Spa.

Dua tahun sudah Maya mengemban pekerjaan dan tanggung jawab di perusahaan yang identik dengan perawatan perempuan ala Jawa ini.

Perempuan yang baru menikah Agustus 2007 ini kini memiliki kebiasaan baru untuk merawat tubuh. Padahal diakui, saat masih remaja Maya adalah sosok yang cuek, termasuk soal perawatan tubuh.

Namun, kini merawat tubuh menjadi agenda rutin di tengah padatnya pekerjaan untuk mengatur jadwal promosi dan marketing tiga divisi Taman Sari Royal Heritage Spa, yaitu franchise, spa service, dan spa product.

"Di sini saya juga belajar bagaimana menjadi aware, baik dalam hal pekerjaan, bersosialisasi, hingga bersikap menjadi lebih halus," ujarnya sambil tersenyum.

Semuanya itu diakui Maya didapatkan bukan begitu saja, karena selain usaha keras untuk selalu belajar dari setiap tanggung jawab pekerjaan, Maya juga memiliki tim dan atasan yang menurutnya sangat memberinya banyak kesempatan untuk belajar.

Maya memiliki filosofi untuk selalu semangat bekerja, berpikir positif dan melihat setiap persoalan dengan kacamata yang jernih. Dengan bekal tiga prinsip itulah, dia mengaku setiap persoalan dan beban pekerjaan yang diembannya bisa diselesaikan dengan lebih mudah.

"Mungkin bisa jadi karena saya dasarnya dulu cuek yah, jadi kalau ada apa-apa saya santai saja menghadapinya," ujarnya dengan tertawa lebar.

Ke depan, banyak impian yang dirangkai oleh Maya bersama sang suami. Salah satunya impian untuk menjadi pengusaha sukses.

Namun, dalam waktu dekat ini satu hal yang kini menjadi obsesi Maya yaitu memberikan kinerja yang terbaik untuk perusahaan. Lakukan apa yang terbaik hari ini, dan merencanakan hal yang lebih baik untuk masa depan. (wulandari@bisnis.co.id)

bisnis.com

 

Sosok »

  • Digerakkan oleh hati

    Maya Henrietta Camelia
    Digerakkan oleh hati

    Oleh: Hilda Sabri Sulistyo

  • Teguh bermusik dengan kesederhanaan

    Ebiet G. Ade
    Teguh bermusik dengan kesederhanaan

    Oleh: Th. D. Wulandari

  • Tanpa embel-embel politik

    Elies Lestari Setiawan
    Tanpa embel-embel politik

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Bermodal kepercayaan

    Elizabeth Maria
    Bermodal kepercayaan

    Oleh: Hilda Sabri Sulistyo

  • Menaklukkan tantangan

    Yeane Keet
    Menaklukkan tantangan

    Oleh: Reni Efita Hendry

  • Inspirasi ibu

    Ika Winardi
    Inspirasi ibu

    Oleh: Suli H. Murwani

Komentar

Beri Komentar