Bisnis Indonesia Online » Sosok




Sosok - Detail

Jumat, 06/06/2008 12:04 WIB

Yeane Keet:
Menaklukkan tantangan

oleh : Reni Efita Hendry

Beberapa tahi lalat tampak menghiasi kulit wajahnya yang putih. Kesan ramah pun terpancar dari perempuan yang berpenampilan simpel tetapi elegan ini. Begitulah kesan pertama saat bertemu dengan Yeane Keet, Direktur Pemasaran PT Denpoo Mandiri Indonesia, produsen produk elektronik merek lokal.

Dia lantas bercerita tentang kehidupan yang dilakoninya saat masih kecil. Orangtuanya tidak membedakan antara perempuan dan laki-laki. Anak perempuan dituntut mandiri dan tidak cengeng, sehingga, sejak usia delapan tahun Yeane sudah berpisah dari orangtua untuk menuntut ilmu di negeri orang. Dan, dia tidak boleh menangis.

Masa belajarnya dihabiskan di luar negeri. Jika liburan tiba, dia pulang ke Tanah Air. Kesempatan itu pun bukan untuk bersenang-senang, tetapi diisi dengan bekerja membantu usaha bisnis bapaknya. Bagian administrasi atau kasir merupakan tugas perdananya. Banyak ilmu yang didapatkan saat belajar di luar negeri. Selain kemandirian dan mahir menguasai dua bahasa, jiwa bersaing pun tumbuh dalam dirinya. Yeane menyukai tantangan dan selalu mengerjakan setiap pekerjaan itu dengan sempurna. Bagi dia, tidak ada yang tidak bisa dikerjakan.

"Setiap tanggung jawab selalu saya kerjakan dengan baik," katanya.

Setelah tamat kuliah, dia mencari pengalaman bekerja di beberapa perusahaan milik orang lain. Salah satu prinsip hidup yang menonjol pada dirinya adalah dia tidak mau diremehkan. Apabila ada orang yang menantangnya dan mengatakan bahwa dia tidak bisa, emosinya pun terbakar. "Saya berusaha untuk menaklukkannya," ujar Yeane yang suka tampil modis.

Satu contoh adalah ketika dia menerima tantangan dari mertuanya yang mengharuskan Yeane, yang berprofesi sebagai wanita karier, juga bisa memenuhi kebutuhan perut suaminya. Padahal, Yeane saat itu tidak piawai meracik bumbu. Untuk itu, dia belajar memasak secara intensif dengan mendatangkan juru masak ke rumahnya. Enam bulan lamanya dia belajar.

Setelah mantap, ibu dua putra itu mengundang mertuanya. Semua hidangan yang disajikannya merupakan hasil racikannya. Itu merupakan salah satu tantangan dalam keluarga.

Mulai dari bawah

Pada 2000, dia bergabung di perusahaan yang dirintis bapaknya sejak 17 tahun yang lalu. Dia bekerja mulai dari level bawah. Dunia kerjanya banyak dipegang oleh kaum pria. Bisa dibilang Yeane, 33, merupakan salah satu perempuan yang termuda bergerak di bidang usaha elektronik. Perempuan kelahiran Jakarta 1975 ini berperan memajukan beberapa produk merek Denpoo.

Sebelum dia bergabung di Denpoo, produk elektronik merek tersebut belum dikenal banyak orang seperti sekarang. Ketika masuk ke perusahaan itu, dia berusaha meyakinkan manajemen hipermarket agar produknya dapat dipasarkan di tempat tersebut dan bersaing dengan merek lain. "Kini produk saya yang merupakan produk lokal sudah sejajar dengan produk elektronik dari Korea Selatan dan Jepang," kata Yeane.

Selain itu, Yeane yang suka busana dengan desain klasik itu berusaha untuk ikut tender kompor dan tabung gas yang diselenggarakan oleh Pertamina. Ternyata dia berhasil mengalahkan peserta lelang lainnya. Pada 2007 dia mendapatkan tender sekitar 435.000 unit dan tahun ini sebanyak 660.000 unit. "Itu pengalaman yang mengesankan bagi saya," ujar Yeane yang aktif di beberapa organisasi profesi itu.

Perempuan yang senang travelling itu juga mulai memperkenalkan Denpoo melalui kegiatan promosi, baik lewat above the line maupun below the line. Penjualannya terus tumbuh. Rata-rata pertumbuhan penjualan produknya mencapai 30% per tahun. Produk unggulannya adalah mesin cuci yang terjual hingga 80.000 unit per tahun.

"Ketika saya masuk ke Denpoo, hipermarket mulai muncul. Saya berjuang keras membawa masuk Denpoo ke hipermarket. Jadi, Denpoo berkembang seiring pertumbuhan hipermarket," tambahnya.

Untuk lebih mendekatkan diri ke konsumen, Yeane berencana memperluas dan memperbanyak cakupan layanan pascajual, terutama ke kota-kota di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. "Kiat sukses saya adalah do the best," kata lulusan Psikologi Industri dari University of Southern California, yang selalu mengutamakan team work itu sambil tersenyum. (reni.efita@bisnis.co.id)

bisnis.com

 

Sosok »

  • Nothing to loose

    Niken Rachmad
    Nothing to loose

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Work hard, play hard

    Refida Herastuti
    Work hard, play hard

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Ditopang bahasa gaul

    Maria Nainggolan
    Ditopang bahasa gaul

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Tak ingin ada batas dengan media

    Ella Haryanto
    Tak ingin ada batas dengan media

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Pertahankan merek tetap seksi

    Ana Mustamin
    Pertahankan merek tetap seksi

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Digerakkan oleh hati

    Maya Henrietta Camelia
    Digerakkan oleh hati

    Oleh: Hilda Sabri Sulistyo

Komentar

#1 - menaklukkan tantangan

angat ikut larut dalan kilatan tulisan ibu . dan kadang kala tantangan membuat saya ingin maju tapi masih sulit untuk mendongkrat rasa mals itu dan sering kalah , saya mohon ilustrasi motipavasi agar asaya bisa bangkit. saya bereterima kasih bila ibu dapat membalas imel saya

abeljarot - lampung @ 08/06/2008 - 15:17 WIB dari 60.196.91.192 (60.196.91.192)

Beri Komentar