Bisnis Indonesia Online » Sosok




Sosok - Detail

Jumat, 13/06/2008 17:54 WIB

Elizabeth Maria:
Bermodal kepercayaan

oleh : Hilda Sabri Sulistyo

Bisnis dunia dan akhirat. Itulah yang digeluti oleh Elizabeth Maria, Vice President Sales & Operation Eresha Education Indonesia. Menggeluti bisnis dunia pendidikan, pertanggungjawabannya bukan hanya pada anak didik, tetapi juga pada sang Khalik.

Kedengarannya memang klise, tetapi bagi wanita yang satu ini bisnis pendidikan bukan sekadar mencari keuntungan materi. Namun, yang lebih penting bagaimana kebijakan perusahaan, visi dan misinya benar-benar memiliki komitmen yang kuat memenuhi janji yang ditawarkan pada mahasiswa.

Tak heran ketika baru mengenal Ibeth-nama panggilannya, meski dalam hitungan menit sekalipun, lawan bicaranya akan paham kesungguhannya untuk mencetak sumber daya manusia Indonesia yang siap bersaing di pasar global benar-benar bersumber dari ketulusan hati.

Dengan menyepakati Asean Free Agrement on Services (AFAS) yang mulai berlaku 2010, seluruh anak bangsa memang harus siap menghadapi masuknya tenaga kerja asing dan berebut 'kue' lowongan kerja yang ada. Kelak, seorang supir sekalipun jika tak mampu berbahasa Inggris, misalnya, siap-siap tergusur oleh mereka yang datang dari Vietnam ataupun India.

Itulah sebabnya, Ibeth yang mengelola Eresha Education Indonesia (EEI) di Graha Mustika Ratu, Jakarta, membuka Eresha Competency Development Center di bidang Information Technology (IT), Aviasi dan Manajemen.

Ada juga Eresha College yang memberikan pelatihan dan kursus di bidang kompetensi seperti kursus bahasa Inggris dan sekolah tinggi IT dengan program pascasarjana bekerja sama dengan institusi pendidikan internasional lainnya yaitu NIIT India.

"Awalnya kami menyelenggarakan kursus-kursus dengan standar kompetensi internasional," tandasnya.

Pendidikan jalur cepat yang mempersiapkan anak didik memiliki standar kompetensi internasional kini tengah dirintisnya bekerja sama dengan TMC Educational Group Singapura. Kerja sama itu untuk menyelenggarakan pendidikan internasional diploma yang di selenggarakan enam bulan di Jakarta dan selebihnya di Singapura.

"Saya beruntung karena pemilik perusahaan, Damsirudin Siregar, serta CEO kami, Reza Siregar memiliki komitmen yang kuat untuk memberikan pendidikan bermutu tinggi," tandasnya.

Pengalaman hidup

Bisnis pendidikan, ujarnya, adalah bisnis kepercayaan. Oleh karena itu, untuk mengelolanya harus ada kepercayaan yang penuh antara pemilik perusahaan dan pengelola, sesama pengelola dan para dosen serta antara pengelola dan mahasiswa sebagai anak didik.

Semangat Elizabeth Maria yang kuat dalam hal pendidikan memang didorong dengan pengalaman hidup dan dukungan penuh dari orangtua. Bagi kedua orangtuanya, pendidikan anak-anak adalah di atas segalanya. Oleh karena itu, ibunya yang seorang guru dan ayah yang pegawai DLLAJR berusaha memberikan pendidikan terbaik bagi putrinya meskipun harus menjual harta benda.

"Perjuangan ibu untuk menyekolahkan anak-anaknya sungguh berat apalagi waktu saya duduk di bangku sekolah dasar, dia menderita kanker payudara dan leher rahim," katanya.

Merasakan pahitnya kehidupan dan perjuangan untuk bisa sekolah hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi membuat Elizabeth menjadi wanita yang haus ilmu dan senang belajar.

Biodatanya penuh dengan kegiatan jadi motivator, juri, dosen, pembicara. Dia juga punya kepedulian yang tinggi untuk membantu masyarakat desa berpeluang untuk bekerja industri jasa perhotelan.

Sarjana ekonomi lulusan Universitas Indonesia misalnya, ketika harus pindah domisili ke Solo, mengikuti suami yang bertugas di kota itu, dia ikut menyiapkan pendirian Royal Seasons Hotel Education Center (RSHEC), Solo.

Sekolah yang dimiliki Hotel Quality Solo itu mencetak tenaga siap pakai di industri hospitality dengan diploma yang lulusannya banyak diserap oleh hotel-hotel lain di kota itu.

Penggemar traveling, berkebun, membaca dan memasak ini mengaku punya obsesi dalam lima tahun ke depan Eresha sudah punya gedung sendiri untuk menyelenggarakan pendidikan yang terpadu itu. (hilda.sabri@bisnis.co.id)

bisnis.com

 

Sosok »

  • Work hard, play hard

    Refida Herastuti
    Work hard, play hard

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Ditopang bahasa gaul

    Maria Nainggolan
    Ditopang bahasa gaul

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Tak ingin ada batas dengan media

    Ella Haryanto
    Tak ingin ada batas dengan media

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Pertahankan merek tetap seksi

    Ana Mustamin
    Pertahankan merek tetap seksi

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Digerakkan oleh hati

    Maya Henrietta Camelia
    Digerakkan oleh hati

    Oleh: Hilda Sabri Sulistyo

  • Teguh bermusik dengan kesederhanaan

    Ebiet G. Ade
    Teguh bermusik dengan kesederhanaan

    Oleh: Th. D. Wulandari

Komentar

Beri Komentar