Bisnis Indonesia Online » Sosok




Sosok - Detail

Jumat, 20/06/2008 13:37 WIB

Elies Lestari Setiawan:
Tanpa embel-embel politik

oleh : Noerma Komalasari

Berbusana atasan feminin dipadu rok kasual, penampilan Elies Lestari Setiawan tampak santai. Ini berbeda ketika berjumpa dengan Bisnis sebelumnya yang lebih formal. Corporate Secretary PT Sierad Produce Tbk ini memang pintar membawa diri.

Pintar membawa diri merupakan refleksi dari sikap hidupnya. Dalam bekerja, Elies ingin selalu menyenangkan semua pihak secara profesional.

"Intinya, kita lakukan pekerjaan tanpa ada embel-embel politik. Selama mencintai pekerjaan kita pasti merasa nyaman dan akan bekerja maksimal," ujar perempuan yang lima tahun belakangan mengabdikan hidupnya di Sierad ini.

Sebelum hijrah ke Sierad, Elies sempat bekerja pada divisi penjualan sebuah sekuritas selama dua tahun. Keandalannya mempertahankan investor dan klien merupakan bekal bagi profesinya saat ini.

Pasalnya, tidak hanya tugas sebagai corporate secretary yang diembannya, dia juga membawahi investor relations dan corporate finance. Itu semua menuntut kepiawan berkomunikasi dengan investor dan publik.

"Pada dasarnya saya suka tipe pekerjaan yang memungkinkan saya bertemu banyak orang. Dulu saya bekerja di sekuritas sebagai sales, jadi untuk maintain investor dan klien saya bisa."

Padahal, Elies berlatar belakang pendidikan di bidang keuangan. Kepiawaian komunikasi yang mewarnai profesinya sekarang dia anggap sebagai anugrah yang didapatkan secara otodidak.

Elies mengecap pendidikan S1 bidang manajemen keuangan di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, kemudian dilanjutkan mengambil S2 di ranah yang sama di Universitas Bina Nusantara, Jakarta.

Agar semua pekerjaannya sesuai dengan jalurnya , Elies tak henti memperkaya diri dengan mempelajari segala sesuatu untuk memahami hal-hal yang melingkupi kondisi perusahaan yang sudah melantai di bursa sejak 1996 itu.

"Jangan sampai orang di luar perusahaan lebih tahu permasalahan di perusahaan saya."

Sementara itu, untuk tugas pada corporate finance, Elies dituntut mampu mengomunikasikan dengan baik masalah keuangan perusahaan, misalnya kepada kreditor. Dia pun selalu siap.

Jadi, kemampuan bicara dan kemampuan intelektual seorang corporate secretary harus seimbang. Semua itu dia ketahui dan pelajari melalui serangkaian pengalaman yang cukup memakan waktu.

Minimalkan kendala

Kalau tidak bisa mengomunikasikan masalah perusahaan dengan baik sudah pasti akan berdampak fatal terhadap kinerja perusahaan. Maka itu, Elies selalu meluangkan waktu menerima siapa pun yang menghubunginya.

Banyak klien dan investor menanyakan detail mengenai Sierad. Sierad adalah perusahaan yang terintegrasi mulai dari usaha pakan ternak, pembibitan ayam, hingga rumah potong ayam. Rumah potong ayam Sierad merupakan rumah potong ayam terbesar di Indonesia, klaim Elies. Kapasitasnya mencapai 8.000 ekor ayam per jam.

"Kendala pasti ada, tapi bagaimana kita bersikap profesional agar kendala bisa diminimalisasi."

lies mengaku beruntung dipersenjatai tim yang bekerja dalam suasana positif. Baik atasan maupun bawahan semua bekerja layaknya teman. Kondisi kerja yang nyaman di Sierad merupakan salah satu nilai yang menguatkan totalitasnya dalam bekerja.

Totalitas bekerja ditunjukannya dengan terjun langsung ke lapangan. Elies pun tidak ragu untuk melakukan kunjungan ke lokasi pembibitan ternak yang berada di tempat terpencil.

Elies pun mengeluarkan energi ekstra agar total bekerja. Saban hari dia meninggalkan kantor rata-rata pukul 19.00, tetapi setumpuk pekerjaan kantor yang bisa dilakukan di rumah dibawanya pulang.

Kalau ada pekerjaan yang mendesak, dia pun tidak enggan meluangkan waktu senggangnya pada akhir pekan untuk melahap pekerjaan. Kendati demikian, Elies tetap bisa membagi waktu berkumpul santai dengan teman-temannya.

"Seperti sekarang, hitungannya saya bekerja di akhir pekan ini berbincang dengan Mbak. Namun, selepas ini saya masih bisa ngumpul bersama teman-teman," jelasnya kepada Bisnis. (redaksi@bisnis.co.id)

bisnis.com

 

Sosok »

  • Menjadi pribadi seimbang

    R. Novianti Hardi
    Menjadi pribadi seimbang

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Bermental herder

    A. Kasandra Putranto
    Bermental herder

    Oleh: Reni Efita Hendry

  • Nothing to loose

    Niken Rachmad
    Nothing to loose

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Work hard, play hard

    Refida Herastuti
    Work hard, play hard

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Ditopang bahasa gaul

    Maria Nainggolan
    Ditopang bahasa gaul

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Tak ingin ada batas dengan media

    Ella Haryanto
    Tak ingin ada batas dengan media

    Oleh: Noerma Komalasari

Komentar

Beri Komentar