Bisnis Indonesia Online » Sosok




Sosok - Detail

Jumat, 27/06/2008 12:44 WIB

Maya Henrietta Camelia:
Digerakkan oleh hati

oleh : Hilda Sabri Sulistyo

Memberikan layanan personal bisa menghasilkan keuntungan yang optimal. Itulah prinsip Maya Henrietta Camelia dalam menjalankan bisnisnya. Bagi Presiden Direktur PT Mavika Milestone Solution yang bergerak di bidang property management ini, keuntungan bukan diukur dari materi semata.

Berdasarkan pengalaman menggeluti bisnis ini lebih dari 17 tahun, terbukti layanan yang personal itu bisa melanggengkan hubungan bisnis, persaudaraan dan pertemanan dengan siapa pun kalau pelayanan itu datangnya dari ketulusan hati.

"Segala sesuatu yang digerakkan oleh hati tidak bisa tergantikan oleh apa pun," katanya memulai pembicaraan.

Menurut Maya, perhatian yang bersifat personal akhirnya akan mendekatkan satu dengan lainnya untuk saling membantu dan memperhatikan. Pengalaman menunjukkan meskipun perusahaan yang bergerak di bidang jasa properti menjamur, dalam hal memberikan pelayanan satu sama lain tidak bisa saling menjiplak.

Untuk bisa memberikan pelayanan yang lebih personal sesuai kebutuhan klien, Maya mengatakan perekrutan SDM dalam perusahaannya sangat penting. Paling sedikit ada empat kriteria dan karakter yang harus dimiliki, yaitu jiwa melayani, well organized dan bisa bekerja dalam tim, berorientasi ke hasil, dan bisa mencari solusi terbaik.

Orang akan menilai aksi nyata dari para stafnya. Jadi bukan sekadar menjadi usaha jasa yang menabur janji. Oleh karena itu, Maya mengaku sangat selektif memilih calon pegawai.

Sejak 1996, istri Victor Kandou ini yang juga dikenal dengan Maya Kandou, mulai mengelola gedung perkantoran dan residensial. Dia bergabung dengan PT Swadharma Primautama sepulang dari menimba ilmu di Amerika Serikat, dan sekitar lima tahun menjadi tenant manager Wisma 46 Tower. Setelah itu dia dipercaya menjadi property manager di Apartement Bona Vista.

Terjun ke bisnis jasa properti memang sudah dia lakukan sejak masih kuliah di Amerika Serikat. Periode 1991-1996 Maya bekerja sebagai executive leasing consultant di Dittmar Company, Virginia dan juga menjadi office manager di Bistro Francais Restaurant di Washington.

Didukung jaringan

Pada 2001 dia beralih dari bidang properti ke dunia penyedia jasa, dengan menjabat sebagai general manager di CEO SUITE, sebuah service office selama hampir enam tahun. Maya ikut membantu mendirikan beberapa center CEO SUITE yang ekspansinya lebih mengarah ke luar negeri seperti Kuala Lumpur, Singapura dan Shanghai.

Dengan pengalaman yang cukup luas itu dia membuka perusahaan sendiri yaitu PT Mavika Milestone Solution pada 2006. Maya didukung oleh jaringan yang setia karena kepercayaan mereka atas pelayanan pernah dia berikan. Hal itu terbukti dengan proyek pertama PT Mavika yaitu mengelola gedung perkantoran setinggi 32 lantai di daerah Kuningan.

Selama hampir dua tahun, perusahaannya juga dipercaya untuk mengelola gedung Menara Kuningan. Gedung perkantoran strata tittle baru yang terdiri dari 32 lantai ini penyewa terbesarnya adalah PetroChina. Selain itu, Menara Kuningan juga dihuni oleh beberapa kantor hukum, klinik kesehatan dan kursus bahasa Inggris.

Pada pertengahan tahun ini Maya juga dipercaya mengelola fPOD, sebuah konsep baru tempat pertemuan yang memberikan pengalaman unik dalam berbisnis yang dalam proses persiapan pembukaan. Ada 11 pod yang masing-masing didesain oleh 11 arsitek Indonesia ternama dan dilengkapi dengan berbagai alat teknologi tercanggih, seperti wifi, Internet, LCD, karaoke, DVD player.

"Biasanya kalau kita mau bikin pertemuan yang terpikir adalah cari ruangan di hotel bintang lima. Sekarang kegiatan meeting, gathering, training, exhibition bisa dilakukan di dalam mal FX building, " tuturnya.

niknya, kata Maya, tempat pertemuan yang berkapasitas enam sampai 30 orang ini, tidak hanya dapat digunakan untuk pertemuan bisnis, melainkan juga bisa untuk pertemuan santai dengan teman sambil berkaraoke, pesta ulang tahun, peluncuran buku, dan pelatihan.

Menjadi pemilik, komandan perusahaan, ibu dan istri memerlukan strategi tersendiri untuk menyeimbangkan kehidupan bisnis serta pribadinya. Maya tergolong wanita yang tidak ingin kehilangan momentum indah saat bersama keluarga dan teman dekatnya.

Oleh karena itu, kecanggihan teknologi komunikasi menjadi bagian hidupnya sehari-hari untuk berhubungan dengan Maureen Victoria Kandou, 6, dan Jonathan Francis Kandou yang masih balita, serta suami tercinta. Dari telepon genggamnya Maya juga bisa mengecek semua pekerjaan melalui Internet. Pembagian tugas dengan para manajernya dapat dilakukan secara real time.

Dia juga selalu menyempatkan waktu untuk menghadiri acara sekolah si sulung, seperti menghadiri kegiatan seni yang diikuti oleh anaknya. Maya paham betul tumbuh kembang anak tak lepas dari peran dan perhatian orang tua.

"Saya sangat bersyukur bisa seperti ini tidak lain adalah karena dukungan penuh suami dan keluarga besar. Sesibuk apa pun jangan kehilangan momentum keluarga dalam kehidupan kita," ujarnya. (hilda.sabri@bisnis.co.id)

bisnis.com

 

Sosok »

  • Work hard, play hard

    Refida Herastuti
    Work hard, play hard

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Ditopang bahasa gaul

    Maria Nainggolan
    Ditopang bahasa gaul

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Tak ingin ada batas dengan media

    Ella Haryanto
    Tak ingin ada batas dengan media

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Pertahankan merek tetap seksi

    Ana Mustamin
    Pertahankan merek tetap seksi

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Digerakkan oleh hati

    Maya Henrietta Camelia
    Digerakkan oleh hati

    Oleh: Hilda Sabri Sulistyo

  • Teguh bermusik dengan kesederhanaan

    Ebiet G. Ade
    Teguh bermusik dengan kesederhanaan

    Oleh: Th. D. Wulandari

Komentar

Beri Komentar