Bisnis Indonesia Online » Sosok




Sosok - Detail

Jumat, 18/07/2008 15:44 WIB

Maria Nainggolan:
Ditopang bahasa gaul

oleh : Noerma Komalasari

Apa jadinya bila konsultan dan trainer mengembangkan bisnis sendiri? Maria Nainggolan punya jawaban menarik. Menurut manajer pemasaran PPM Manajemen, pengalaman sebagai konsultan dan trainer yang pernah dikecapnya cukup membantu dalam mengembangkan bisnis.

Bersama seorang teman, Maria dan suaminya Rudy Victor Sinaga sempat berbisnis peternakan ayam di Sukabumi, Jawa Barat lima tahun lalu. Sebelumnya, sebagai konsultan dia sering mendengarkan permasalahan yang ada dalam suatu korporasi dan mencarikan jalan keluar.

Namun, sebagai pemilik peternakan yang diposisikan sebagai eksekutif, Maria berseberangan dengan profesinya dulu sebagai konsultan. Jabatan eksekutif dinilainya begitu seru dan menantang.

"Namun, menjadi eksekutif ternyata sulit, tidak semudah yang terlihat," ungkapnya.

Dalam setahun bisnisnya berhasil tiga kali panen. Bisnis peternakannya berkembang hingga memiliki 20.000 ekor ayam.

Sambil tertawa kecil dia melanjutkan cerita. Akibat belum banyak pengalaman dia dan suami sempat bingung untuk mendistribusikan hasil panen. Alhasil dia harus melepas ayam-ayamnya di tingkat harga yang tidak terlalu tinggi dengan marjin seadanya. Parahnya lagi, teman yang diajaknya berbisnis membawa lari keuntungan dan modal untuk meneruskan bisnis ayam tadi.

Maka usaha itu pun mandek. Itu tidak menjadi masalah bagi Maria, poin utama dalam mencoba bisnis sendiri bukanlah mengejar uang.

Dia pikir justru pengalaman jatuh bangun dalam berusaha dan bagaimana mengimplementasikan apa yang dipunyai ke kehidupan riil, sangat berharga. Dari pengalaman itu, dia dan sang suami tahu harus melakukan koreksi di mana.

Walaupun demikian, Maria tidak patah arang. Perempuan yang berdomisili di Cibubur ini sedang menjajaki bisnis kelapa sawit di Pekanbaru. Dia mengaku tidak bisa berhenti di satu bidang saja dalam jangka waktu lama. Maria ingin mencoba berbagai jenis bidang yang masih terkait dengan hal manajerial dan bisnis.

Ke depan, salah satu obsesi yang dipendam adalah menjalankan bisnis rumah makan masakan Tapanuli, dari tanah leluhurnya. Dalam pikirannya, celah bisnis masakan Tapanuli sangat besar dan begitu pula pasar yang bisa dibidik. "Rumah makan Batak masih jarang dan tidak terepresentasi dengan baik."

Berbagi ilmu

Maria senang membagi pengalaman dan ilmu yang dia punya. Dia berangan-angan bisa menularkan kebisaannya kepada karyawannya kelak. Perempuan yang telah lima tahunan menikahi Rudy ini berharap menjadi agent of change bagi banyak orang.

Anak kelima dari tujuh bersaudara ini memang mewarisi bakat ibunya yang seorang kepala sekolah. Maria sangat menikamati saat dulu sempat menjadi trainer. Menjadi konsultan dan trainer tidak bisa ditimbang-timbang, keduanya begitu khusus di hati Maria. Bedanya dengan konsultan, sebagai trainer dia aktif mengajari para klien seputar manajemen dan bisnis.

Mantan konsultan dalam proyek irigasi kerja sama Kanada dan Indonesia ini mengedepankan totalitas di setiap bidang yang dikerjakan. Maka selepas jam kerja, dia sering membawa pekerjaan ke rumah.

Totalitasnya di setiap bidang juga ditunjukkan dalam hal detail. Setiap dia gagal melakukan sesuatu, poin yang menyebabkan kegagalan pasti dicatatnya.

Setiap catatannya disimpan rapi dan menjadi bahan evaluasi untuk mendapatkan kepribadian dan kualitas hidup yang lebih baik setiap harinya. Sebagai contoh, pada suatu saat selepas berdiskusi dengan sesama rekan, ada seorang rekan yang tersinggung.

Dia anggap kejadian itu sebagai suatu kesalahan dan mencatatnya. Pada hari kemudian Maria memperbaiki kesalahan dan mencari cara berdiskusi dan menyampaikan gagasan lebih baik lagi.

Saat ini Maria memegag misi penting sebagai ujung tombak PPM Manajemen S1 dan S2. Bersama timnya yang beranggotakan lima orang, dia sibuk memperkenalkan PPM Manajemen ke berbagai institusi. Dia berkeliling ke puluhan sekolah menengah atas negeri dan swasta, serta perusahaan besar dan kecil.

Dia tidak merasakan kesulitan dalam menyosialisasikan program PPM. Dia mampu beradaptasi dalam segala kondisi. Dengan bahasa komunikasi yang cair, Maria dengan mudah merangkul anak-anak sekolah. Tidak jarang dia mengeluarkan bahasa gaul menghangatkan suasana.

"Waktu saya bilang secara gitu loh baru mereka teriak, selanjutnya komunikasi berjalan lebih enak," kata Maria.

Lain lagi, cara berkomunikasi yang dibawanya ke perusahaan saat menyosialisasikan program PPM Manajemen. Pembawaannya ditata lebih formal tetapi tetap hangat.

Bagi Maria, selain adaptasi yang baik, kunci sukses lain yang dia tanamkan adalah tidak lelah untuk terus belajar. Belajar amat penting peranannya guna mendapatkan hari depan yang lebih baik lagi. (redaksi@bisnis.co.id)

bisnis.com

 

Sosok »

  • Nothing to loose

    Niken Rachmad
    Nothing to loose

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Work hard, play hard

    Refida Herastuti
    Work hard, play hard

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Ditopang bahasa gaul

    Maria Nainggolan
    Ditopang bahasa gaul

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Tak ingin ada batas dengan media

    Ella Haryanto
    Tak ingin ada batas dengan media

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Pertahankan merek tetap seksi

    Ana Mustamin
    Pertahankan merek tetap seksi

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Digerakkan oleh hati

    Maya Henrietta Camelia
    Digerakkan oleh hati

    Oleh: Hilda Sabri Sulistyo

Komentar

#1 - Ada perencana,ada pelaksana dan ada evaluator.

Tertarik akan pengakuan yang jujur dari ibu Maria tentang perkembangan bisnisnya.Memang kelihatannya hidup itu begitu,ada pembagian kerja.Ada yang pintar membuat rencana,namun melaksanakannya tidak mampu,harus orang lain.Pelaksanapun belum tentu obyektif menilai kerjaannya,dibutuhkanlah penganalisa,evaluator.Kalau perusahaan itu kecil,dirangkap semualah,tapi kalau sudah besar tidak mungkin lagi.Konsultanpun demikian halnya,memberi saran cenderung gampang,karena akan memanfaatkan semua teori,tetapi dilapangan lain lagi ceriteranya. Ok deh,salut atas pengakuannya.

B Simarmata - depok @ 24/07/2008 - 12:15 WIB dari 202.137.25.245 (docsis2-245)

Beri Komentar