Bisnis Indonesia Online » Sosok




Sosok - Detail

Jumat, 08/08/2008 12:04 WIB

A. Kasandra Putranto:
Bermental herder

oleh : Reni Efita Hendry

Sofa gaya Eropa yang empuk dan lampu pajangan gaya klasik menghiasai ruang kerja itu. Gordin warna merah marun semakin memberi kesan eksklusif dan mewah. Uniknya, di depan sofa itu terdapat tempat tidur bayi yang belum pernah saya temukan di ruang kerja di tempat lain.

Ternyata yang punya ruang kerja itu mempunyai bayi. ''Itulah enaknya bekerja di perusahaan sendiri bisa sambil mengurus anak-anak,'' kata A. Kasandra Putranto, Direktur Kasandra & Associates sambil tersenyum.

Hal itu dapat dimaklumi, karena ibu tiga anak yang juga sebagai psikolog ini paham benar bagaimana cara mendidik anak untuk mengoptimalkan tumbuh kembang pada periode golden age. Untuk itu Sandra, panggilan akrabnya, terus memberikan pendidikan, rangsangan, dan nutrisi yang lengkap untuk tumbuh kembang anak.

Keputusannya untuk mendirikan perusahaan sendiri itu bukanlah tanpa alasan, karena sebelumnya dia pernah bekerja di beberapa perusahaan untuk menambah wawasan dan cari pengalaman.

Posisi yang pernah dipegangnya kebanyakan pada bagian penjualan produk atau jasa. Dari pengalaman di beberapa perusahaan itu, dia pun mulai membuka usaha sendiri di bidang penjualan parsel yang berlangsung secara musiman. Selama tiga tahun usaha tersebut dilakoninya.

Setelah lulus kuliah, Sandra mulai bekerja tetap, dan mengawali kariernya di bagian marketing di perusahaan makanan siap saji. Dia juga pernah bekerja di beberapa hotel.

Banyak bidang perusahaan yang sudah diikutinya dengan bidang yang berbeda-beda, yaitu bagian marketing dan sumber daya manusia, yang tanggung jawabnya ada hubungan dengan ilmu psikologi.

Berbisnis sendiri

Setelah mendapat ilmu di berbagai perusahaan, dia mulai memberikan jasa pelatihan, seminar atau jasa penilaian terhadap penerimaan karyawan baru di perusahaan.

Dengan pertimbangan ingin mengikuti pertumbuhan dan perkembangan anak, serta setelah melalang buana ke beberapa perusahaan, dia pun memutuskan berdiri sendiri untuk memberikan jasa psikologi. ''Saya bergabung dengan teman-teman psikolog dengan bidang berbeda-beda, sehingga saling mendukung,'' kata Sandra.

Sepuluh tahun sudah dia menjalankan usaha tersebut, namanya semakin berkibar dan banyak dikenal orang. Menurut dia, profesi sebagai psikolog cocok bagi perempuan, karena waktu kerjanya tidak sampai larut malam dan tidak terikat dengan jam kerja yang ketat. Hal itu telah dibuktikannya, yang sebisa mungkin, sore sudah berada di rumah.

Sejak kecil Sandra ingin menjadi dokter, karena dia senang mengobati banyak orang. Setelah lulus SMA, pikirannya berubah. Dia memilih masuk ke Fakultas Psikologi UI, karena psikologi ilmu yang menarik yaitu bisa mempengaruhi orang.

Psikologi, lanjut alumnus Fakultas Psikologi UI 1986 ini, adalah ilmu yang bisa masuk ke kehidupan orang lain. Sandra pun menikmati bidang ilmu yang didalaminya.

enampilannya waktu remaja dan sekarang pun berbeda drastis. Dulu dia tomboi, kini feminin. Perubahan itu terjadi setelah dia mengikuti Sekolah Kepribadian John Robert Power, Rudy Wowor, Okky Asokawati Modelling. Ketika remaja, Sandra juga ikut-ikutan kakak perempuannya di ajang Pemilihan Abang dan None Jakarta. Dia terpilih sebagai None Jakarta Utara.

Bagi Sandra, tidak ada kata tidak, karena dia mempunyai mental herder. "Kalau ada yang minta sesuatu pada saya, saya selalu bilang bisa. Saya kalau punya mimpi selalu saya kejar sampai dapat. Saya memang punya mental herder," tegasnya.

Kiat sukses eksis memimpin perusahaan sampai sekarang, karena Sandra tetap mempertahankan mutu pelayanan, terus belajar, dan mendengar semua saran di sekeliling. Dalam waktu empat bulan terakhir, Dia mematangkan tiga divisi, yaitu divisi anak, divisi klinis dewasa, dan divisi korporat.

Konsepnya seperti rumah tumbuh. Perlahan-lahan. "Saya benar-benar menjalani prosesnya. Benar-benar asli saya kerjain sendiri," ujar perempuan yang akan meluncurkan buku berjudul Kupu-kupu itu.

Satu hal yang menjadi prioritas Sandra di dalam hidup adalah menjadi ibu dan istri yang baik. Dia harus tetap mengurusi anak-anak dan suami, sesibuk apa pun tetap melakukan kegiatan bersama-sama. (reni.efita@bisnis.co.id)

bisnis.com

 

Sosok »

  • Bermodal nekad

    Eugenia Siahaan
    Bermodal nekad

    Oleh: Th. D. Wulandari

  • Siap diandalkan

    Astri Sungkono
    Siap diandalkan

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Ketika hidup harus memilih

    Nina Agustriana
    Ketika hidup harus memilih

    Oleh: Th.D. Wulandari

  • Ingin jadi sumber inspirasi

    Anita Christiyanti
    Ingin jadi sumber inspirasi

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Sesuai mimpi

    Els Ramadhinta
    Sesuai mimpi

    Oleh: Th. D. Wulandari

  • Hasrat terus mencintai

    Faridah Lim
    Hasrat terus mencintai

    Oleh: Noerma Komalasari

Komentar

#1 - Peluang

Mbak tolong bagi - bagi peluang untuk bisnis sendiri, juga kalau boleh saya minta alamat rumah / telp yang bisa saya hubungi, thanks, salam Rere

Rere Rachmawati - Jakarta - Indonesia @ 15/08/2008 - 10:33 WIB dari 203.142.83.250 (mail.prudynamic.com)

Beri Komentar