Bisnis Indonesia Online » Sosok




Sosok - Detail

Jumat, 22/08/2008 16:56 WIB

Yuvlinda Susanta:
Cinta museum

oleh : Th. D. Wulandari

Museum mungkin sudah menjadi tempat yang tidak lagi menarik sebagai lokasi wisata bagi sebagian masyarakat Indonesia. Namun, tidak demikian menuru Yuvlinda Susanta atau yang akrab disapa Yuv.

Bagi Public Relation & Communication Manager Starbucks Coffee Indonesia ini, museum justu menjadi pilihan utamanya kala melancong ke luar negeri. Perempuan kelahiran Surabaya 2 Desember 1976 ini sangat menyukai berkunjung ke museum. Sebut saja Museum Mozart di Praha, Musee du Louvre, Paris, Chloss Schonbrunn Museum di Wina, dan beberapa museum klasik lain di Eropa. Itu adalah deretan museum yang pernah dikunjunginya.

"Saya pribadi sangat appreciate dengan museum, karena bisa jadi komoditas wisata seperti halnya di negara Eropa," ujar lulusan sastra Inggris Universitas Kristen Petra Surabaya ini dengan mimik serius.

Hal yang menurutnya patut menjadi perhatian sebenarnya beberapa museum di Jakarta tidak kalah indah dan menarik dibandingkan dengan museum di Eropa yang pernah dikunjunginya.

Selain itu, koleksi yang dipamerkan di museum Indonesia juga lebih lengkap dan istimewa jika dibandingkan dengan museum di negara lain.

"Kalau di Indonesia, luar biasa saat kita bisa ikut hanyut dalam kisah sejarah yang ditunjukkan lewat barang peninggalan yang dipajang di museum," ujarnya.

Dalam obrolan panjang disertai derai tawanya, Yuv bertutur tentang kecintaannya pada museum. Begitu cintanya, dia menjadi salah satu pencetus program corporate social responsibility Stabucks Coffee terkait kunjungan wisata ke beberapa museum di Jakarta, yaitu Museum Nasional, Museum Sejarah Jakarta (Fatahillah), Museum Wayang, Museum Seni Rupa & Keramik, dan Museum Tekstil.

Kemampuan komunikasi

Dengan berbekal kemampuan pengalaman kerja dan komunikasi yang baik, ibu tiga anak yang pernah mengenyam pendidikan di London School of Public Relation ini cukup sukses menjalankan program tersebut.

"Kuncinya kita bisa mengomunikasikan apa yang akan disampaikan kepada publik dengan bahasa yang baik. Selain itu adalah kerja sama dengan banyak pihak," ujar Yuv menyampaikan kunci suksesnya sebagai public relation (PR).

Komunikasi yang baik menjadi kunci utamanya. Namun, bagi perempuan berparas ayu ini, suksesnya berkarier di dunia PR bukan hanya karena kemampuan komunikasi yang baik, melainkan ada banyak aspek pendukungnya.

Beberapa aspek pendukung yang dimaksud adalah pengalaman kerja, dukungan banyak pihak, kerja sama dalam tim, dan selalu kreatif dan orisinal dalam menciptakan program PR.

Berbicara tentang pengalaman kerja, Yuv mengaku banyak menimba ilmu PR dari perusahaan sebelumnya yang memosisikan dirinya sebagai orang PR. Diawali dengan posisi PR & Government Relations Officer PT Kaltim Prima Coal yang telah memberinya pengalaman sebagai PR untuk pertama kali sejak dirinya lulus sarjana.

Setelah itu dia bergabung selama lima tahun di PT Coca Cola Bottling Indonesia dengan posisi terakhir sebagai manajer PR.

Dari banyak pengalaman di divisi PR itu yang membuat putri pasangan Aris Yuwono dan Eviana Quintanastuti merasa tertantang untuk bergabung dengan salah satu gerai kopi terbesar di Indonesia, Starbucks Coffee Indonesia.

"Satu hal penting dilakukan adalah sebisa mungkin kita luncurkan program orisinal yang akan memosisikan perusahaan sebagai program leader."

ejenak Yuv mengibaskan rambut sebahunya. Kemudian dia menjelaskan program kunjungan ke museum yang, menurutnya, belum pernah dilakukan oleh perusahaan lain.

Dia berharap program kunjungan ke museum yang diprakarsai oleh Starbucks ini bisa membangkitkan minat orang untuk mencintai dan menjaga khasanah budaya Indonesia.

"Bayangkan, saya berkunjung ke museum Mozart itu menurut saya tidak ada apa-apanya, hanya gambar Mozart, sedangkan yang lainnya tidak menarik. Masih bagus museum di Indonesia," ujarnya.

Perhatian ini yang membangkitkan keinginannya untuk semakin fokus pada misi budayanya. Jika saat ini dia memiliki pengalaman banyak dengan dunia PR, cita-cita menjadi PR yang berhubungan dengan budaya menjadi mimpinya.

Namun, bagi Yuv, saat dirinya kini mendapat peran sebagai PR Manager di Starbucks saja, sudah lebih dari cukup. Tentu tugas ini akan diembannya sebaik mungkin. "Semasa hayat masih di kandung badan," ujarnya dengan derai tawa panjang. (wulandari@bisnis)

bisnis.com

 

Sosok »

  • Bermodal nekad

    Eugenia Siahaan
    Bermodal nekad

    Oleh: Th. D. Wulandari

  • Siap diandalkan

    Astri Sungkono
    Siap diandalkan

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Ketika hidup harus memilih

    Nina Agustriana
    Ketika hidup harus memilih

    Oleh: Th.D. Wulandari

  • Ingin jadi sumber inspirasi

    Anita Christiyanti
    Ingin jadi sumber inspirasi

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Sesuai mimpi

    Els Ramadhinta
    Sesuai mimpi

    Oleh: Th. D. Wulandari

  • Hasrat terus mencintai

    Faridah Lim
    Hasrat terus mencintai

    Oleh: Noerma Komalasari

Komentar

#1 - minta saran

salam kenal saya dwi saya ingin sekali berbisnis tapi saya tidak tau harus memulai dari mana. usai saya 20tahun mohon petunjuk nya dwi 085277733335

dwi - medan/indonesia @ 24/08/2008 - 04:13 WIB dari 125.162.48.217 (217.subnet125-162-48.speedy.telkom.net.id)

Beri Komentar