Bisnis Indonesia Online » Sosok
Sosok - Detail
Jumat, 29/08/2008 12:17 WIB
Lanny Hendra:
Ingin punya kedai kopi
oleh : Noerma Komalasari
Banyak hal di luar karier korporasi yang ingin ditekuni Lanny Hendra pada masa mendatang. General Manager Wealth Management Consumer Banking Standard Chartered ini ingin mencoba berbisnis di bidang yang agak jauh dari lahan yang digelutinya saat ini.
Dia berangan-angan bisa membuka coffee shop di salah satu pojok Jakarta. Diferensiasi tetap ditonjolkan. Nantinya dia ingin menyuguhkan sajian dan atmosfer yang berbeda.
'Warung kopi'-nya tidak akan menonjolkan makanan ringan ala barat seperti yang ada selama ini. Jajanan pasar akan menjadi salah satu pilihan di buku menu. "Saya ingin menyediakan makanan tradisional Indonesia. Jadi [pengunjung] sambil ngopi bisa mencicipi makanan yang agak jarang ditemui di tempat biasa," ujarnya bersemangat.
Keinginan tersebut harus ditahan untuk beberapa tahun. Pasalnya, ritme kerja saat ini dan urusan rumah tangga masih menyita waktu dan perhatian. Kedua anaknya masih kecil, putri pertamanya, Isabel saat ini berusia tujuh tahun, terpaut beberapa tahun dengan Emily anak kedua.
Lanny sendiri sehari-hari disibukkan dengan beragam aktivitas consumer banking. Bidang kerjanya menuntut totalitas. Persinggungan yang kuat langsung dengan klien mendorong dia dan tim untuk selalu aktif berinovasi.
Industri wealth management saat ini berkembang amat pesat. Sekitar 15 tahun lalu, bendera asing masih mendominasi bisnis wealth management. Namun, belakangan perusahaan asli dalam negeri banyak yang menerjuni bidang serupa.
Konsumen memiliki banyak pilihan, kompetisi pun semakin ketat. Lanny tidak boleh santai. Dia membawa timnya untuk selalu mencari peluang. Hal itu penting, karena permintaan produk yang tinggi di pasaran.
Memimpin tim bukan perkara mudah, tetapi juga bukan hal yang sulit baginya. Dia menjaga kualitas komunikasi ke bawahan langsung yang berjumlah enam orang, dan mereka membawahi puluhan orang.
Pertemuan rutin yang kerap digelar merupakan ajang mengolah ide segar dan evaluasi kerja. Lanny terus berstrategi, selalu melihat pasar dan tren akan bergerak ke mana. "Saya orang yang tidak setengah-setengah, semua saya kerjakan all out."
Bisnis di luar kantor baru akan dijalani setelah anaknya agak besar, saat mereka tidak terlalu menuntut perhatiannya. Dia berencana akan terjun ke bisnis industri makanan karena suka bidang tersebut dan melihat pasar yang masih terbuka.
Total dalam bekerja
Totalitas dalam bekerja dia tunjukkan juga di tempat kerja sebelumnya. Sebelum bergabung di Standard Chartered, Lanny sempat bekerja beberapa tahun di Commonwealth Bank Australia.
Bekerja di Negeri Kanguru merupakan pilihannya selepas menamatkan kuliah di sana. Lanny adalah sarjana dalam bidang akunting dari Universitas Macquarie di Sydney, Australia.
Setelah dua tahun mencicipi bekerja di Commonwealth, istri dari Harry Teo-profesional di industri makanan ini- memutuskan kembali ke Tanah Air.
Dia pun melamar ke Citibank dan diterima sebagai salah satu staf yang ditaruh hampir di semua lini yang dimiliki Citi. "Saya kaya akan pengalaman. Semua pernah saya jajal, mulai dari back end sampai front end," ujarnya.
Setelah 13 tahun mengabdikan diri di Citi, Lanny pun meloncat ke Standard Chartered. Semua lingkup pekerjaannya kebanyakan masih terkait consumer banking.
Lanny tidak hanya total saat bekerja, prinsip tersebut juga dipakainya saat menikmati liburan. Sebisa mungkin waktu liburan dipakainya untuk menyegarkan fisik dan pikiran setelah bekerja keras.
Biasanya dia dan keluarga bepergian ke Australia atau Bali, setahun dua kali bergiliran. Selain dua tempat tersebut, mereka juga kerap pelesir ke tempat lain yang seru.
Sebisa mungkin, tempat yang dituju memiliki pantai dan taman. Perempuan cantik ini senang memanjakan anaknya, Isabel dan Emily yang amat menyukai taman dan pantai.
Setelah lelah bekerja selama lima hari dalam seminggu, Lanny masih menyempatkan membagi waktu untuk anaknya pada akhir pekan. Dia mengorbankan waktu untuk diri sendiri, merawat badan dan rambut di salon ditukar dengan waktu bermain dengan anak.
Keluarga merupakan titik terpenting di dalam hidupnya. Selama ini dia lebih menomorsatukan kepentingan keluarga daripada kepentingan pribadinya.
Hidupnya yang sangat dinamis dengan segudang kesibukan dijalaninya dengan senang. Lanny mengaku cukup stabil untuk menjalani semua kesibukannya. Dia mampu menyenangkan diri di saat melalui masa sulit, artinya dia pintar mengelola mood.
Kunci keberhasilannya adalah fokus terhadap apa yang dijalani. Dia menyadari, semua hal tidak bisa berada di dalam genggaman dalam satu waktu. Makanya, harus ada prioritas yang didahulukan.
Lanny memiliki keinginan lain yang cukup sederhana yakni bisa lebih banyak mengalokasikan waktu untuk kesenangan pribadi saat anaknya beranjak dewasa, seperti bermain piano sepuasnya dan membaca buku. (redaksi@bisnis.co.id)
bisnis.com
Sosok »
Arum Indriasari
Ditopang meditasiOleh: Th. D. Wulandari
Eugenia Siahaan
Bermodal nekadOleh: Th. D. Wulandari
Astri Sungkono
Siap diandalkanOleh: Noerma Komalasari
Nina Agustriana
Ketika hidup harus memilihOleh: Th.D. Wulandari
Anita Christiyanti
Ingin jadi sumber inspirasiOleh: Noerma Komalasari
Els Ramadhinta
Sesuai mimpiOleh: Th. D. Wulandari
Faridah Lim
Hasrat terus mencintaiOleh: Noerma Komalasari
Antonio Syafi'i
Luncurkan buku Intervensi AllahOleh: Lahyanto Nadie
Fransisca Kallista Arnan
Tak seru bila hanya kuliahOleh: Th. D. Wulandari