Bisnis Indonesia Online » Sosok




Sosok - Detail

Jumat, 29/08/2008 12:19 WIB

Sri Mulyani Indrawati:
Masuk deretan perempuan paling berpengaruh di dunia

oleh : Sutan Eries Adin

Senang rasanya menyaksikan nama orisinal Indonesia, tepatnya Jawa, terselip di antara deretan jeneng asing dalam daftar 100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia yang diluncurkan majalah Forbes.

Di peringkat ke-23 tertulis nama Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan merangkap Pelaksana Tugas Menko Perekonomian, yang kerap disapa Mbak Ani.

Prestasi Mbak Ani terasa fenomenal. Dia bukan hanya termasuk dalam 25 besar daftar perempuan berpengaruh yang dipuncaki oleh Angela Merkel, Kanselir Jerman, yang telah menduduki tempat tersebut selama tiga tahun berturut-turut.

Peringkat Ani lebih terhormat dibandingkan dengan tokoh perempuan dunia seperti capres gagal AS Hillary Rodham Clinton, tokoh perempuan Myanmar Aung San Suu Kyi atau selebritas dengan penghasilan terbesar Oprah Windfrey.

Dalam pertimbangannya, Kate Macmillan dari Forbes menulis sejak ditunjuk sebagai Menkeu pada 2005, Ani mampu menambah kocek cadangan devisa Indonesia ke angka US$50 miliar, satu catatan tertinggi dalam sejarah perekonomian Indonesia. Penanaman modal asing juga meroket ketika urusan keuangan Indonesia ditanganinya.

Ani, yang baru genap 46 tahun, dia lahir di Tanjung Karang pada 26 Agustus 1962, juga dianggap berani memerangi korupsi, mampu menciptakan insentif pajak dan mempermudah ketentuan perizinan investasi.

Menurut Macmillan, keberhasilan Sri Mulyani berbuah promosi ketika pada Juni dia ditetapkan menjadi Pelaksana Tugas Menko Perekonomian.

Sepak terjang perempuan berkaca mata ini mendapat perhatian dunia secara lebih besar ketika pada Septembet 2006 dia dinobatkan sebagai Menkeu terbaik Asia oleh Emerging Markets yang diumumkan di sela-sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura.

Di dalam negeri, namanya mulai diperhatikan banyak kalangan, terutama pejabat pemerintah dan pelaku ekonomi, ketika Sri Mulyani menduduki posisi Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998.

Sejak saat itu, Sri Mulyani boleh dibilang menjadi salah satu pengamat ekonomi yang paling sering dimintai komentarnya oleh media massa nasional. Indonesia ketika itu masih dirundung krisis ekonomi yang dahsyat.

Komentar sinis

Suka atau tidak suka, kedatangan International Monetary Fund (IMF) ke Indonesia untuk mengatasi krisis ekonomi atas undangan Presiden Soeharto sebelum tumbang dari tampuk kekuasaannya, menjadi 'berkah' tersendiri bagi Mbak Ani.

Pasalnya, pandangan ekonomi Sri Mulyani dianggap memang pro-IMF. Dengan nada sinis, kolega sesama ekonom memberi predikat kurang enak kepada perempuan ini, Ani adalah antek IMF.

Komentar sinis tersebut seperti mendapat pembenaran ketika Sri Mulyani berangkat ke Atlanta, AS, untuk menjadi konsultan Usaid pada 2001-2002. Padahal saat ini, Ani dianggap cukup dekat dengan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Lalu kariernya bersama lembaga donor internasional itu semakin melejit saat Ani ditunjuk menjadi Direktur Eksekutif IMF untuk wilayah Asia Tenggara.

Latar belakangnya bersama IMF menjadi sorotan ketika dia ditunjuk sebagai Menkeu setelah menduduki Kepala Bappenas/Meneg Perencanaan Pembangunan Nasional. Dia dianggap membawa kepentingan lembaga donor dunia tersebut.

"Saya ini seorang dari 34 orang yang diangkat dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Jadi programnya saya rasa bukan berdasarkan selera pribadi atau satu lembaga, tetapi [berdasarkan] keputusan bersama," ujar Ani membela diri suatu kali.

Di tengah terpaan isu sebagai kaki-tangan lembaga donor asing tepatnya AS, Ani malah dipercaya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melaksanakan tugas-tugas Menko Perekonomian sepeninggal Boediono yang hijrah menjadi Gubernur Bank Indonesia.

Lepas dari pro kontra itu semu, kini Dr. Sri Mulyani Indrawati membuktikan diri, paling tidak menurut Forbes, bahwa dia pantas dipandang sebagai perempuan besi dan punya pengaruh. Terus berjuang Mbak Ani. (eries.adlin@bisnis.co.id)

bisnis.com

 

Sosok »

  • Bermodal nekad

    Eugenia Siahaan
    Bermodal nekad

    Oleh: Th. D. Wulandari

  • Siap diandalkan

    Astri Sungkono
    Siap diandalkan

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Ketika hidup harus memilih

    Nina Agustriana
    Ketika hidup harus memilih

    Oleh: Th.D. Wulandari

  • Ingin jadi sumber inspirasi

    Anita Christiyanti
    Ingin jadi sumber inspirasi

    Oleh: Noerma Komalasari

  • Sesuai mimpi

    Els Ramadhinta
    Sesuai mimpi

    Oleh: Th. D. Wulandari

  • Hasrat terus mencintai

    Faridah Lim
    Hasrat terus mencintai

    Oleh: Noerma Komalasari

Komentar

#7 - Slmt

Itu adalah hal trbsar yg mbak ani lakukan tuk bangsa ne.trus brjuang ya mbak demi kmjuan bgsa ini.smgt sllu.jgn lpa sllu ingt sm yang mha esa

Ade - Bdg @ 09/10/2008 - 05:08 WIB dari 91.203.96.16 (f96-016.opera-mini.net)

#6 - "Prestasi Perempuan Indonesia"

Selamat untuk Mba Ani! "Banyak bekerja, buahkan prestasi, harumkan nama bangsa"

Amir Karamoy - Jakarta/Indonesia @ 11/09/2008 - 08:26 WIB dari 118.136.214.230 (230.214.136.118.fast.net.id)

#5 - salut beuh

salut beuh........ seumoga sukses selalu

agus salim monev - lhokseumawe @ 10/09/2008 - 13:20 WIB dari 125.165.56.122 (125.165.56.122)

#4 - Banggalah Anak Negeri

Saya bangga ada anak negeri yg mendapat penghargaan dan diakui dunia. Kita memang besar jika kita berpikir besar. Terus berjuang untuk rakyat, bu Ani.

abdul rochman - tuban/indonesia @ 10/09/2008 - 07:09 WIB dari 69.64.89.119 (69-64-89-119.dedicated.abac.net)

#3 - Perempuan Tangguh

Sejauh ini prestasi Dr Ani ini sangat baik, dari segi manajemen Depkeu maupun Kinerjanya. Kebijakan yg diambil juga pro iklim usaha shg menciptakan lap kerja. Lalu, nama yg genuine Indonesia (Jawa) jg sangat membanggakan, krn sekarang banyak nama kita berubah menjadi nama Arab atau Eropa/Amerika. Sukses selalu mbak

Yaris Saputra - Bandung @ 04/09/2008 - 11:18 WIB dari 125.160.227.55 (55.subnet125-160-227.speedy.telkom.net.id)

Beri Komentar