Bisnis Indonesia Online » Sosok
Sosok - Detail
Jumat, 12/09/2008 12:14 WIB
Helny Noviana:
Keluar dari zona nyaman
oleh : Noerma Komalasari
Keluar dari zona nyaman dan merintis usaha sendiri bukan perkara mudah. Begitu pun bagi Helny Noviana. Mantan Kepala Corporate Communication merangkap Corporate Secretary Bursa Efek Indonesia (BES) ini kini membangun usaha baru berlabel Mark Asia.
Kendati demikian, lembaran baru tidak berbeda dengan masa sebelumnya, tetap diisi dengan semangat dan kerja keras. Sebagai presiden direktur di perusahaan yang bergerak dalam lingkup public relations, strategi marketing, dan event management, Helny bergerak lincah.
Belum genap setahun perusahaan berdiri, beberapa sekuritas besar seperti Sarijaya dan Mega Capital Indonesia memercayakan event mereka kepadanya. Belum lagi beberapa gelaran yang dipercayakan single regulatory organization (SRO).
Pada tahun pertama dia memang lebih banyak membidik dunia yang amat dikenalnya, yakni bursa. Maklum, 12 tahun dia dibesarkan dan mengabdikan diri di lantai bursa.
Helny mengawali karier di Bursa Paralel Indonesia dan BES. Perempuan yang sehari-hari berjilbab ini juga sempat mencicipi Bursa Efek Indonesia (BEI) sesaat setelah Bursa Efek Jakarta (BEJ) merger dengan BES.
Kini dia membawahi beberapa staf di bawah bendera barunya. Kepiawaiannya dulu menangani event BES menjadikannya dia dipercaya sebagai penyelenggara acara di berbagai tempat.
Pada awalnya Helny tidak memikirkan untuk membuat perusahaan sendiri. Alasannya memutuskan mengundurkan diri dari BEI pada awal tahun ini karena dia membutuhkan keleluasan waktu.
Saat itu Helny hamil tua, dia pikir nantinya akan membutuhkan waktu lebih banyak untuk mengurus keluarga dan membesarkan empat anak. Selain itu, dia juga ingin lebih berkonsentrasi kepada program S2 di bidang marketing communications di London School of Public Relations yang tengah diambil.
"Uniknya saya masuk bursa di saat BPI dan BES merger, keluar juga waktu merger [BES dan BEJ]," tuturnya sambil tertawa.
Setelah mengundurkan diri dan beristirahat sejenak, ada kawan yang meminta bantuannya menangani satu acara. Kawan tersebut memberi semangat, sehingga Helny pun berpikir untuk membuat perusahaan sendiri.
Membuat event dan menanganinya dengan baik memang sudah makanan sehari-hari perempuan yang sempat tinggal di Jayapura ini. Selama 12 tahun bekerja di BES, dia dan tim internal lah yang menangani beragam event seperti pemilihan emiten terbaik hingga rapat umum pemegang saham tahunan.
Kreasi Helny dan kawan-kawannya tidak monoton, terkadang event dibuat ala kerajaan atau taman. Tim bekerja sigap mengurus hingga detail terkecil.
Perempuan kelahiran Serang, 36 tahun lalu itu sudah terbiasa 'panas dingin' apabila sesuatu hal berjalan tidak semestinya. Terkadang dia melakukan improvisasi untuk menjaga event tetap berlangsung normal.
"Misalnya pernah ada kabel yang tertinggal. Namun, kita profesional dan menyikapi dengan baik, para tamu pun puas dan mengira memakai jasa event organizer."
Sama seperti saat di BES, kini dia menjadi konseptor plus terjun langsung menangani suatu event. Hanya bedanya anggota timnya berganti.
Di Mark Asia dia mempekerjakan beberapa orang yang dibagi per divisi. Semua dipastikannya menjalankan tugas sesuai porsi dan kemampuan masing-masing.
"Di sini saya menjadi tempat bergantung banyak orang. Saya bersyukur, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi orang lain."
Positif dan unik
Kunci keberhasilan suatu event berjalan sukses adalah berpikiran positif dan unik. Dia rajin membaca dan jalan-jalan ke beragam tempat untuk menemukan ide segar yang lain daripada yang lain.
Tidak ada cerita baginya untuk pasrah membuat event yang biasa-biasa saja. Misinya adalah selalu menyelenggarakan event yang berkesan.
Acara menjadi berkesan apabila undangan yang datang menikmati acara hingga akhir. Kesuksesan suatu acara juga ditandai oleh keberhasilan undangan menangkap pesan, kesan, dan citra yang ingin disampaikan kliennya.
"Nggak mau kan kalau tamu pulang hanya terkesan kemewahan acaranya. Makanya saya selalu memberikan sesuatu yang out the box."
Semua persiapan dilakukan semaksimal mungkin. Semua harus senada, mulai dari undangan hingga kostum pembawa acara. Dia menontohkan saat acara perpisahaan BES dengan para pemegang saham sebelum merger dengan BEJ beberapa waktu lalu. Konsep acaranya adalah kipas, semua senada dan ada keterkaitan dengan kipas.
Kipas sendiri adalah gambaran simbolis untuk memulai suatu yang baru dengan baik tanpa melupakan masa lampau.
Helny menikmati 12 tahun kerja kreatifnya di lantai bursa. Maka itu saat memutuskan untuk membuat usaha sendiri dia membuat perusahaan yang mendayagunakan jasa kreatif. "Tahun ini adalah tahun pembuktian, tahun kerja keras." (norma.sari@bisnis.co.id)
bisnis.com
Sosok »
Susanti Nurmalawati
Semua bisa dipelajariOleh: Th. D. Wulandari
Yvette Switalski
Gudang ide gilaOleh: Noerma Komalasari
Arum Indriasari
Ditopang meditasiOleh: Th. D. Wulandari
Eugenia Siahaan
Bermodal nekadOleh: Th. D. Wulandari
Astri Sungkono
Siap diandalkanOleh: Noerma Komalasari
Nina Agustriana
Ketika hidup harus memilihOleh: Th.D. Wulandari
Anita Christiyanti
Ingin jadi sumber inspirasiOleh: Noerma Komalasari
Els Ramadhinta
Sesuai mimpiOleh: Th. D. Wulandari
Faridah Lim
Hasrat terus mencintaiOleh: Noerma Komalasari
Komentar
#1 - Zona nyaman
Salut kpd Ibu helny yg berani keluar dr zona nyaman .... saat ini sy pun jg py keinginan utk klr dr zona nyaman cm syg sy tdk berani mengambil resiko . sbg gambaran sy adlh sorang mgr marketing dibidang pelumas yg sdh 12 thn lamanya bekerja , mohon kpd Ibu Helny mau membagi pengalaman nya wkt memustuskan keluar . txs
Alung - semarang @ 31/10/2008 - 08:47 WIB dari 125.163.201.206 (206.subnet125-163-201.speedy.telkom.net.id)