Bisnis Indonesia Online » Sosok
Sosok - Detail
Jumat, 19/09/2008 11:17 WIB
Fransisca Kallista Arnan:
Tak seru bila hanya kuliah
oleh : Th. D. Wulandari
Bertemu dengan perempuan satu ini serasa seperti bertemu dengan orang muda yang penuh inspirasi. Selain cantik, lembut, dan pintar, pemilik nama lengkap Fransisca Kallista Arnan ini ternyata dilahirkan sebagai sosok serba bisa dan penuh semangat.
Sejak dua tahun lalu perempuan yang akrab disapa Chika ini dipercaya menjabat sebagai product manager sekaligus asisten wakil direktur Citibank N.A Indonesia.
Di sela-sela kesibukan kerjanya, ada banyak cerita menarik bagi anak kembar dari tiga bersaudara yang pernah menempuh pendidikan di Negeri Kanguru, Australia, ini.
Usai menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas Tarakanita, Jakarta, perempuan berkaca mata ini mengikuti anjuran kedua orang tuanya untuk meneruskan pendidikan ke Australia.
Pada 1999 Chika bersama saudara kembarnya menuju Negeri Kanguru tanpa ditemani kedua orang tua. "Saya sebenarnya tertarik untuk kuliah di Bandung, tetapi orang tua minta kami ke Australia, karena mereka mau mengajari kami mandiri," ujar Chika yang ditemui Bisnis saat jam makan siang.
Jika saudara kembarnya memilih jurusan desain grafis, Chika memilih jurusan manajemen marketing. Pada awalnya Chika memilih diploma bisnis di Monash College dan dilanjutkan ke jurusan bisnis di Monash University, Australia.
Uniknya, meskipun serius dengan pendidikannya dua saudara kembar ini ternyata sama-sama memiliki hobi seni. Hobi seni itu dilatarbelakangi kemampuan keduanya menari balet yang sudah belasan tahun diasah di sekolah balet Namarina Jakarta.
Chika sering diminta pihak konsulat Australia untuk tampil menari balet dan tarian lain di berbagai pentas budaya. Hobi seni semakin serius kala Chika bertemu dengan mahasiswa Indonesia lain sesama pehobi seni hingga akhirnya mereka membuat satu komunitas untuk mengembangkan proyek film.
Beberapa proyek film memosisikan Chika bertanggung jawab pada pekerjaan pemasaran seperti Tusuk Jelangkung dan Aku, Dia, dan Mereka.
Bahkan, Chika menjadi pelopor berdirinya komunitas Kalacakra, komunitas mahasiswa Indonesia yang hobi seni. Komunitas ini sangat eksis hingga dikenal di kalangan akademia University of Melbourne.
Kerja paruh waktu
Kesibukan kuliah dan aktivitas seni itu ternyata masih menyisakan energi dan waktu bagi Chika untuk bekerja paruh waktu. Selain bekerja sebagai guru bahasa, Chika juga pernah bekerja di Australian Stoctaking Services dan petugas data entry di Sodex Ho Food Services.
"Saya juga pernah jaga counter minuman buble tea Quickly. Tidak seru kalau hanya kuliah sementara kita mendapat hak kerja paruh waktu 20 minggu di visa," ujar lajang kelahiran Jakarta 20 Maret 1981 ini.
Lebih unik lagi, karena proyek seni yang wajib diselesaikan bersama Kalacakra, Chika juga memutuskan melanjutkan pendidikan master bidang periklanan di Royal Melbourne Institute of Technology.
Karena biaya pendidikan yang dia dapatkan dari kedua orang tuanya sangat pas-pasan, Chika tetap melanjutkan pekerjaan paruh waktu hingga pada akhirnya dia harus kembali ke Jakarta.
Sekembalinya dari Australia, Chika langsung melayangkan surat lamaran ke Citibank N.A Indonesia yang akhirnya memberinya peluang karier di perusahaan perbankan ini hingga saat ini.
Lebih istimewa, dia mendapat kesempatan untuk mengikuti management associate (MA), program khusus bagi calon pemimpin Citibank yang dijalaninya pada 1,5 tahun pertama.
Setelah menggarap tiga proyek MA di divisi marketing untuk produk kartu, operasional teknologi, dan divisi penjualan distribusi kartu, perempuan berambut sebahu ini akhirnya dinyatakan lulus dan dianggap layak menjadi salah satu kandidat calon pemimpin Citibank masa depan.
Bukan tanpa alasan, selama mendapat tanggung jawab pekerjaan di setiap divisi, sebagai seorang fresh graduate Chika ternyata mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Dia mampu meraih penghargaan dari perusahaan berupa Service Excellence Award 2006 dan Indonesia Card Business Award of Recognition January to June 2008.
Perlahan-lahan, jenjang karier itu dipersiapkan perusahaan untuk menempatkan Chika di beberapa posisi strategis, termasuk saat ini dipercaya menjabat sebagai project manager untuk Citibank Clear Card dan Citibank Cash Back Card.
"Hampir lima tahun saya bekerja di Citibank dan memberi banyak pengalaman dan proses belajar yang terus saya dapatkan setiap hari," ujar peraih posisi manajer pada usia 25 tahun ini.
Apalagi, selama bekerja di Citibank dia merasa bertemu dengan banyak orang hebat yang bisa mendatangkan inspirasi untuk sukses dalam karier sekaligus jadi mentornya.
Ke depan, eksekutif ini punya mimpi untuk mendirikan perusahaan sendiri. Namun, pada usianya yang masih relatif muda, proses belajar masih dia lakoni. Hingga tiba saatnya nanti, Chika akan benar-benar menjadi pemimpin. (wulandari@bisnis.co.id)
bisnis.com
Sosok »
Arum Indriasari
Ditopang meditasiOleh: Th. D. Wulandari
Eugenia Siahaan
Bermodal nekadOleh: Th. D. Wulandari
Astri Sungkono
Siap diandalkanOleh: Noerma Komalasari
Nina Agustriana
Ketika hidup harus memilihOleh: Th.D. Wulandari
Anita Christiyanti
Ingin jadi sumber inspirasiOleh: Noerma Komalasari
Els Ramadhinta
Sesuai mimpiOleh: Th. D. Wulandari
Faridah Lim
Hasrat terus mencintaiOleh: Noerma Komalasari
Antonio Syafi'i
Luncurkan buku Intervensi AllahOleh: Lahyanto Nadie
Fransisca Kallista Arnan
Tak seru bila hanya kuliahOleh: Th. D. Wulandari