Bisnis Indonesia Online » Sosok
Sosok - Detail
Jumat, 26/09/2008 14:41 WIB
Faridah Lim:
Hasrat terus mencintai
oleh : Noerma Komalasari
Marketing sudah mendarah daging dalam diri Faridah Lim. Titian kariernya dalam dunia satu ini begitu gemilang. Terhitung sudah empat perusahaan yang mempercayai dirinya memegang jabatan kepala divisi marketing. Mulai perusahaan yang bergerak dalam penerbitan PT Prime World Centre hingga penyedia jasa rekrutmen tenaga kerja online PT Jobstreet Indonesia.
Dunia marketing begitu dinamis, alasan itulah yang membuatnya ingin terus berkiprah di sana. Divisi marketing merupakan ujung tombak keberadaan suatu perusahaan. Lajang satu ini paham butuh dedikasi dan totalitas untuk terus mengembangkannya.
Menurut dia, marketing itu nggak monoton, tetapi menarik. Orang marketing harus selalu bisa menciptakan sesuatu yang unik dan mengimplementasikannya.
Dia mencontohkan untuk bisa memenangkan persaingan di industri rekrutmen tenaga kerja online seperti Jobstreet, divisi marketingnya harus bekerja ekstra. Tidak bisa hanya duduk di belakang meja menghasilkan ide dan konsep yang berbeda dengan kompetitor. Namun, ide tersebut harus dikemas dan dijalankan dengan cara baru.
Makanya, Faridah dan dua bawahannya di divisi marketing Jobstreet tidak melulu menggelar sosialisasi yang itu-itu saja. Konsep seminar diubahnya menjadi acara bincang-bincang yang komunikatif dan sarat pesan.
Salah satu contohnya adalah acara yang diselenggarakan Jobstreet Indonesia bertemakan Women in Leadership 2008. Acara tersebut dinilainya mampu merangkul perempuan yang datang. Undangan tidak pulang dengan tangan hampa. Selepas acara, kesan yang dalam bahwa perempuan memiliki kekuatan untuk mewujudkan karier yang cemerlang juga didapat.
Totalitas dalam bekerja merupakan cerminan dari hal yang digemarinya. Penggila film ini suka tontonan yang sarat pesan. Salah satu film favoritnya adalah Up Close and Personal yang dibintangi Robert Redford dan Michele Pfeiffer pada 1996.
Film ini begitu membekas baginya. Mengisahkan bagaimana Michele Pfeiffer, gadis kampung yang memendam obsesi sebagai pembaca berita di satu stasiun televisi. Dengan segala kegigihan dan kerja keras, akhirnya Michele mendapatkan apa yang diinginkan. "Saya perfeksionis, untuk menyiapkan acara saya kadang menginap di lokasi. Orang marketing itu harus fleksibel dan gigih."
Fleksibilitas selalu ditunjukannya, tidak masalah dia harus makan lesehan bersama tim atau menjamu tamu di hotel bintang lima. Baginya, pengalaman tidak melulu harus diisi dengan bersenang-senang.
Perfeksionis
Kendati demikian, bekerja di dunia marketing merupakan suatu kesenangan tersendiri bagi anak ketujuh dari delapan bersaudara ini. Padahal orang tuanya, pasangan Santodin dan Lianawaty sempat menyuruhnya mengambil akuntansi sebagai jurusan kuliah.
Dikenal sebagai sosok perfeksionis sekaligus fleksibel merupakan nilai plus bagi Faridah. Rekan kerja pun sedikit demi sedikit mengikuti alur kerjanya sehingga gerak tim selalu kompak. "Sebisa mungkin saya menjaga tim berjalan alami, saya tidak berakting layaknya bos besar. Kami akrab, jalan bareng, pokoknya nggak kaku," ujarnya.
Menurut perempuan yang senang bersosialisasi ini, ada beberapa sikap yang harus dimiliki seorang marketer yang sukses. Hal pertama yang harus dimiliki adalah hasrat untuk terus mencintai dunia marketing.
Marketer harus jeli mencermati tren dan melihat peluang. Oleh sebab itu dituntut untuk selalu kreatif menciptakan hal-hal inovatif. Marketing itu berkaitan erat dengan pencitraan perusahaan. Berbeda dengan tugas tim penjual yang hanya berkonstrasi dalam hal penjualan. Dia berpendapat, sebaiknya tim marketing tidak disatukan dengan tim penjualan.
Marketing dan sales merupakan dua peran yang berbeda, orang marketing sudah tentu bisa menjadi salesman. Namun, salesman belum tentu bisa menjadi marketing. Tenaga marketing mengenal dengan baik produk yang dijual. Pasalnya, marketing lah yang menggagas ide, mengonsep hingga menggelar promosi produk tersebut, sementara tenaga penjual hanya bertugas menjual.
Faridah tahu benar, dia harus menyetel perannya saat bertemu orang yang berbeda karakter. Satu saat dia bisa tegas, tetapi pada saat lain dia bisa bertindak lebih halus. Jam terbangnya di dunia marketing diakui banyak pihak. Dia pun didaulat menjadi narasumber di beberapa program obrolan yang disiarkan langsung empat stasiun radio.
Perempuan berkulit putih ini empat kali dalam seminggu on air di Rase FM Bandung, Radio Kencana, Malang, dan Karavan FM Solo. Biasanya dia membagikan tips bagi pencari kerja.
"Saya senang berbagi banyak hal, misalnya bagaimana menyiapkan diri untuk menghadapi wawancara kerja sampai teknik negosiasi," paparnya.
Dunia marketing sudah berada dalam genggamannya. Bekal tersebut dijadikannya salah satu kekuatan untuk membangun bisnisnya sendiri. Sambil tertawa kecil, dia berharap suatu saat bisa mengelola restoran menu Italia yang menghidangkan beragam makanan lezat. (noerma.sari@bisnis.co.id)
bisnis.com
Sosok »
Susanti Nurmalawati
Semua bisa dipelajariOleh: Th. D. Wulandari
Yvette Switalski
Gudang ide gilaOleh: Noerma Komalasari
Arum Indriasari
Ditopang meditasiOleh: Th. D. Wulandari
Eugenia Siahaan
Bermodal nekadOleh: Th. D. Wulandari
Astri Sungkono
Siap diandalkanOleh: Noerma Komalasari
Nina Agustriana
Ketika hidup harus memilihOleh: Th.D. Wulandari
Anita Christiyanti
Ingin jadi sumber inspirasiOleh: Noerma Komalasari
Els Ramadhinta
Sesuai mimpiOleh: Th. D. Wulandari
Faridah Lim
Hasrat terus mencintaiOleh: Noerma Komalasari