Hati Frederica Widyasari Dewi sedang berbunga-bunga. Ketika ditelepon siang ini dia menjawabnya sangat riang. Tercermin dari kebahagiaan yang membuncah. "Terima kasih ya, saya sudah baca tulisannya," katanya kepada bisnis.com siang ini.
Tulisan yang dimaksud adalah artikel mengenai pertarungan antara Tim Ito Warsito dan Paket I Made Rugeh Ramia untuk memenangkan kursi direksi PT Bursa efek Indonesia (BEI) yang dimuat dalam edisi cetak Bisnis Indonesia, Rabu 24 Juli. Di sana terdapat perbandingan kekuatan dan kelemahan masing-masing calon direktur, termasuk posisi wanita yang pernah aktif sebagai artis sinetron itu.
Kiki, begitu panggilan akrabnya, saat ini tengah berada di kantor Bapepam-LK setelah paket Ito Warsito yang didukungnya tampil sebagai pemenang jadi direksi PT Bursa Efek Indonesia yang digelar pagi ini, mengalahkan paket I Made Rugeh Ramia.
Si cantik Kiki, begitu kalangan wartawan menyapanya, kini resmi menjadi direktur pengembangan usaha. Tugas yang berat sekaligus menantang bagi penggondol gelar MBA dari California State University of Fresno (USA) itu. Kiki memang terus mengukir karier di tengah usia muda namun cukup matang dalam dunia profesionalisme. Sosok Kiki yang baru menapak 34 tahun merupakan direksi di BEI termuda sepanjang sejarah pasar modal.
Saat ini perempuan yang masih melajang itu harus mencari penggantinya sebagai corporate secretary BEI. Maklum, bicara soal bursa, memang identik dengan gadis yang suka menggeraikan rambutnya itu.
Kiprah Kiki di pasar modal terbilang cukup panjang. Sebelumnya peraih sarjana ekonomi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu sebagai Kadiv Komunikasi Perusahaan dan Task Force Marketing Coordinator.
Di tengah kesibukannya, Kiki juga aktif sebagai member dari ASEAN Exchange Strategic Working Group & Marketing Working Group. Di dunia akademis, Kiki juga berkiprah dengan menjadi mengajar di Universitas Indonesia dan lembaga lainnya.
Organisasi bergengsi seperti Kadin Indonesia, pun dirambahnya. Kiki dikenal sebagai Wakil Ketua Komite Perbankan dan Permodalan Kadin, dan Pengurus Indonesia Corporate Secretary Association.
Untuk terus menambah pengetahuannya di industri pasar modal dia mengikuti berbagai kursus pasar modal dan leadership di dalam dan luar negeri antara lain US Securities & Exchange Commision, Korean Dealer Association, dan Georgetown University, Washington DC. (ln/lt)