"Terima kasih ucapan selamatnya, saya bisa menjalankan tugas jadi moderator capres dengan baik, karena doa dan masukan dari teman-teman FB semua. Semoga bisa meyakinkan pilihan capres yang cocok dengan hati," begitu tulis Aviliani di jaringan facebook-nya.
Aviliani menulis itu setelah begitu banyak rekan-rekan yang memberikan masukan dan pujian ketika dia tampil sebagai moderator acara debat capres pada pekan lalu. Ya, berjuta pasang mata tertuju kepada perempuan kelahiran Malang 14 Desember 1961 itu. Maklum, setelah dua kali debat capres, moderatornya laki-laki, Anies Baswedan dan Komaruddin Hidayat, dihujani kritik karena terkesan kaku.
Avi, begitu dia akrab dipanggil, sejak awal acara sudah mencairkan suasana. Maklum, yang dihadapi adalah calon orang nomor wahid di negeri ini. Mereka adalah capres Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono dan Muhammad Jusuf Kalla.
Jebolan Institut Pertanian Bogor untuk jenjang strata 3 (S3) bidang marketing itu, secara tulus mengucapkan terima kasih itu. Bertubi-tubi komentar ditujukan kepada Avi atas suksesnya menjadi modeator pada acara bergengsi itu.
Memang dunia layar kaca bukan hal asing bagi Komisaris Independen BRI itu. Bukan cuma persoalan ekonomi dan angka-angka yang rumit, tetapi Avi juga kerap muncul sebagai pembawa acara yang ringan dan lucu.
Padahal, dia bukan berlatar belakang pendidikan komunikasi atau jurnalistik. Perjalanan karirnya dimulai dari masa sulit pada waktu kuliah yang dilakoninya sambil bekerja buat membiayai hidupnya.
Setelah lulus kuliah dia mengajar di beberapa perguruan tinggi. Sebagai dosen, dia meraih bea siswa untuk meneruskan program S2 di bidang sosial politik.
Jalan makin terbuka bagi si cantik berambut pendek setelah dia bergabung dengan Indef (Institute for Development of Economics and Finance), suatu lembaga yang semakin mengokohkan karirnya sebagai seorang akademisi dan pengamat ekonomi.
Melalui Indef, Avi memasuki dunia keilmuan yang akhirnya membawanya menjadi peneliti terpandang yang membuatnya cukup sering dipanggil menjadi pembicara di berbagai seminar dan pelatihan.
Setelah makin populer sebagai selebritas, akan tetapi dunia akademi tak akan ditinggalkannya. Saat ini Avi tengah menyusun disertasi untuk memperoleh gelar profesor.