Santo Kadarusman

Santo Kadarusman

Agen perubahan

Jumat, 08/01/2010 10:46:32 WIBOleh: Th. D. Wulandari
Sebaik-baiknya manusia, yang terbaik adalah mereka yang paling berguna bagi orang lain. Dalam dunia kerja, puas dalam pekerjaannya adalah jika hasil kerjanya diakui dan memberi banyak perubahan positif bagi perusahaan.

Hal ini yang dirasakan Santo Kadarusman, Relationship Marketing, Advertising & Promotion Manager PT Hartono Istana Teknologi, perusahaan yang jauh lebih dikenal lewat merek produk elektroniknya, Polytron.

Sejak Santo bergabung dengan Polytron pada Juni 2005, banyak perubahan besar dirasakan perusahaan elektronik yang memiliki dua pabrik besar, di Kudus dan Semarang itu.

Pembawannya yang selalu riang, bersemangat, total dalam menjalankan tugas, dan senang bertemu banyak orang ini membawa perubahan besar bagi identitas Polytron yang makin terbuka dengan dunia luar.

Perubahan ini terwujud dalam semaraknya beragam iklan produk Polytron yang makin dikenal konsumen dan mudah diingat orang.

"Dulu, orang menganggap Polytron merek asal Jepang, padahal ini milik lokal. Sekarang semua orang sudah tahu, bahkan bangga dengan merek milik Indonesia ini," ujar pria yang lebih banyak menuntut pendidikan formalnya di Negeri Paman Sam ini.

Keterbukaan Polytron dengan dunia luar ini pula yang berhasil membawa sekoci bisnis ini meraih beberapa penghargaan.

Beberapa penghargaan sekaligus diraih tahun lalu, mulai dari The Best International Marketing Award, The Best Innovation in Marketing Award, Ozon Award, IGDS Award, Top Brand Award, dan ICSA Award.

Beberapa penghargaan bahkan sudah jadi langganan Polytron sejak 2 hingga 3 tahun lalu.

Bukan hanya itu saja, sebagai orang yang berperan sebagai jembatan antara perusahaan dengan para mitranya, Santo memiliki peran yang cukup signifikan dalam berbagai prestasi itu.

Salah satunya, saat dia mampu mempresentasikan dengan baik profil Polytron sebagai perusahaan yang masuk nominasi ajang penghargaan Marketing Award kelas dunia pada 2007.

Selain itu, Santo juga mampu mempresentasi dan menjawab semua pertanyaan dari para juri dalam ajang Anugerah Produk Terbaik kategori elektronik dan Anugerah Adi Produk Terbaik Asli Indonesia hingga meraih posisi sebagai pemenang utama.

Tetap bermutu

Semuanya itu tentu tidak akan membuahkan hasil yang maksimal jika tidak didukung oleh mutu dan kualitas produk Polytron itu sendiri.

Oleh karena itu selain berani tampil dan makin terbuka dengan pihak luar, lulusan sarjana periklanan dari University California of Los Angeles dan Master bidang administrasi bisnis American World University ini juga turut mendukung perubahan tampilan, desain, dan profil layanan purnajual Polytron.

"Ini bagian dari brand personality yang lebih fokus pada after sales service, memperkuat jalur distribusi, dan meningkatkan layanan bebas pulsa," papar pria berkacamata yang selalu berdandan rapi ini.

Memang, soal penampilan Santo selalu memberi perhatian khusus. Maklum, pehobi jalan-jalan, olahraga, dan membaca ini adalah mantan pramugara yang tentunya sangat peduli dengan penampilan dan sikap keramahan.

Siapa sangka, pria yang masih tampak segar pada usia yang sudah menginjak kepala lima ini pernah menjadi bintang iklan sekaligus pemain layar lebar pada era 1990-an.

Setelah sempat bermain dalam film layar lebar berjudul Kabayan, pria berpenampilan atletis ini juga sempat diminta menjadi bintang iklan produk minuman dan beberapa merek mobil mewah.

Jadi tidak heran jika untuk urusan membawa diri di depan banyak orang, berdiri di depan para hadirin, dan berbicara depan publik, bukan persoalan sulit buatnya.

Karena itu, Santo yang pernah bekerja di perusahaan periklanan, produk nutrisi untuk anak, televisi, dan perhiasan ini, disibukkan pula dengan beragam aktivitas pelatihan kekaryawanan di banyak perusahaan.

Tak terasa kegiatannya sudah semakin padat. Pria yang pernah memiliki usaha elektronik ini kini ingin lebih fokus pada pekerjaannya saat ini. Apalagi, ketiga anak dan istrinya mengaku kurang memiliki waktu bersama.

"Kalau sedang roadshow ke daerah-daerah atau memantau perkembangan divisi layanan purnajual, saya bisa setiap hari tidak pernah ada di rumah," ujarnya.

Tidak heran, Santo yang mengaku selalu senang dengan banyak tantangan ini berharap pekerjaannya menjadi lebih baik, termasuk kiprahnya yang bisa semakin memberi banyak manfaat bagi orang lain. (wulandari@bisnis.co.id)

Komentar

Sosok

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika