Rewina Mayangkari Isnanto

Rewina Mayangkari Isnanto

Jumat, 12/03/2010 12:05:12 WIB

Si kapten kecil

Oleh: Algooth Putranto
Nama dan sosok Rewina saya dengar dan harus dibayangkan pertama kali di Bandara Schiphol Amsterdam, akhir tahun lalu. Saat itu saya dalam perjalanan menuju Jakarta seusai meliput konferensi ke-13 Negara Pihak dari Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim (COP 13 UNFCCC) di Copenhagen, Denmark.

Ternyata, akhirnya saya berhasil bersua dengan Rewina seusai kemenangan tim komunikasi PT Petrosea Tbk dalam IPRA Award 2010 untuk kategori Internal Communication yang digelar oleh International Public Relation Associations.

Pada 2 hingga 4 Februari, Jakarta menjadi tuan rumah seminar IPRA tahun ini, ajang bertajuk Global Reach Regional Leadership tersebut diadakan di Hotel Mulia, Jakarta.

Para pemenang lomba dari ajang ini berhak adu kemampuan ke ajang internasional yang akan digelar di Eropa atau di Amerika Selatan.

"Ini prestasi tim, masing-masing anggota tim komunikasi PT Petrosea memiliki kontribusi dalam keberhasilan ini. Saya hanyalah kapten kecil," ujarnya saat dijumpai di kantor Petrosea di bilangan Kemang pada suatu sore.

Rewina pantas menyatakan prestasi di IPRA adalah kerja tim. Mereka harus bekerja keras selama 2 pekan. Mulai dari mempersiapkan materi esai hingga pengambilan gambar ke lapangan untuk video presentasi.

Tentu tidak mudah karena lokasi kerja Petrosea yang bergerak di bidang kontraktor rekayasa multidisiplin, konstruksi dan pertambangan ini ada di Kalimantan.

Untuk mengerjakan proyek Rewina, sebagai kapten kecil berfungsi mengatur distribusi tugas di Jakarta dan di lapangan.

Ternyata kerja keras tersebut terbayar lunas. Tim Petrosea menang karena dinilai berhasil menjadi jembatan komunikasi antara manajemen, pekerja di lapangan dan masyarakat di lingkungan proyek.

Sejak akhir tahun lalu, Rewina bersama timnya memang mendapat tugas khusus sebagai jembatan informasi antara manajemen dan pekerja terkait beralihnya saham korporasi dari Clough International Singapore Pte Ltd ke tangan PT Indika Energy Tbk pada Juli 2009.

"Biasa, pekerja mempertanyakan nasib mereka akibat akuisisi tersebut. Kami harus pintar-pintar menjadi jembatan komunikasi antara manajemen dan pekerja. Sejauh ini baik-baik saja," ujar perempuan berzodiak Aquarius itu.

Jarak dan waktu antara kantor di Jakarta dan Kalimantan diakui atau tidak menjadi tantangan bagi Rewina, beruntung pihak manajemen yang memiliki kemauan untuk terus menjaga hubungan lewat berbagai cara.

Sosok ayah

Karier putri pasangan Isnanto Wongsosentono dan Hayati Isnanto ini memang cukup unik karena tidak sejalan dengan pendidikan dan cita-citanya sebagai seorang arsitek.

"Kata orang aku ini fotokopian papa. Bagaimana ya? Dia memang sosok favoritku," ujarnya lalu tergelak.

Isnanto Wongsosentono adalah direktur operasional PT Resources Jaya Teknik Management Indonesia Group. Sebelumnya dia adalah direktur PT CBI Indonesia, perusahaan cabang Chicago Bridge & Iron Co.

Dibandingkan dengan sang kakak, Reinel Litana, Rewina memang lebih identik dengan sang ayah. Sementara sang ibu, Hayati, yang pernah menjadi guru taman kanak-kanak, adalah tempat ngumpet Rewina kalau sang ayah memarahinya.

Menurut Rewina, dari ayahnya dia mendapat warisan sikap untuk terus belajar dan mencoba hal-hal baru. "Papa sering melihat segala sesuatu dari sisi yang lain, sisi yang kadang tidak terpikir orang lain."

Tidak heran lewat izin sang ayah pula Rewina memutus-kan untuk menyeberang ke Benua Asia Putih, Australia, meski telah bekerja sebagai arsitek seusai memperoleh gelar Sarjana Teknik dari Universitas Trisakti dengan predikat cum-laude.

Jadilah Rewina berangkat ke Melbourne diantar sang ayah untuk menempuh Master of Commerce di Deakin University.

Pacar? Tanya saya. Rewina tergelak dan menjawab yakin. "Dalam proses!" Jarum jam menunjukkan pukul 17.00. Rewina harus meniti kemacetan menuju kediamannya di Cibubur. Di sana sudah menunggu, Marco dan Henry, dua kucing kesayangannya. (algooth.putranto@bisnis.co.id)

Komentar

Sosok

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika