Bisnis Indonesia Online » Sosok
Sosok - Detail
Senin, 03/03/2008 12:43 WIB
Ciputra:
Doktor untuk Si Pengembang
oleh : Reni Efita Hendry
Ciputra, pria kelahiran Parigi, Sulawesi Tengah 77 tahun lalu, memeroleh gelar doktor kehormatan (honoris causa) di bidang ilmu teknik yang pertama diberikan oleh Universitas Tarumanagara (Untar) pada Sabtu pekan lalu.
Acara pengukuhan di gedung utama Untar dihadiri 400 orang lebih, yang berasal dari berbagai kalangan seperti pejabat pemerintah dan pengusaha dari berbagai bidang usaha.
"Saya bersyukur mendapatkan penghargaan ini untuk memotivasi saya bekerja di bidang bisnis dan sosial," kata ayah empat anak dan sembilan cucu itu.
Pemberian gelar tersebut, kata Prof. Wiratman Wangsadinata, promotor dalam pengukuhan gelar itu, berdasarkan kiprahnya selama bebe-rapa dekade sebagai pelopor dan pengembang dalam industri properti di Indonesia.
"Ciputra memiliki visi pembangunan ke depan yang luar biasa, penuh inovasi, dan improviasi dengan pendekatan tekno-entrepreneur yang tidak hanya dimiliki oleh para entrepreneur Indonesia lainnya," kata Wiratman.
Untar memberikan gelar kehormatan tersebut berdasarkan pada empat kategori penghargaan yaitu pembangunan, keprofesian, kewirausahaan, dan pendidikan.
Pak Ci, begitu biasa dia dipanggil, dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Pengembangan Properti untuk Masyarakat yang Digerakkan oleh Kewirausahaan-Visioner menyatakan pembanguan properti bukan ditujukan hanya untuk kepentingan sepihak si pembangun tetapi didorong oleh hasrat agar dapat meningkatkan nilai, harkat, dan martabat orang banyak.
Karya dan inovasi alumni Jurusan Arsitektur ITB 1960 itu untuk membangun Indonesia dapat dilihat dan dinikmati oleh banyak orang.
Hasilnya pun tidak hanya di Jakarta, juga di beberapa kota di luar Jakarta, bahkan sampai ke luar negeri.
Selama lebih dari 40 tahun berkiprah di dunia bisnis dan sosial kemasyarakatan, Ciputra telah terlibat dalam lebih dari 70 proyek properti.
Sebanyak 25 proyek adalah township development dalam berbagai ukuran dan sisanya merupakan pengembangan properti seperti mal, hotel, apartemen, dan perkantoran.
Dia dikenal dengan sebutan Si Pengembang.
Selain bergerak di bidang properti, Pak Ci juga bergerak bidang sosial kemanusiaan dengan membangun 10 sekolah dan tiga perguruan tinggi.
Tentu keberhasilan itu tidak datang begitu saja. Selain menguasai ilmu teknik yang diperolehnya selama dibangku kuliah, dukungan juga diperoleh dari lingkungan keluarga.
Keberhasilan itu diraih melalui proses, dengan semangat, inovasi dan kreatif menampilkan ide baru. Bungsu dari tiga anak itu ketika kecil juga mengalami getirnya kehidupan di masa Indonesia belum merdeka.
Ketika di bangku sekolah dasar, Pak Ci pernah menganyam dan menjual topi. Dia juga berburu babi dan kalong yang sebagian besar hasilnya dijual. Pada usia 12 tahun, Pak Ci menjadi yatim. Ibunya membuat dan berjualan kue. Jadi sejak kecil, Pak Ci sudah berlatih berkarya.
Pengalaman itulah yang membakar semangatnya untuk ingin berhasil mewujudkan karya inovasi dengan perhitungan ekonomi.
Ilmu pengetahuan yang diperoleh selama di perguruan tinggi membuat Pak Ci berkembang menjadi seorang pengembang yang berjiwa kewirausahaan.
"Kalau ingat kampung kelahiran, saya selalu ingat dengan kemiskinan," kenang Pak Ci, yang semasa kecil pergi ke sekolah berjalan kaki sejauh 7 km dari rumahnya.
Yayasan Entrepreneur
Sejak dua tahun lalu, Ciputra mendirikan Yayasan Entrepreneur Centre untuk memberikan pelatihan kewirausahaan kepada sarjana berbagai jurusan, agar mereka mempunyai jiwa kewirausahaan untuk menciptakan lapangan pekerjaan.
Dengan berjiwa kewirausahaan, kata Pak Ci, dapat mengatasi kemiskinan. Keberhasilan itu telah dibuktikan sendiri oleh Pak Ci.
Dengan bermodal sepeda motor yang didapat dari hasil penjualan warisan dari orangtuanya, kini diperkirakan nilai pasar asetnya berkembang menjadi kurang lebih Rp30 triliun.
Perkembangan aset tersebut menggambarkan keberhasilan Pak Ci, tidak hanya dari segi materi, tetapi juga dalam hal pengentasan kemiskinan. Dia telah membuka lapangan kerja bagi lebih dari 14.000 orang.
"Pendidikan kewirausahaan harus dilakukan di setiap level pendidikan dari pendidikan dasar dan menengah, perguruan tinggi dan pendidikan masyarakat," kata Pak Ci yang kini aktif di Yayasan Ciputra Entrepreneur itu.
Jika program kewirausahaan tidak dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan dari sejak TK, katanya, Indonesia akan ketinggalan 25 tahun dibandingkan dengan Malaysia.
Untuk mewujudkan hal itu, dia mengharapkan kepada pemerintah agar 10% dari anggaran pendidikan sebesar Rp80 triliun digunakan untuk program kewirausahaan agar setelah lulus dapat berwirausaha.
Indonesia, kata pria yang selalu menjaga kesehatannya dengan melaksanakan pola hidup sehat dan melakukan empat macam olahraga itu, harus mempersiapkan lahirnya wirausahawan (entrepreneur) karena mereka lah yang akan mendorong pengentasan kemiskinan, menghapus pengangguran, dan menciptakan kesejahteraan warga.
Mengutip pendapat sosiolog David McClelland, dia mengatakan suatu negara bisa menjadi makmur bila memiliki sedikitnya 2% wirausahawan dari jumlah penduduknya.
Dari data statistik, Indonesia diperkirakan memiliki 400.000 wirausahawan atau 0,18% dari total penduduk.
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial (CSR), Ciputra Group telah mensponsori berdirinya berbagai lembaga pendidikan.
Pak Ci telah memprakarsai Ciputra University di Surabaya yang memiliki kurikulum lengkap untuk pendidikan kewirausahaan. Dia mengharapkan agar lulusan universitas itu menjadi sarjana pencipta kerja, bukan pencari kerja. (reni.efita@bisnis.co.id)
bisnis.com
Sosok »
Susanti Nurmalawati
Semua bisa dipelajariOleh: Th. D. Wulandari
Yvette Switalski
Gudang ide gilaOleh: Noerma Komalasari
Arum Indriasari
Ditopang meditasiOleh: Th. D. Wulandari
Eugenia Siahaan
Bermodal nekadOleh: Th. D. Wulandari
Astri Sungkono
Siap diandalkanOleh: Noerma Komalasari
Nina Agustriana
Ketika hidup harus memilihOleh: Th.D. Wulandari
Anita Christiyanti
Ingin jadi sumber inspirasiOleh: Noerma Komalasari
Els Ramadhinta
Sesuai mimpiOleh: Th. D. Wulandari
Faridah Lim
Hasrat terus mencintaiOleh: Noerma Komalasari
Komentar
#2 - Entrepreneur yg berguna bagi Orang banyak
IR.Ciputra "The Best for All" Beliau disamping sebagai orang yg pintar,sukses dn berhasil namun berguna bagi keluarga,masyarakat dn Bangsa. Banyak Entrepeneur yg berhasil dn kaya raya , namun kebanyakan dari mereka hanya pemburu rente dan kekuasaan untuk memperkaya kerajaan bisnisnya sendiri,tanpa berguna bagi bangsa. Ciputra merupakan Orang yg sdh "Sophisticated" artinya lengkap dn sempurna dlm hidup didunia ini, sukses didunia (sbgai Bisnisman sejati Dn Pelayan Tuhan disebuah gereja) , pasti sukses juga diakhirat. dan kedepannya akan dibutuhkan Ciputra2 baru. Hidup Sukses ,Kaya dn Berguna bg banyak Manusia membuat beliau panjang umur,dn sehat selalu krna banyak didoakan orang , dn nantinya jika tiba waktunya pasti punya tempat yg utama di Sorga. "Terus Berkaya Bapak Ciputra Anda Layak dinobatkan Sebagai Salah satu PAHLAWAN BANGSA PENGENTAS KEMISKINAN.
Lamhot Hutabarat - jakarta/Indonesia @ 18/03/2008 - 08:01 WIB dari 125.208.146.3 (125.208.146.3)
#1 - Inspirasi
Ya.. Pak Ci inspirator, Mau nanya ciputra apa tdk bergerak dibidang pertanian..? Saya siap bergabung dgn segala keahlian saya sebagai hybrid Rice production..
Imn - Kediri @ 12/03/2008 - 12:53 WIB dari 222.124.147.47 (47.subnet222-124-147.astinet.telkom.net.id)