JAKARTA (bisnis.com): Anggota Tim Kampanye Megawati-Prabowo Maruarar Sirait dan Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mujani sempat adu mulut terkait hasil survei bahwa pemilu satu putaran.
Adu mulut terjadi pada saat pemaparan hasil survei bertajuk Tren Sikap Elektoral Pemilih pada Calon Presiden dan Wakil Presiden hari ini.
Mulanya, Maruarar menilai lembaga survei menjadi bagian dari skenario besar dan alat politik untuk menggiring pemilu menjadi satu putaran.
Menurut dia, intelektual bayaran merupakan justifikasi ilmiah dari kebijakan yang akan diturunkan.
Saiful tentu saja tersinggung dengan perkataan tersebut. Menurutnya, asumsi yang menyebutkan survei tersebut dibuat sesuai pesanan untuk mengalihkan pendapat masyarakat itu sangat berlebihan.
“Katanya ini payung untuk incumbent melakukan kecurangan, saya bagian dari konspirasi. Ini bercanda yang keterlaluan,” tegas Saiful.
Selanjutnya, Maruarar kembali meluruskan pernyataannya. Dia menampik telah menuduh LSI berkonspirasi dengan sang incumbent. Menurut dia, bisa saja lembaga survei tidak sadar telah dimanfaatkan oleh pihak tertentu.
“Saya kan bilang, ‘bisa saja’. Bisa saja lembaga survei tidak sadar telah masuk dalam konspirasi itu,” kata dia. (dj)