• BMTR400
  • SDRA320
  • CTTH72
  • MNCN350
  • BMRI5200
  • BUMI2575
  • PGAS4075
  • TLKM8350
  • ASRI155
  • KIAS435
  • ADRO1900
  • ELTY255
  • ASIA106
  • BBTN1170
  • SULI225
  • LPKR530
  • BHIT830
  • VRNA95
  • BAYU173
  • INCO4225

Pansus Century akan sita dokumen audit BPK

Selasa, 09/02/2010 23:02:01 WIBOleh: Tularji/Hendri T. Asworo.
JAKARTA (Bisnis.com): Panitia Khusus (Pansus) DPR kasus aliran dana bailout Bank Century sebesar Rp6,7 triliun dijadwalkan akan menyita dokumen kerja hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)  pada Kamis (11/2).

Gayus Lumbuun, pimpinan rapat Pansus Bank Century bersama BPK yang digelar malam ini mengatakan penyitaan terhadap kertas kerja pemeriksaan tersebut meliputi dua hasil audit investigasi yang dilakukan BPK. “Yang terpenting adalah penyalinan terhadap kertas kerja pemeriksaan audit investigasi lanjutan.”

Namun dia mengingatkan penyalinan terhadap kertas kerja pemeriksaan audit investigasi lanjutan aliran dana tidak akan dilakukan seluruhnya mengingat banyaknya data-data yang sudah dimiliki pansus.“Tidak asal mengambil seluruhnya, hanya data yang menurut DPR kurang.”

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Taufiqurrahman Ruki mengatakan  dapat menyerahkan dokumen hasil audit BPK terhadap aliran dana bailout Bank Century sebesar Rp6 ,7 triliun kepada pansus DPR pada 11 Februari tersebut.

Pada rapat itu, BPK menyampaikan data dan dokumen yang diperlukan dalam proses audit Bank Century belum seluruhnya diterima termasuk warkat transaksi dari Bank Century yang berasal dari luar Jakarta.

Dalam audit lanjutan kasus Bank Century,  BPK mengelompokkan nasabah-nasabah yang mempunyai transaksi dibawah dan diatas Rp2 miliar dan melakukan analisis terhadap transaksi pihak non-terkait yang tidak lazim yakni menarikan dana frekuensi tinggi dan jumlah besar.

Dalam paparannya, BPK menyampaikan selama periode 24 November 2008 hingga 10 Agustus 2009 ditemukan 10.753 transaksi pencairan dana pihak ketiga melalui RTGS (real time gross settlement). 

Nilai transaksi melalui sistem itu mencapai Rp6,37 triliun dengan rata-rata penarikan di atas Rp2 miliar sebanyak Rp2,74 triliun. Sedangkan transaksi melalui sistem kliring nasional (SKN) tercatat 292.109 kali senilai Rp3,6 triliun, dan transaksi tunai Rp1,03 triliun.(htr)

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika