11 Nasabah Bank Century diduga terkait capres
Selasa, 09/02/2010 23:38:13 WIBOleh: Tularji/Hendri T. Asworo.
JAKARTA (Bisnis.com): Pansus Hak Angket Kasus Bank Century mencurigai transaksi penarikan dana oleh 11 nasabah dan satu perusahaan yang terkait dengan salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden saat Pemilihan Presiden 2009.
Anggota Pansus dari Fraksi Golkar Azis Syamsudin meminta Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengusut transaksi 11 nasabah tersebut karena total penarikan dana yang dilakukan mencapai Rp 1,9 triliun.
“Kami menemukan 11 nasabah dengan total penarikan Rp1,9 triliun di luar sepengetahuan BI dan Bareskrim. Nasabah ini tidak pernah dilaporkan ke Bank Century. Tapi, anehnya data nasabah ini disimpan manajemen Bank Mutiara,” ujarnya di Jakarta, malam ini.
Sejumlah nama itu terbagi atas empat daerah, pertama, Bank Century cabang Senayan dengan inisial nasabah LT, NT, JH dan MK. Kedua, Bank Century cabang Makassar dengan inisial PT HA, PT OA, dan satu lagi tak sebutkan inisialnya.
Ketiga, Bank Century cabang Bali atas nasabah PT DA dan PT CK. Terakhir Bank Century cabang Surabaya atas nama EM.
Azis menyampaikan sejumlah nasabah itu memiliki dana cukup besar, seperti Bank Century cabang senayan a.l. berinisial JH menabung sebesar Rp95 miliar, AR sebesar Rp31,5 miliar, HH sebesar Rp43 miliar dan BS sebesar Rp100 miliar.
Sementara itu, Romahurmuziy, dari Fraksi PPP, meminta PPATK memeriksa status dan siapa pemilik perusahan berinisial PT AJP yang menerima aliran dana dari Bank Century. “Apakah PT itu sama dengan PT AJP yang sudah menyumpang kampanye salah satu pasangan capres di pilpres 2009?” ujarnya.
Pernyataan Romahurmuziy itu diperkuat oleh Legislator Fraksi Hanura Akbar Faizal yang menyebutkan PT AJP itu adalah Asuransi Jiwa Proteksi yang juga menyumbang dana kepada salah satu pasangan calon.
“Setelah melakukan penarikan dana sebanyak dua kali, tidak beberapa lama AJP menyumbang ke salah satu pasangan calon selama dua kali juga sebesar Rp680 juta dan Rp800 juta. Mohon ini BPK ikut menelusuri,” tegasnya.(htr)