Bisnis Indonesia Online » Umum


Minggu, 04/05/2008 11:33 WIB

'PKS harus buktikan sebagai rahmatan lil alamin'

oleh : Ratna Ariyanti & Djony Edward

JAKARTA: Ketua Majelis Syuro PKS KH Hilmy Aminuddin menegaskan, sebagai partai berasaskan Islam, kehadiran PKS harus bermanfaat untuk bangsa dan negara, bukan malah membawa kemudharatan.

"Ini sesuai dengan semangat Islam sebagai rahmatan lil 'alamin, bukan hanya rahamtan lil muslimin. Jadi Islam itu merupakan rahmat untuk seluruh dunia, tanpa memandang latar belakang politik maupun agama. Kehadiran Islam bukan hanya merupakan rahmat yang eksklusif, apalagi diklaim hanya milik kaum muslimin," ujarnya saat memberi sambutan pada 100.000 kadernya pada Milad ke-10 PKS di Gelora Bung Karno siang ini. Milad ke-10 PKS mengangkat tema Bangkit Bersama Membangun Negeri.

Hadir pada kesempatan itu adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara, Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, mantan Panglima ABRI Wiranto, mantan Ketua Partai Golkar dan mantan Ketua DPR RI Akbar Tanjung, mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier, Menteri Pertanian Anton Arpiantono, Mentero Pemuda dan Olah Raga Adhyaksa M. Dault, Menpera Yusuf Asy'ari.

Selain itu datang pula para fungsionaris PKS seperti Presiden PKS Tifatul Sembiring, Sekjen PKS Anis Matta, Ketua Dewan Syariah PKS Ustad Surachman Hidayat dan sejumlah anggota dewan dari PKS.

Kepada kader PKS, Hilmy mengingatkan agar jangan berfikiran sempit, dan hanya mementingkan kepentingan kelompok dan partai saja. Dimanapun para kader PKS berada, ia harus bermanfaat untuk masyarakat dan lingkungannya.

"Mari kita hentikan retorika dan mengumbar janji palsu kepada rakyat, rakyat sudah lelah dengan semua janji-janji dan harapan palsu. Saatnya kita bekerja dan mewujudkan amal nyata," tegasnya.

Hilmy mengungkapkan Milad PKS ke-10 bertepatan dengan peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional, karena itu harus dijadikan momentum untuk kebangkitan kedua bangsa Indonesia. "Kita harus meyakini bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa yang mempunyai potensi besar. Bangsa yang mempunyai sumberdaya alam besar. Tidak ada satu alasanpun mengapa kita tidak menjadi bangsa yang besar," tegasnya.

Dia mengajak semua komponen dan potensi bangsa bersatu padu, bergandeng tangan dan saling bahu membahu bagi terwujudnya kehormatan dan kejayaan bangsa Indonesia. "Bangkitlah Negeriku. Harapan itu masih ada," tegasnya.

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Ustad Hilmy: PKS tengah inventarisir calon Presiden
  • Bang Yos: PKS bakal tembus tiga besar
  • Konflik PKB diharapkan selesai 12 Mei
  • Kapal Australia cenderung tangkap nelayan Indonesia

Komentar

Beri Komentar