Bisnis Indonesia Online » Umum


Minggu, 04/05/2008 11:30 WIB

Tifatul: Mari kita bersatu hadapi krisis

oleh : Ratna Ariyanti & Djony Edward

JAKARTA: Presiden PKS Tifatul Sembiring mengajak seluruh komponen bangsa bersatu untuk mengatasi persoalan bangsa yang kian rumit.

"Bangsa ini bisa maju asal mau bersatu, PKS tak rela jika Negara Kesatuan Republik Indonesia tercabik-cabik oleh perpecahan," ujarnya saat memberi sambutan pada Milad Ke-10 PKS di Gelora Bung Karno siang ini. Milad kali ini mengangkat tema Bangkit Bersama Membangun Bangsa.

Hadir pada kesempatan itu adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara, Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, mantan Panglima ABRI Wiranto, mantan Ketua Partai Golkar dan mantan Ketua DPR RI Akbar Tanjung, mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier, Menteri Pertanian Anton Arpiantono, Mentero Pemuda dan Olah Raga Adhyaksa M. Dault, Menpera Yusuf Asy'ari.

Selain itu datang pula para fungsionaris PKS seperti Presiden PKS Tifatul Sembiring, Sekjen PKS Anis Matta, Ketua Dewan Syariah PKS Ustad Surachman Hidayat dan sejumlah anggota dewan dari PKS.

Tifatul menegaskan Indonesia merupakan bangsa yang besar, dengan penduduk yang hampir 240 juta harusnya Indonesia dapat berkembang lebih pesat. Hanya saja perpecahan melanda komponen bangsa ini sehingga Indonesia seperti jalan di tempat.

"Bangsa ini sebenarnya bisa maju, asalkan kita mau bersatu," ujarnya.

Tifatul mengajak komponen bangsa bersatu melawan tindak kebejatan moral dan korupsi. Ia juga mengajak rakyat ini bersatu melawan kemiskinan, kebodohan dan penjajahan budaya yang kian membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Dia mendukung TNI tampil sebagai elemen bangsa yang kuat, karena itu diperlukan peralatan dan moral yang kuat bagi penjaga keutuhan bangsa ini.

Tifatul menyampaikan keprihatinannya melihat moral bangsa yang sedang tercabik-cabik, khususnya perihal kerusakan moral para penyelenggara negara. "Korupsi melanda pejabat negara, anggota dewan, karena korupsi adalah kejahatan kemanusiaan, kami akan tindak tegas kalau ada anggota PKS yang terlibat korupsi."

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Ustad Hilmy: PKS tengah inventarisir calon Presiden
  • Bang Yos: PKS bakal tembus tiga besar
  • Konflik PKB diharapkan selesai 12 Mei
  • Kapal Australia cenderung tangkap nelayan Indonesia

Komentar

Beri Komentar