Bisnis Indonesia Online » Umum


Minggu, 04/05/2008 11:43 WIB

Presiden sambut baik tekad PKS lawan korupsi

oleh : Ratna Ariyanti & Djony Edward

JAKARTA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut baik tekad dan semangat PKS yang mengajak seluruh komponen bangsa berjuang melawan korupsi.

Presiden menegaskan ajakan moral PKS layak untuk disambut positif, bahkan program pemberantasan korupsi adalah bagian dari program pemerintah, dimana PKS ikut di dalamnya. Bangsa ini menjadi besar kalau persoalan moral dapat dikedepankan.

"Kami sambut baik tekad PKS untuk membentuk pemerintahan yang bersih, ini adalah amanat reformasi. Pelaksanaannya harus dimulai dari hati yang bersih dan sinergi seluruh komponen bangsa," ujar Presiden dalam sambutannya pada Milad Ke-10 PKS di Gelora Bung Karno. Dalam milad yang dihadiri 100.000 kader PKS ini mengangkat tema: Bangkit Bersama Membangun Negeri.

Hadir pada kesempatan itu adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara, Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, mantan Panglima ABRI Wiranto, mantan Ketua Partai Golkar dan mantan Ketua DPR RI Akbar Tanjung, mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier, Menteri Pertanian Anton Arpiantono, Mentero Pemuda dan Olah Raga Adhyaksa M. Dault, Menpera Yusuf Asy'ari.

Selain itu datang pula para fungsionaris PKS seperti Ketua Majelis Syuro PKS KH Hilmy Aminuddin, Presiden PKS Tifatul Sembiring, Sekjen PKS Anis Matta, Ketua Dewan Syariah PKS Ustad Surachman Hidayat dan sejumlah anggota dewan dari PKS.

Menurut Presiden harapan bagi Indonesia untuk dapat bangkit yang kedua kalinya masih sangat besar, setelah 100 tahun lalu mengalami kebangkitan nasional dengan modal persatuan. "Ajakan PKS ini merupakan ajakan yang optimistis, kompak, bersatu, dan harapan itu masih ada."

Presiden mengungkapkan persoalan bangsa yang demikian rumit, ditambah lagi krisis harga minyak dunia, yang tentu akan berdampak pada daya tahan ekonomi nasional. "Permasalahan ini dialami hampir seluruh bangsa di dunia."

Namun demikian, lanjut Presiden, pemerintahannya tak akan mengambil kebijakan menaikkan harga BBM dalam menghadapi krisis ini. "Pemerintah tengah mengupayakan menghemat anggaran, melakukan penghematan BBM dan listrik. Kenaikan harga BBM hanyalah langkah terakhir ketika tidak ada lagi solusi," tegasnya.

Presiden memuji tampilan PKS yang memelopori praktik politik yang santun, apalagi partai ini lahir bertepatan dengan lahirnya gerakan reformasi. "PKS sering menjadi contoh baik bagi keberlanjutan perjuangan reformasi. Akhlaq politik PKS patut menjadi contoh bagi kita semua."

Pada kesempatan itu Presiden mengatakan dalam menghadapi krisis pangan dunia, dalam jangka pendek pemerintah telah mengambil kebijakan stabilisasi harga pangan. Sementara dalam jangka panjang dengan cara meningkatkan produksi.

Sementara dalam menghadapi krisis energi, Presiden mengatakan pemerintah tengah mengupayakan diversifikasi sumber energi, melakukan penghematan energi dan listrik.

Dalam suasana krisis seperti sekarang ini, lanjut Presiden, tak ada salahnya yang kaya membantu si miskin, sehingga hidup ini bisa dirasakan lebih adil, lebih makmur bersama. "Bukan sendiri-sendiri. Momentum hari Kebangkitan Nasional tampaknya menemukan geregetnya dalam Milad PKS ini, terutama ajakan untuk bersatu mengatasi persoalan bangsa."

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Ustad Hilmy: PKS tengah inventarisir calon Presiden
  • Bang Yos: PKS bakal tembus tiga besar
  • Konflik PKB diharapkan selesai 12 Mei
  • Kapal Australia cenderung tangkap nelayan Indonesia

Komentar

Beri Komentar