Bisnis Indonesia Online » Umum
Rabu, 23/07/2008 18:50 WIB
Golput Pilkada Jatim tinggi, pelajaran bagi KPU
oleh : Tri D. Pamenan
JAKARTA (bisnis.com): Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Jierry Sumampow mengingatkan tingginya angka golput dalam Pilkada Jawa Timur merupakan pelajaran penting bagi KPU untuk menyelenggarakan Pemilu 2009.
"Partisipasi pemilih dalam Pilkada Jawa Timur hanya sekitar 60%. Artinya angka golputnya mencapai 40% sendiri," ujarnya ketika dihubungi Bisnis malam ini.
Dari pemantauan di lapangan, Jierry mengatakan sebagian besar kasus golput terjadi karena ketidakberesan data pemilih. Selain dari banyaknya warga yang tidak memperoleh kartu pemilih, JPPR menemukan pula banyak warga yang tidak berada di lokasi tetapi masuk daftar pemilih.
Di Surabaya saja, berdasarkan pemantauannya secara acak, warga yang mencoblos di TPS hanya berkisar 50%. Situasi di kota-kota kecil dan pelosok relatif tidak jauh berbeda. Dari pelaksanaan Pilkada di tiga provinsi terbesar, dia mengingatkan angka golputnya relatif tinggi. Hampir semua kasus terjadi karena ketidakberesan administrasi. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Presiden minta pilkada Jatim tepat waktu
- Anggaran pilkada ulang di Madura Rp20 miliar
- Yudhoyono tindaklanjuti hasil survei
- Mendagri hormati keputusan MK
- Laode pengurus di Parliamentary Network