Bisnis Indonesia Online » Umum
Jumat, 25/07/2008 15:41 WIB
Golput dalam pemilu legislatif di bawah 20%
oleh : John Andhi Oktaveri
JAKARTA (bisnis.com): Kendati tingkat partisipasi pemilih pada sejumlah pilkada terus merosot, Wapres Jusuf Kalla yakin pada pemilu legislatif tahun depan golongan masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya (golput) tidak sampai 20%.
"Tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu, saya yakin masih di atas 80%," kata Kalla dalam konferensi pers seusai salat Jumat.
Kalla meyakini masyarakat akan antusias menggunakan hak pilihnya dalam pemilu 2009 mengingat calon legislatif lebih banyak sehingga semua merasa berkepentingan. Dia memperkirakan pemilu legislatif mulai dari tingkat satu sampai tingkat tiga akan diikuti hampir 100.000 caleg.
"Caleg dari Golkar saja kira-kira 15.000, kira-kira 100.00 caleg dari berbagai parpol akan berkampanye. Ini akan membawa orang ke TPS karena kepentingan keseluruhan," ujar Kalla.
Menurut dia, penurunan tingkat partisipasi masyarakat pada sejumlah pilkada akhir-akhir ini adalah akibat terlalu banyaknya pemilihan kepala daerah. Bahkan Kalla pernah menyebutkan pilkada di Indonesia rata-rata terjadi setiap tiga setengah hari.
"Mungkin karena terlalu banyak Pilkada, terlalu sering menghadapi kampanye, masyarakat sedikit bosan," terangnya.
Untuk kembali mendongkrak penggunaan hak pilih dalam pilkada, Kalla menyatakan akan menggabungkan pelaksanaan pilkada di seluruh Indonesia pada waktu yang bersamaan yaitu pada 2011. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Presiden minta pilkada Jatim tepat waktu
- Anggaran pilkada ulang di Madura Rp20 miliar
- Yudhoyono tindaklanjuti hasil survei
- Mendagri hormati keputusan MK
- Laode pengurus di Parliamentary Network