Bisnis Indonesia Online » Umum
Jumat, 25/07/2008 18:15 WIB
Yusril tolak kalau ditawari jadi menteri lagi
oleh : Tri D. Pamenan dan Anugerah Perkasa
JAKARTA (bisnis.com): Mantan Menhuk dan HAM Yusril Ihza Mahendra menegaskan dirinya akan menolak jika ditawari jabatan sebagai menteri lagi pada Kabinet 2009.
"Saya sudah empat kali jadi menteri. Saya juga sudah berada di belakang layar pada empat Presiden. Saya kira saat ini saatnya bagi saya untuk maju [sebagai Presiden]," ujarnya ketika berbicara dalam diskusi di press room parlemen seusai salat Jumat.
Ketika perombakan kabinet terakhir dia pun mengaku masih ditawari untuk menjadi menteri, tetapi dia menolak. Begitu pula dengan jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi. Dia memilih untuk berkonsentrasi dalam pencalonan Presiden.
Dengan modal pengalaman dan kapasitasnya tersebut, dia optimistis untuk mengajukan diri dalam Pilpres 2009. "Tetapi, kalau disuruh memasang iklan di TV, saya kira dana saya tidak mencukupi."
Perihal kecilnya perolehan suara PBB yang menjadi kendaraannya untuk maju dalam pencalonan, Yusril mengatakan dalam politik kekuatan partai dapat berubah-ubah secara drastis. Karena itu dia tidak khawatir dengan kondisi tersebut.
Partai Demokrat yang saat Pemilu 2004 baru saja dibentuk, misalnya, tiba-tiba bisa langsung meraih suara besar dan menggolkan pasangan Presiden-Wakil Presiden. Kalau rakyat Indonesia masih berpatokan pada figur kekuatan tradisional semata, kepala negara seperti itu justru tidak dapat menyelesaikan masalah riil bangsa.
"Saya kira sudah saatnya kini bagi bangsa Indonesia untuk memilih Presiden yang benar-benar dapat menyelesaikan problem negara." (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Presiden minta pilkada Jatim tepat waktu
- Anggaran pilkada ulang di Madura Rp20 miliar
- Yudhoyono tindaklanjuti hasil survei
- Mendagri hormati keputusan MK
- Laode pengurus di Parliamentary Network