Bisnis Indonesia Online » Umum


Jumat, 15/08/2008 16:35 WIB

SBY dinilai sampaikan pidato politik

oleh : Ratna Ariyanti

JAKARTA (bisnis.com): Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di depan Rapat Paripurna DPR dinilai bukan merupakan pidato kenegaraan melainkan pidato politik.

Anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Amanat Nasional Drajad H. Wibowo mengatakan pidato Presiden Yudhoyono dapat digolongkan sebagai pidato politik karena terdapat pembelaan diri terhadap apa yang sudah dilakukan atau wacana yang akan dilakukan.

"Ada janji politik karena hal-hal tadi masih belum terealisasi. Ada retorika. Dan ada data yang ABS, Asal Bapak Senang. Data ABS ini adalah data mengenai pengangguran dan kemiskinan," ujar Drajad dalam diskusi pandangan fraksi mengenai pidato kenegaraan Presiden di ruang pers DPR sore ini.

Dalam pidatonya Presiden menyebutkan tingkat pengangguran pada Februari 2006 yang mencapai 10,5% berhasil diturunkan menjadi 8,5% pada Februari 2008. Tingkat kemiskinan turun dari 17,7% pada 2006 menjadi 15,4% pada Maret 2008.

Menanggapi pemaparan Presiden, Drajad mengatakan penurunan tingkat pengangguran per Februari karena Badan Pusat Statistik (BPS) melebarkan definisi tingkat tenaga kerja dalam pengumpulan data.

"Dulu sektor informal tidak tercakup sekarang itu semua diuber. Ini praktek yang terjadi di lapangan. Jadi orang yang bekerja serabutan juga di data sebagai tenaga kerja. Kalau mau apple to apple, orang yang bekerja serabutan ini juga dimasukkan dong ke laporan yang dulu," tuturnya.

Sementara untuk tingkat kemiskinan, Drajad mengatakan dirinya meragukan data yang menyebutkan tingkat kemiskinan menurun. "Jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai justru bertambah. Kalau kemiskinan turun, mereka yang berhak memperoleh BLT kan turun."

Drajad juga meragukan pidato Presiden mengenai keberhasilan swasembada beras. Menurutnya, paparan mengenai hal ini yang tidak ditunjang dengan data harus disikapi dengan hati-hati. Ia juga menyayangkan pidato Presiden yang tidak menyinggung mengenai pengamanan terhadap risiko kekeringan dalam upaya mencapai swasembada beras. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Mayoritas responden enggan pilih JK
  • Presiden yakin hubungan RI-AS membaik
  • Eep: UU Politik perlu direvisi
  • 'Kandidat presiden tak miliki jiwa pahlawan'
  • Pasangan Karsa ungguli Kaji
  • PIB usung Yudhoyono jadi capres 2009
  • Andi: Negara tak boleh takut dengan terorisme
  • Yudhoyono terima delegasi Partai Komunis China
  • Sultan tak bisa gunakan Golkar untuk capres

Komentar

Beri Komentar