Bisnis Indonesia Online » Umum
Rabu, 12/11/2008 19:32 WIB
'Kandidat presiden tak miliki jiwa pahlawan'
oleh : John Andhi Oktaveri
JAKARTA (bisnis.com): Jenderal Soediarman Center menilai tidak ada jiwa kepahlawanan sejati pada diri kandidat presiden 2009 karena mereka tidak terusik dengan penderitaan rakyat yang masih menghadapi kesulitan ekonomi.
"Jiwa kepahlawanan adalah bahwa pemimpin boleh menderita, tetapi rakyat tidak boleh menderita," tegas Ketua Umum Jenderal Soedirman Center Bugiakso pada diskusi bertema Refleksi Semangat Jenderal Soedirman dalam Peringatan Hari Pahlawan.
Di samping tidak terusik dengan banyaknya rakyat yang menderita, para kandidat presiden bahkan mengeruk kekayaaan dari penderitaan rakyat.
"Kalaupun ada yang perhatian terhadap rakyat itu masih sekedar retorika demi meraih simpati publik, sedangkan tindakan konkretnya justru berlawanan," ujar Bugiakso.
Dia mencontohkan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang tinggi di satu sisi, tetapi di sisi lain para pemimpin bergelimang kekayaaan. Krisis global lanjutnya, akan makin melambungkan jumlah kemiskinan dan pengangguran terutama di daerah-daerah.
Pasalnya harga komoditas menukik tajam yang mengakibatkan petani karet, kelapa sawit dan kopi menjerit. Namun pucuk pemerintah tidak berbuat cukup untuk menolong para petani tersebut. Beda saat krisisi ekonomi 1998, pemerintah menggelontorkan ratusan triliun rupiah untuk menyelamatkan para konglomerat.
Pemerintah seharusnya bisa membuat program untuk menyerap produk rakyat. "Selain pucuk pimpinan pemerintah, para capres lainnya juga tidak ada yang berbicara konkret untuk menolong rakyat."
Bugiakso menuturkan masyarakat kini benar-benar merindukan sosok pemimpin yang benar-benar berjiwa pahlawan seperti sosok Jenderal Soedirman, atau Bung Tomo yang rela menderita demi membebaskan rakyat dari kaki penjajah.
"Dari berbagai polling tidak ada yang popularitasnya mendominasi seperti meraih 50 persen, itu menandakan memang saat ini tak ada stok pemimpin yang sosoknya benar-benar dirindukan," paparnya. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Pemerintah bantah pertemuan khusus dengan GAM
- 'Tak ada yang salah dengan klaim keberhasilan'
- Panwaslu DKI nilai demo PKS tidak etis
- Giliran Sutiyoso dijaring PPP
- Presiden minta pilkada Jatim tepat waktu