Bisnis Indonesia Online » Umum » Hukum
Kamis, 08/05/2008 20:01 WIB
Industri TPT Jatim keluhkan pencurian
oleh : Dwi Wahyuni
SURABAYA (Bisnis): Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Jatim mengeluhkan maraknya pencurian barang yang akan dikirim ke luar negeri dan mendesak pemerintah memberikan jaminan keamanan agar pengusaha tidak jera melakukan ekspor.
Sherlina Kawilarang, ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jatim, mengatakan menjual produk tekstil ke luar negeri itu bukan perkara mudah. Selain harus dapat meyakinkan pembeli akan kelebihan dan kualitas produk juga harus dapat menepati jadwal pengiriman.
"Sayangnya belakangan ini banyak perusahaan yang mengeluhkan kehilangan barangnya ketika akan dikirim ke luar negeri sehingga mereka mengalami kerugian akibat delivery yang tidak ontime dan klaim dari pembeli," papar Sherlina di Surabaya.
Menurut dia, susut produk tekstil tersebut bisa mencapai separuh dari isi kontainer. Bahkan ada satu perusahaan yang dalam satu bulan mengalami tiga kali pencurian. Padahal dalam pengusutan dari pabrik muatan tersebut sudah full. Celakanya hilangnya sebagian barang itu terjadi sebelum kontainer bersangkutan memasuki pelabuhan.
Di satu pihak aparat keamanan dalam hal ini kepolisian sering memberi pernyataan bawah mereka mengetahui modus operandi kasus tersebut termasuk para pelakunya. Akan tetapi anehnya penangkapan terhadap mafia seperti itu juga tidak kunjung terlihat.
Kalaupun ada yang tertangkap hukumannya pun tidak membuat pencurinya jera. Pasalnya jika yang bersangkutan bersedia mengembalikan hasil jarahannya terhadap mereka tidak akan mendapatkan sanksi apa-apa. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Todung Mulya Lubis dipecat sebagai advokat
- Bupati Minahasa Utara Vonni A. Panambunan divonis 1,5 tahun
- Perampokan bank tewaskan 9 orang
- Al Amin & Djasit tolak diperiksa di KPK
- MK tolak permohonan uji materi BPK