Bisnis Indonesia Online » Umum » Hukum
Kamis, 17/07/2008 13:56 WIB
Ini dia skenario Artalyta-Urip soal bisnis bengkel
oleh : Achmad Aris
JAKARTA (Bisnis.com): Motif pinjaman untuk bisnis perbengkelan yang diakui Artalyta Suryani sebelumnya, ternyata hanya akal-akalan untuk menutupi motif sebenarnya, yakni suap terkait penyelidikan kasus BLBI II.
Fakta itu terungkap dalam persidangan perkara suap sebesar US$660.000 dengan terdakwa Jaksa Urip Tri Gunawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, hari ini.
Kali ini Jaksa Penuntut Umum pada KPK memutarkan rekaman pembicaraan antara Artalyta dengan Urip dari dalam tahanan pada 10 Juni 2008.
Dalam pembicaraan itu, terungkap bahwa keduanya hendak mengatur skenario agar uang tersebut diakui sebagai uang pinjaman kepada Urip untuk mendirikan bengkel.
Sebelumnya, Artalyta sempat menolak JPU memutarkan rekaman itu dengan alasan takut akan memunculkan polemik yang meluas, tetapi setelah Urip meminta rekaman itu diputar maka majelis hakim kemudian mengizinkannya.
Berikut petikan pembicaraannya:
U (Urip): Halo
A (Artalyta): Pak Guru
U: Iya, Bu Guru
A: Jadi gini ya, intinya besok itu sesuai dengan keterangan beliau-beliau sama yang itu yang kemarin, itu kan beliau sudah membantu Anda dengan dia mengatakan dari itu awal yang kesatu, kedua, ketiga, itu tidak ada indikasi.
U: He eh, he eh.
A: Jadi besok, seperti begitu saja. Seperti keterangan yang itu, yang Bapak dua itu, kan dibaca di-BAP saya. Itu bagus.
U: He eh.
A: Intinya kita tetap konsisten dengan jumlah itu lho. Pokoknya perbengkelan yang sudah adakan. Pokoknya perbengkelan. Sudah adakan? Ininya apa?
U: Tapi kan sudah saya kasihkan itu.
A: Tapi ininya, proposal bengkelnya.
U: O ya ya.
A: Jadi itu bengkel kan juga logis itu. Itu kan dulu ada tanah di situ. Minta inilah gitu. Nanti pasti ditanyain. Dari mana saudara keterangannya. Nanti saya bilang, ya sudah cukup, begitu memang ceritanya.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Putusan kasasi MA soal Asian Agri ditunggu
- Urip divonis 20 tahun penjara
- 2 Mantan manager Bank Of China gelapkan US$485 juta
- Denny Indrayana jadi staf khusus Presiden
- Polling bisnis.com: Miranda diduga dipanggil KPK