Bisnis Indonesia Online » Umum » Hukum
Senin, 11/08/2008 17:45 WIB
Presiden soroti kasus penembakan di Wamena
oleh : Ratna Ariyanti
JAKARTA (bisnis.com): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta upaya penegakan hukum dan penyelidikan dalam kasus penembakan Anthonius Tabuni sesaat setelah pengibaran bendera Bintang Kejora dalam memperingati Hari pribumi di Wamena, Papua, pada Sabtu lalu.
Mensesneg Hatta Rajasa mengatakan penanganan kasus ini, termasuk penyelidikan penyebab penembakan, diserahkan kepada penegak hukum.
Hingga saat ini, lanjutnya, ia belum mendengar apakah Presiden Yudhoyono telah memberi instruksi secara langsung kepada Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dan Kapolri Jenderal (Pol) Soetanto untuk menindaklanjuti insiden tersebut.
"Tapi hal seperti ini biasanya Kapolri sudah bertindak sigap," tuturnya saat ditemui seusai menghadap Presiden Yudhoyono di Kantor Kepresidenan hari ini.
Anthonius diduga tewas akibat terkena peluru nyasar dari anggota Polri setelah pengibaran bendera Bintang Kejora yang berdampingan dengan bendera PBB dan Merah Putih di lapangan Sinabuk, Wamena, Papua. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Hakim Tipikor telusuri peranan Paskah
- KPK temukan potensi korupsi di 33 KPPN
- Polling bisnis.com: Yusril jadi tersangka
- Majikan Nirmala Bonat diizinkan tahanan luar
- Aulia Pohan Cs ditahan