JAKARTA (Bisnis.com): Direktur TK-SD Depdiknas Mudjito AK mengatakan anggaran direktorat TK/SD terpangkas 83% dari dari Rp300 miliar pada 2006 menjadi Rp50 miliar pada pagu anggaran TK pada 2010 karena masuknya tunjangan profesi guru dalam anggaran pendidikan.
"Masuknya tunjangan profesi guru ke dalam anggaran pendidikan sebesar 20% dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) berdampak pada sejumlah program kerja di Depdiknas terutama anggaran untuk direktorat TK/SD," ujarnya hari ini.
Padahal, tuturnya, masih ada sekitar 7 juta anak usia 4-6 tahun di desa yang belum tersentuh pendidikan TK. "Sayangnya anggaran TK dari tahun ke tahun justru terus turun. Jika pada 2006 anggarannya sebesar Rp300 miliar, pada 2007 menjadi Rp200 miliar dan tahun lalu turun lagi menjadi Rp158 miliar dan anggaran TK 2009 menjadi Rp100 miliar. Sementara pagu TK 2010, jumlahnya tinggal Rp50 miliar," jelas Mudjito.
Menurut dia, penurunan memang bukan hanya dialami direktorat TK-SD, tetapi hampir semua direktorat di Depdiknas. Namun, tampaknya direktorat TK-SD terkena potongan yang cukup besar. Dia mengakui apresiasi orangtua terhadap pendidikan TK, terutama di kota besar, sudah sangat tinggi. Hal itu terlihat dari bertumbuhnya TK swasta di kota-kota besar, yang mencapai 66.333 unit di seluruh Indonesia. Jumlah TK Negeri sebanyak 1.074 unit dan jumlah TK-SD Satu Atap sebanyak 2.129 unit. Dari jumlah itu, jumlah anak usia 4-6 tahun yang telah mengenyam pendidikan TK pada 2008 sebanyak 4,6 juta anak atau 40,4% dari total 11,4 juta anak di seluruh Indonesia.
Sementara siswa SD Kelas 1 sebanyak 4,6 juta anak, siswa yang berasal dari TK sejumlah 2,4 juta anak (52,45%) dan anak yang berasal dari rumah tangga sebanyak 2,1 juta anak (47,55%).
"Masih terjadi kesenjangan yang cukup tinggi antara pendidikan TK di daerah perkotaan dan kabupaten. Jika kita disparitas angka partisipasi kasar (APK) TK kabupaten dengan kota sebesar 17,07%. Karena itu, perlu usaha lebih keras lagi guna menyakinkan orangtua di pedesaan tentang pentingnya pendidikan TK bagi anaknya," ujar Mudjito.(yn)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »