120 Tenaga pendidikan RI ke Singapura

Senin, 22/06/2009 18:50:57 WIBOleh: Hilda Sabri Sulistyo
JAKARTA (bisnis.com): Sebanyak 120 orang tenaga kependidikan yang terdiri dari kepala sekolah, pengawas, dan widya iswara dari Indonesia dikirim ke National Institute of Education, Singapura, untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan.

Baedhowi, Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas, mengatakan upaya meningkatkan tata kelola pendidikan merupakan salah satu program strategis pengembangan pendidikan di Indonesia.

"Kepala sekolah adalah kunci dan merupakan posisi strategis untuk meningkatkan tata kelola yang baik dan efektif di sekolah," ujarnya.

Dalam pelatihan pada 23 Juni-5 Juli, mereka akan disiapkan untuk menjadi master trainer. Program ini merupakan kerja sama antara Depdiknas, Yayasan Temasek, dan National Institute of Education, Singapura.

Tujuan program, katanya, untuk mengurangi kesenjangan kompetensi kepala sekolah di Indonesia. Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi kepala sekolah untuk memenuhi standar kompetensi kepala sekolah sesuai Permendiknas No.13/2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.

Dengan mengacu peraturan ini, kepala sekolah disyaratkan sedikitnya memiliki lima macam kompetensi yakni kepribadian, sosial, manajerial, supervisi, dan kewirausahaan, agar dapat mewujudkan manajemen berbasis sekolah yang efektif untuk mencapai kualitas pendidikan yang lebih baik.

"Saya yakin program ini akan meningkatkan kualitas sistem pendidikan di Indonesia terutama untuk meningkatkan tata kelola pendidikan yang baik dan efektif," katanya.

Dirjen PMPTK Depdiknas Surya Dharma mengatakan seusai mengikuti pelatihan, para tenaga kependidikan ini akan melatih sebanyak 900 orang di tingkat provinsi. Selanjutnya, kata dia, pelatih di tingkat provinsi akan melatih sebanyak 27.000 kepala sekolah di seluruh Indonesia dengan fokus program kepemimpinan di sekolah.

Principal Officer National Institute of Education (NIE), Singapore Associate, Prof. Quek Jin Jong mengatakan kerja sama antara NIE dan Depdiknas telah ada sejak 2007. Kedua belah pihak sepakat melakukan kerja sama di bidang manajemen kependidikan dan pelatihan kepemimpinan.

Program kerja sama pada saat itu dimulai dengan pelatihan bagi sebanyak 115 partisipan dari Indonesia. Menurut dia, pada era ekonomi global yang didorong oleh pengetahuan dan inovasi, kualitas sistem pendidikan tidak pernah lebih penting.

"Di Singapura, pemimpin dan guru yang kuat adalah kunci dalam menyelenggarakan sistem pendidikan yang sukses," katanya.

Ketua Yayasan Temasek, Goh Geok Khim, mengatakan program ini diadakan untuk mendukung Depdiknas guna meningkatkan kapabilitas pengembangan guru sekolah secara nasional pada 2010. Dia menyebutkan pihaknya memberikan bantuan Rp5,7 miliar bagi program ini. (tw)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika