Pendidikan RI belum perhatikan perbedaan individu

Rabu, 01/07/2009 11:58:04 WIBOleh: Rahmayulis Saleh
DEPOK, Jabar (Bisnis.com): Sistem pendidikan nasional belum optimal memperhatikan masalah perbedaan individu pada peserta didik. Akibatnya, pendidikan yang diterima tidak sesuai dengan kebutuhan individu, dan menyebabkan rendahnya daya saing di dunia kerja.

Hal itu disampaikan oleh Prof. Reni Akbar Hawadi, dalam pengukuhannya sebagai Guru Besar dalam Bidang Psikologi Pendidikan, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, hari ini.

Menurut dia, ketidaktepatan antara jenis sekolah dengan kemampuan umum (kecerdasan intelektual) peserta didik, turut berkontribusi terhadap angka pengangguran, rendahnya daya saing dan indeks pertumbuhan manusia Indonesia.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul Membangun Peran Psikolog dalam Pendidikan Nasional, dia
merekomendasikan agar pemerintah melakukan diversifikasi jenis pendidikan mulai dari jenjang SMP.

"Mengingat tidak semua murid SD memiliki kecerdasan intelektual memadai untuk melanjutkan ke SMP, karena itu diperlukan sekolah setaraf SMP untuk menampung peserta didik dengan IQ berkisar 70--89," ujarnya.

Kelompok IQ tersebut, yang digolongkan sebagai anak lamban belajar atau slow learner, kata Kepala Pusat Kajian Keberbakatan Fakultas Psikologi UI itu, perlu diberikan 'ruang' khusus agar tetap menjaga kepercayaan dan harga diri mereka.

Perempuan yang pernah menjadi konsultan psikologi bidang pendidikan anak berbakat dan berkemampuan luar biasa ini menuturkan pada prinsipnya slow learner tersebut tetap memiliki masa depan yang cerah, asalkan mereka bersekolah dan bekerja di bidang yang sesuai dengan kemampuannya.

Bagi murid SMP yang memiliki kecerdasan rata-rata, lanjutnya, disarankan agar tidak melanjutkan ke SMA, tetapi ke SMK sesuai kemampuan, bakat dan minat mereka.

Untuk itu, menurut dia, perlu didorong pengembangan ragam SMK sesuai tuntutan dunia kerja. "Setamat SMK siswa dapat melanjutkan ke program vokasional dan spesialis," ujarnya.(er)
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »
 

Komentar

Hak Cipta © 2007 - 2009 - PT Jurnalindo Aksara Grafika