Bisnis Indonesia Online » Umum » Pendidikan


Senin, 21/04/2008 20:25 WIB

Mendiknas akan lakukan sidak Ujian Nasional

oleh : Noerma Komalasari

JAKARTA: Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memantau pelaksanaan ujian nasional (UN) SMA/SMALB/SMK/MA tahun pelajaran 2007/2008, besok.

Mendiknas menegaskan akan memidanakan pihak-pihak yang membocorkan naskah ujian nasional (UN), dan memberi laporan palsu tentang kebocoran naskah UN.

“Saya tidak pernah menjamin tidak adanya kebocoran soal UN, tapi saya menjamin yang membocorkan akan saya pidanakan. Itu sama saja membocorkan rahasia negara, daerah harus siap dengan sidak ini,” ujar Mendiknas seusai membuka Forum Kebijakan Selatan-Selatan, hari ini.

Depdiknas memastikan mengirimkan wakil dari Inspektorat Jenderal ke daerah-daerah guna mengecek laporan kebocoran soal. Sehingga laporan yang beredar tidak meresahkan masyarakat dan dapat melecehkan pelaksanaan UN.

Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP) Djaali menyatakan pihaknya sudah mengantispasi kebocoran sejak jauh-jauh hari. Naskah asli soal yang dibuat di Jakarta yang diditribusikan ke percetakan daerah-daerah dipantau tim pemantau indepen (TPI) yang berasal dari kalangan perguruan tinggi, serta pengawalan ketat kepolisian.

“Saat ini soal ada di kabupaten kota, saat ujian besok [hari ini] langsung  dididtribusikan ke sekolah-sekolah dengan penjagaan polisi. Untuk daerah yang jauh didistribusikan dua hari sebelumnya dengan pengawalan polisi, bahkan ada yang diinapkan di kantor polisi.”

Sementara itu, Inspektorat Jenderal Depdiknas hari ini mendapatkan laporan mengenai kebocoran soal UN di suatu daerah. Masih enggan menyebutkan asal dan bentuk kebocoran tersebut, pasalnya pihak Depdiknas masih dalam proses pengusutan laporan itu hingga sore tadi.

“Ada pengaduan tentang naskah bocor, sedang ditindaklanjuti Inspektorat Jenderal [Itjen] Depdiknas, pengaduannya lewat telepon tadi pagi [kemarin pagi]. Saya sudah melihat fisik soalnya, itu naskah palsu, karena tidak sesuai dengan barcode dan lay out naskah asli tahun ini,” ujar Kepala Pusat Pendidikan dan Badan penelitian Pengembangan (Puspendik Balitbang) Burhanuddin Tolla. (dj)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Peserta LPIR diminta soroti industri kreatif
  • Dikdas DKI buka pelayanan via SMS
  • BEI dirikan sekolah pasar modal
  • 10 Kepala sekolah kena sanksi kasus jual buku

Komentar

Beri Komentar