DENPASAR (Antara): Hari pertama ujian nasional SMA/SMK di Bali hari ini diawali razia telepon selular dengan memeriksa peserta guna memastikan tidak ada yang membawa ponsel maupun peralatan lain yang tidak digunakan untuk menjawab soal UN.
"Kami sebelumnya sudah menyebarkan pengumuman tertulis, melarang peserta UN membawa ponsel dan peralatan lain kecuali pensil dan perlengkapan mengikuti ujian," kata Kadis Pendidikan Provinsi Bali Tia Kusuma Wardhani.
Di sela-sela memantau pelaksanaan ujian itu di Denpasar, disebutkan bahwa pelarangan membawa ponsel saat mengikuti ujian sudah diterapkan sejak UN tahun-tahun sebelumnya. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kerjasama antar-siswa maupun dengan pihak lain dalam menjawab soal ujian, seperti pengiriman jawaban melalui pesan singkat (SMS).
"Ujian ini kan bertujuan mengukur kemampuan masing-masing siswa. Karena itu harus dicegah kemungkinan terjadinya kerjasama seperti melalui kiriman SMS," ucapnya.
Nikmati kemudahan mengakses koran Bisnis Indonesia dalam berbagai format hanya dengan mendaftar menjadi member, GRATIS !
Daftar member »