Bisnis Indonesia Online » Umum » Pendidikan


Rabu, 23/04/2008 12:03 WIB

Dana gerakan wirausaha diharapkan cair

oleh : Hilda Sabri Sulistyo


JAKARTA (Bisnis): Pemerintah diharapkan tahun depan sudah dapat menyisihkan 1% dari bujet dana pengentasan kemiskinan Rp8 triliun untuk Gerakan Nasional Budaya dan Kecakapan Wirausaha.

Ciputra, pimpinan Ciputra Foundation (CF), mengatakan secara prinsip Menko Kesra Aburizal Bakrie telah menyetujui gerakan nasional itu. Dia berbicara di sela-sela acara Trainer of the Trainer (TOT) Wirausaha bagi 50 akademisi dari 12 kampus yang diadakan Bank Mandiri dan CF.

"Kami harapkan mulai 2009 dana tersebut sudah bergulir sehingga pemerintah dapat melakukan terobosan dalam program pengentasan kemiskinan dan mengatasi kesulitan yang kini banyak dihadapi rakyat kecil," tandas Ciputra.

Menurut dia, untuk melaksanakan gerakan nasional wirausaha dibutuhkan kerjasama yang sinergis antara pemerintah, kalangan akademis, pebisnis dan tokoh sosial (GABS) di mana masing-masing bisa berperan.

Untuk mencapai kemakmuran dalam satu generasi ke depan melalui sinergi GABS, maka pemerintah perlu menciptakan gerakan nasional budaya wirausaha, membentuk Dewan Nasional Pengembangan Kewirausahaan (DNPK). Selain itu menyisihkan 1% dari bujet nasional untuk pengentasan kemiskinan guna membangun budaya dan kecakapan wirausaha.

Dari kalangan pihak akademisi diharapkan dapat mengintegrasikan pembelajaran kewirausahaan (entrepreneurship) dalam kurikulum nasional dan mengembangkan Entrepreneurship Centre di kampus-kampus terkemuka untuk menyebarkan pendidikan entreprenurship bagi warga kampus dan masyarakat.

"Percayalah, universitas harus menciptakan sarjana pencipta lapangan kerja bukan pencari kerja. Karena itu memberdayakan lulusan untuk jadi entrepreneur sangat penting supaya tingkat pengangguran terdidik tidak semakin tinggi," tambahnya.

Bagi para praktisi bisnis, mereka memiliki kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan peduli dengan menjadi mentor untuk Entrepreneur baru seperti yang dilakukan oleh Ciputra belakangan ini.

Pengusaha, ujarnya, juga bisa menyediakan fasilitas kredit dan modal ventura. Selain itu para pengusaha maupun pimpinan BUMN juga dapat membangun membangun Entrepreneurship Centre di lingkungan usahanya untuk melatih masyarakat untuk memiliki usaha mandiri.

Sedangkan bagi para social figure termasuk tokoh agama, kata Ciputra, mereka bisa menjadi motivator, memberikan pendidikan moral untuk menjadi pengusaha yang memiliki etika dan etos kerja yang kuat.

Dengan mengutip Edmund Phelps, peraih Nobel Ekonomi 2006 dari Columbia University, Ciputra mengatakan institusi ekonomi yang memfasilitasi pendidikan kewirausahaan akan memberikan dampak luas bagi masyarakat maupun bagi peningkatan produktivitas nasional, tingkat pendapatan masyarakat dan atasi masalah pengangguran. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Peserta LPIR diminta soroti industri kreatif
  • Dikdas DKI buka pelayanan via SMS
  • BEI dirikan sekolah pasar modal
  • 10 Kepala sekolah kena sanksi kasus jual buku

Komentar

Beri Komentar