Bisnis Indonesia Online » Umum » Pendidikan
Jumat, 02/05/2008 14:57 WIB
LIA buka di Aceh, Samarinda, Papua
oleh : Dewi Astuti
JAKARTA (Bisnis): Yayasan LIA, pemilik Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional (LBPP) LIA, berencana membuka lembaga pelatihan Bahasa Inggris di tiga kota di Tanah Air pada tahun ini.
Ketiga kota yang sedang diincar adalah Banda Aceh, Papua, dan Samarinda.
Hafilia R. Ismanto, Direktur Akademis LBPP LIA, menyebutkan pihak pengelola saat ini belum dapat memastikan besaran nilai investasi karena masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study) terkait rencana tersebut.
“Belum ada keputusan final. Kami masih mencari yayasan atau pihak lain yang tertarik dan memenuhi kriteria untuk diajak kerjasama,” kata Hafilia kepada Bisnis, belum lama ini.
Berdasarkan penuturan dia, investasi yang diperlukan untuk mendirikan satu unit lembaga kursus yang sesuai standar Yayasan LIA biasanya mencapai Rp3 miliar-Rp5 miliar.
Namun, dalam skema kerja sama dengan pihak lain nantinya, ujarnya, Yayasan LIA akan mencari yayasan atau perusahaan lain sebagai mitra yang dapat menyediakan fasilitas gedung dan sumber daya manusia (SDM).
Sementara itu, pihak LIA akan menyediakan alih teknologi berupa sistem pelatihan tenaga pengajar, sistem kurikulum dan buku pengajaran yang sesuai standar LIA dan internasional.
Lebih lanjut Hafilia menyebutkan dari ketiga kota yang sedang dibidik, ada satu yayasan di Banda Aceh yang telah menyatakan minatnya untuk bekerjasama dengan Yayasan LIA. Namun dia tidak bersedia menyebutkan nama yayasan yang dimaksud.(02)
bisnis.com
Berita Lain
- Margin bisnis buku pelajaran dibatasi 15%
- Margin usaha buku pelajaran maksimal 15%
- Tambahan anggaran tuntaskan wajib belajar
- Kaukus sambut baik anggaran pendidikan 20%
- Peserta LPIR diminta soroti industri kreatif