Bisnis Indonesia Online » Umum » Pendidikan
Selasa, 13/05/2008 12:57 WIB
Pemerintah dan penerbit perlu sinergi
oleh : Taufik Wisastra
JAKARTA (Bisnis): Ketua Umum Ikapi Setia Dharma Madjid mengatakan pemerintah perlu bersinergi dengan penerbit untuk membuat buku pelajaran yang harganya terjangkau namun tetap berkualitas.
Dia menjelaskan ada dua cara yang dapat ditempuh. Pertama, pemerintah dapat memberikan subsidi pada harga kertas. Hal ini perlu dilakukan karena 60% biaya produksi buku bergantung pada kertas.
"Yang kedua Depdiknas membeli buku cetak yang diproduksi dan dinilai layak untuk selanjutnya dibagikan secara gratis kepada sekolah," kata Setia Dharma dalam diskusi Mewujudkan buku murah namun berkualitas.
Dia mencontohkan pemerintah India yang mensubsidi kertas sehingga buku murah dapat dinikmati oleh seluruh siswa di negara tersebut. "Kita perlu mencontoh India. Dengan buku murah maka pendidikan akan lebih merata di seluruh Tanah Air," ujarnya seperti termuat dalam siaran pers Fortune PR hari ini.
Menurut dia, sepanjang harga kertas tidak dapat dikendalikan dan tidak disubsidi oleh pemerintah, maka akan sulit untuk mewujudkan buku murah, termasuk buku yang digandakan dari e-book.
Terkait dengan kebijakan pembelian hak cipta dan e-book, Setia mengatakan Ikapi sangat mendukung pelaksaan program e-book, karena kemajuan teknologi informasi sangat bagus diterapkan dalam menunjang pendidikan.
Bahkan Ikapi bersedia menempatkan buku pelajaran produksinya ke dalam fasilitas e-book milik pemerintah. "Yang jadi permasalahan adalah pemerintah membebaskan kepada siapa saja untuk mencetak dan memperjualbelikan buku yang di-download dari e-book tersebut seperti tercantum dalam Pasal 8 Permendiknas 2/2008," katanya.
Kebijakan ini, menurut dia, sebagai standar ganda yang diterapkan Depdiknas. Di satu pihak melarang penerbit menjual buku ke sekolah, tapi di pihak lain membolehkan buku yang dicetak/digandakan melalui program ini diperjualbelikan di sekolah (Pasal 11 Permendiknas No 2 tahun 2008). "Ini perlu dipertimbangkan lagi," tambahnya. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- Pemberantasan buta aksara digiatkan
- Anggaran SMK naik jadi Rp3,8 triliun
- Bantuan khusus mahasiswa capai Rp20 miliar
- RI kirim 5 siswa SMA ke acara debat di AS
- 26 Mahasiswa ikuti program BioCamp