Bisnis Indonesia Online » Umum » Pendidikan
Selasa, 10/06/2008 09:33 WIB
Pelaksanan UNPK dalam dua periode
oleh : Hilda Sabri Sulistyo
JAKARTA (bisnis.com): Penyelenggaraan ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) tahun pelajaran 2007/2008 akan dilaksanakan dalam dua periode.
Periode I untuk program Paket C dilaksanakan pada 24 - 27 Juni 2008, sedangkan Paket A dan B pada 1-3 Juli 2008, ungkap Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PNFI) Depdiknas.
“Ujian Periode II untuk program paket C diselenggarakan pada 11-14 November 2008, sedangkan untuk Paket A dan Paket B pada 18 - 20 November 2008. Mulai tahun ini UNPK diselenggarakan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP),” ujarnya saat memberikan keterangan pers di Gerai Informasi dan Media, Depdiknas, Senin.
Hamid mengatakan pemerintah tidak menetapkan target kelulusan UNPK, tetapi akan memantau efektivitas proses pembelajaran pada program Paket A, Paket B, dan Paket C. Pemerintah, kata dia, juga akan melakukan antisipasi terhadap peningkatan jumlah peserta UNPK tahun ini.
Koordinator UNPK-BSNP Yunan Yusuf mengatakan peserta UNPK terdiri atas tiga jenis, yakni peserta reguler dari masyarakat belajar pendidikan kesetaraan, peserta belajar mandiri atau pada homeschooling, dan peserta dari siswa yang tidak lulus pada UN formal.
Khusus untuk peserta dari siswa yang tidak lulus dalam UN formal di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak diperbolehkan mengikuti UNPK. Hal ini, kata dia, disebabkan Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan tidak menyebutkan bahwa SMK boleh mengikuti UNPK.
Yunan menyebutkan materi yang diujikan untuk program Paket A meliputi lima mata pelajaran, yakni Pendidikan Kewarganegaraan, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Untuk program Paket B materinya meliputi enam mata pelajaran, yakni Pendidikan Kewarganegaraan, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.
Dia menambahkan untuk program Paket C bidang IPS akan mengujikan tujuh mata pelajaran, yakni Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Inggris, Sosiologi, Geografi, Bahasa Indonesia, Ekonomi, dan Matematika. Selanjutnya pada program Paket C bidang IPA akan mengujikan tujuh mata pelajaran, yakni Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Inggris, Biologi, Kimia, Fisika, Bahasa Indonesia, dan Matematika.
Yunan menyampaikan peserta UNPK dinyatakan lulus apabila memiliki nilai rata-rata minimal 5,25 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan tidak ada nilai di bawah 4,25 atau memiliki nilai 4,00 pada salah satu mata pelajaran dengan nilai pada mata pelajaran lainnya minimal 6,00. "Peserta UNPK yang dinyatakan belum lulus dapat mengikuti UNPK periode berikutnya," ujarnya.
Bagi peserta UNPK yang pernah mengikuti UNPK Paket A, Paket B, dan Paket C pada periode sebelumnya dan dinyatakan belum lulus, maka nilai yang digunakan adalah nilai tertinggi dari mata pelajaran yang sama. "Jadi kalau dia mengulang pada bulan November, maka nilai yang digunakan adalah nilai yang tertinggi ketika dia mengikuti ujian yang kedua itu," jelasnya.
Dirjen PNFI, Hamid Muhammad mengungkapkan jumlah kelulusan peserta UNPK pada 2007 untuk Paket A sebesar 79,1 %, Paket B 86,84 % Paket C IPS 76,32%, Paket C IPA 72,66%.
Jumlah peserta UNPK pada 2008 untuk paket A tercatat ada 58.833 peserta, paket B 235.016 dan paket C 224.595 orang.(er)
bisnis.com
Berita Lain
- Pemberantasan buta aksara digiatkan
- Anggaran SMK naik jadi Rp3,8 triliun
- Bantuan khusus mahasiswa capai Rp20 miliar
- RI kirim 5 siswa SMA ke acara debat di AS
- 26 Mahasiswa ikuti program BioCamp