Bisnis Indonesia Online » Umum » Pendidikan
Selasa, 24/06/2008 13:34 WIB
Bambang soroti peran perempuan
oleh : Herry Suhendra
JAKARTA (Bisnis.com): Penelitian tentang kehadiran perempuan di lembaga perwakilan rakyat pada pemerintahan lokal seharusnya dimaknai dengan tujuan diberi peran lebih luas dalam pemerintahan, pembangunan dan kesejahteraan sosial.
"Selain itu perempuan sebagai pelaku perubahan harus diarahkan dari budaya politik ‘diam’ menuju budaya politik ‘bicara’," kata Bambang Rustanto dalam mempertahankan disertasinya Kehadiran Perempuan di Ruang Publik: Kajian Perubahan Struktur Pemerintahan Lokal dan Dampaknya Terhadap Posisi Perempuan Dalam Masyarakat di Vizhinjam Grama Panchayati Raj-Kerala-India dan di Nagari Kamang Hilir-Sumatra Barat-Indonesia.
Acara yang berlangsung di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia-Depok, dipimpin Muhammad Mustofa dengan promotor Paulus Wirotomo dan penyanggah E. Kristi Poerwandari, Rusmin Tumanggor, Robert MZ Lawang, Maswadi Rauf dan Francisia.
Menurut Bambang, tekanan dan hambatan budaya dan institusi serta konflik kelas terhadap kehadiran perempuan di pemerintahan lokal perlu didiskusikan lebih lanjut. Selain itu pengembangan organisasi perempuan yang efektif dapat mempromosikan partisipasi perempuan dan secara langsung dapat membangun tumbuhnya masyarakat demokratis.
Kehadiran deskriptif perempuan, kata dia, masih berada pada lapisan struktur informal melalui organisasi perempuan. Perempuan di negara bagian Kerala, India, selain sebagai ibu rumah tangga juga menjadi anggota Mahila Sangga, organisasi perempuan di pedesaan untuk pembangunan dan kesejahteraan sosial serta pertumbuhan ekonomi.
Di Sumatra Barat, banyak perempuan aktif dalam organisasi bentukan pemerintah yang disebut Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Sementara kehadiran substansial dalam struktur informal melalui organisasi, terutama bertujuan untuk memobilisasi perempuan dengan cepat dan spontan dalam partisipasi pembangunan dan penggalangan massa.
Hal ini menyebabkan pembatasan perempuan di struktur formal yang ditunjukan rendahnya partisipasi perempuan di parlemen pada pemerintahan lokal di Sumatra Barat maupun di Kerala.
Menjawab pertanyaan penyanggah, Bambang mengatakan kehadiran subtantif yaitu perempuan hadir tidak hanya memenuhi kuota secara fisik, tapi dalam kehadiran mereka di parlemen lokal, mereka mampu memberikan kontribusi terutama menyangkut isu sosial.
Bambang dinyatakan lulus sebagai doktor dengan sangat memuaskan. Pria kelahiran Solo 23 Juni 1962 saat ini mengajar di Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung. Dia mengikuti program sosiologi (S-3) Universitas Indonesia sejak 2003. Dia mempersiapkan disertasi doktor ini selama dua tahun dan melakukan penelitian ke India selama dua bulan dan di Sumatra Barat. (tw)
bisnis.com
Berita Lain
- 26 Mahasiswa ikuti program BioCamp
- Konsep sekolah unggulan salah sasaran
- Margin bisnis buku pelajaran dibatasi 15%
- Margin usaha buku pelajaran maksimal 15%
- Tambahan anggaran tuntaskan wajib belajar
Komentar
#1 - Bambang soroti peran perempuan
baik dan disertasi itu tepat untuk reference pemilu 2009 bagi calon parlemen perempuan
tuti - bandung/Indonesia @ 05/07/2008 - 21:11 WIB dari 61.94.124.75 (61.94.124.75)