Bisnis Indonesia Online » Umum » Pendidikan


Selasa, 01/07/2008 18:29 WIB

'Tak ada jual beli bangku kosong'

oleh : Nurudin Abdullah


JAKARTA (Bisnis.com): Pemprov DKI Jakarta menjamin tidak ada praktik jual beli bangku kosong dalam penerimaan siswa baru tingkat SDN, SMPN, SMAN, dan SMKN yang dapat mengorbankan calon siswa yang seharusnya diterima di sekolah negeri itu.

Kepala Dinas Pendidikan Menengah Tinggi (Dikmenti) DKI Jakarta Margani Mustar setidaknya mengatakan selama empat tahun terakhir ini tidak pernan terdengar lagi kabar adanya jual beli bangku kosong pada penerimaan siswa baru di sekolah negeri.

"Semua kepala sekolah SDN, SMPN, SMAN dan SMKN jangan memanfaatkan bangku kosong untuk tujuan komersial," ujarnya hari ini.

Sementara itu, anggota Komisi E DPRD DKI Ahmad Husin (F-PD) mengatakan jual beli bangku kosong mungkin masih terjadi setelah hasil penerimaan siswa baru gelombang pertama dan kedua diumumkan. Untuk sekolah tertentu, sering ditemukan adanya bangku kosong karena tidak diambil oleh calon siswa yang diterima dengan alasan tertentu.

Maka pada saat itulah peluang terjadinya praktik jual beli kursi. "Jual beli bangku kosong ini memang tidak pernah mengemuka, tapi kabar itu dari mulut ke mulut, yang tahun lalu pasarannya untuk SMPN bisa mencapai Rp3 juta per kursi dan SMAN Rp5 juta per kursi," katanya. (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Ciputra beberkan 3 faktor kekurangan wirausaha
  • IIHS & IISS jaring 106 siswa di tahun pertama
  • Ribuan guru bantu di DKI tuntut janji DPRD
  • BLK tenaga kerja yang dibekukan sudah dibuka

Komentar

Beri Komentar