Bisnis Indonesia Online » Umum » Pendidikan


Selasa, 15/07/2008 14:07 WIB

Presiden akan buka Pimnas di Semarang

oleh : Hilda Sabri Sulistyo


JAKARTA (bisnis.com): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Mendiknas Bambang Sudibyo dijadwalkan membuka Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXI Tahun 2008 di Universitas Islam Sultang Agung (Unissula) Semarang, Jateng, pada 16-19 Juli.

Dirjen Dikti Depdiknas Fasli Jalal mengatakan Pimnas menjadi ajang untuk meningkatkan kecerdasan mahasiswa dalam menemukan sumber daya dan memberikan iklim akademik untuk senantiasa lebih aktif dan kompetitif dalam pembelajaran.

"Kegiatan Pimnas meliputi presentasi program kreativitas mahasiswa (PKM), lomba karya tulis mahasiswa (LKTM), lomba poster, lomba debat bahasa Inggris dan bahasa Arab, serta peluncuran jurnal kreativitas mahasiswa," ujarnya sebelum bertolak ke Semarang.

Dia menjelaskan Pimnas adalah refleksi untuk menumbuhkan dan memupuk bakat serta minat mahasiswa sedini mungkin dalam berbagai bidang yang diminati. Ini berhubungan dengan olah pikir dan olah hati. Jumlah proposal yang masuk sebanyak 12.000 dan diseleksi menjadi 2.500 proposal untuk diberikan dana penelitian Rp6 juta.

Dana tersebut, kata dia, sudah dialirkan pada Februari 2008. Kemudian, lanjut dia, dipilih 260 proposal terbaik untuk diundang dalam Pimnas.

Pihaknya sudah menerima sembilan mahasiswa Indonesia yang dikirim ke dua ajang kompetisi Matematika tingkat dunia. Para duta bangsa tersebut berlaga pada 13th International Scientific Olympiad on Mathematics (ISOM) di Teheran, Iran pada 15-18 Juli dan The 15th International Mathematics Competition for University Students (IMC) di Blagoevgrad, Bulgaria pada 25 -31 Juli.

Para mahasiswa yang akan mengikuti 13th ISOM terdiri atas Febi Sanjaya, Nugroho Seto Saputra, dan Andy Hermawan, ketiganya dari Universitas Gadjah Mada, Enjun Junaeti (Universitas Pendidikan Indonesia), dan Ahmad Agung Ahkam (Institut Teknologi Telkom).

Sementara itu, mahasiswa yang akan mengikuti The 15th IMC terdiri atas Albert Gunawan (Universitas Gadjah Mada), Novi Herawati Bong (Universitas Indonesia), Ajat Adriansyah (Universitas Indonesia), dan Darmadjid (Universitas Brawijaya).

Fasli mengatakan pemerintah menyediakan beasiswa kepada para pemenang olimpiade untuk melanjutkan pendidikan master (S2) dan doktor (S3) di dalam negeri. Selain itu, kata dia, pemerintah juga akan memfasilitasi para juara untuk bersekolah di luar negeri.

Pada ajang sebelumnya, prestasi tertinggi mahasiswa Indonesia hanyalah memperoleh medali perak dan perunggu. Tahun ini kontingen Indonesia menargetkan kembali meraih perak. "Kami hanya meminta para mahasiswa yang terpilih berusaha tampil maksimal dan memberikan yang terbaik. Keikutsertaan mahasiswa Indonesia pada olimpiade ini sepenuhnya dibiayai Ditjen Dikti." (tw)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Peserta LPIR diminta soroti industri kreatif
  • Dikdas DKI buka pelayanan via SMS
  • BEI dirikan sekolah pasar modal
  • 10 Kepala sekolah kena sanksi kasus jual buku

Komentar

Beri Komentar