Bisnis Indonesia Online » Umum » Pendidikan


Rabu, 16/07/2008 18:11 WIB

UI-Carla Hills dirikan pusat kajian tata kelola

oleh : Tri D. Pamenan

JAKARTA: Universitas Indonesia hari ini mendirikan Pusat Kajian Tata Kelola Pemerintahan (Center for the Study of Governance) dengan menggandeng institusi asal Amerika Serikat Hills Program for Governance.

Peresmian pusat kajian tersebut dibarengi dengan penyelenggaraan lokakarya tentang tata kelola pemerintahan (good governance) yang juga melibatkan US-ASEAN Business Council, Hills Program on Governance pada Center for Strategic and International Studies (CSIS), dan kelompok Bank Dunia.

Erry Riyana Hardjapamekas, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang juga ketua Advisory Board the Governance Center mengungkapkan lembaga ini akan melakukan kajian lintas disiplin ilmu secara menyeluruh tentang tata kelola kepemerintahan dan korupsi di Indonesia, mengidentifikasi penyebab-penyebab dan kerugian serta biaya yang ditimbulkan dari tata kelola kepemerintahan yang buruk sekaligus menyusun rekomendasi kebijakan publik.

“Pusat kajian ini akan melibatkan beberapa fakultas lintas disiplin ilmu dari Universitas Indonesia seperti fakultas sosial politik, ekonomi, hukum dan sosiologi yang dalam pelaksanaannya,” paparnya.

Lembaga ini juga akan bekerjasama dengan kalangan LSM, lembaga pemerintahan, sektor swasta, dan universitas lainnya. The Governance Center–UI adalah mitra keempat Hills Program for Governance yang didirikan untuk wilayah Asia Timur setelah Asian School of Management Manila, Universitas Yonsei di Seoul, dan Universitas Tsinghua di Beijing. Masing-masing pusat kajian melakukan penelitian secara spesifik sesuai dengan kondisi masing-masing negara guna mengetahui dampak korupsi terhadap pemerintahan dan masyarakat sekaligus menyusun rekomendasi kebijakan publik yang mampu memperbaiki tata kelola kepemerintahan.(yn)

bisnis.com

 

Berita Lain

  • Gaji minimal guru PNS jadi Rp2 juta
  • Tiga gubernur raih Anugerah Aksara
  • Anggaran berantas buta aksara Rp1 triliun
  • SNMPTN & ujian nasional SMA akan digabung

Komentar

Beri Komentar